Thursday, May 20, 2010

Pertempuran antara kebaikan dan keburukan

Ya, didalam diri setiap manusia nampaknya senantiasa akan ada perang tanding dan tarik menarik antara kekuatan kebaikan dan keburukan. Si "manusia itu"  sendiri yang harus berusaha keras untuk melawan hawa nafsu yang godaannya sangat tinggi. Hawa Nafsu ini dapat berupa antara lain hawa nafsu untuk meraih kekayaan, pangkat, pengaruh, kekuasaan, wanita.




Kita harus dapat membedakan antara hawa nafsu yang tanpa kendali dengan hawa nafsu yang dirahmati oleh ALLAH. Dimanakah letak dorongan ambisi dan keinginan untuk meraih cita-cita kita untuk mencapai sesuatu dan hawa nafsu keserakahan mengejar sesuatu yang dinginkan dengan segala macam cara dihalalkan atau diperbolehkan. Kalaulah harta yang dikejar, maka segala jalan untuk mendapatkannya akan dilakukan, tanpa mengenal batas melanggar hak kepunyaan orang lain atau kepentingan orang lain. 

Jika itu menyangkut kekuasaan maka segala sesuatu cara dilakukan untuk dapat meraih kekuasaan itu, kalau perlu mengorbankan orang lain untuk dapat meraih kekuasaan tersebut. Jika orang tersebut ingin mempunyai pengaruh maka segala cara diterobos baik itu menyinggung dan melanggar kepentingan dan perasaan maupun hak orang lain.Orang yang sudah dirasuki dengan hawa nafsu keserakahan akan melakukan itu semua dengan segala macam cara termasuk kalau perlu dengan melakukan penyuapan dan penyogokan  agar kemauan keserkahan akan pengaruh tersebut tercapai

Kalau terkait dengan hawa nafsu yang bersangkutan dengan syahwat, maka goodaan akan hawa nafsu syahwat ini seringkali dilanggar bukan kepada orang lain saja  melainkan perang tanding untuk memenuhi syahwat  dorongan birahinya sendiri, melawan bisikan hati yang tidak membolehkan kita untuk mengikuti pemenuhan hawa nafsu birahi tersebut. 

PENDITEKSIAN  :

Dalam diri kita, kita dapat mendeteksi dalam bidang hawa nafsu mana yang sangat mendorong diri kita, dimana bisikan kebaikan untuk tidak melakukan keserakahan tersebut kalah untuk kita dengarkan atau patuh mengikuti bisikan tersebut. Yang muncul biasanya setelah kita melakukan dan mengikuti hawa nafsu yang tak terkontrol tersebut adalah rasa penyesalan yang mendalam.  Hal yang paling parah adalah jika bukan rasa penyesalan yang muncul melainkan kebanggaan kenikmatan melakukan hawa nafsu tersebut, karena telah ditutupi bisikan hati kita karena telah kebanyakan pengabaian kita untuk mendengarkan dan mengikuti bisikan kebaikan dari hati kita tersebut.    

Kalau istilah dalam agama kita telah kalah dengan bisikan syetan karena telah seringkali mengabaikan bisikan kebaikan dari hati bersih kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita seringkali menghadapi perang tanding antara bisikan hawa nafsu yang tidak diberi Rahmat ALLAH dengan bisikan kebaikan yang terdapat dalam hati kita.

PILIHAN ADA SEPENUHNYA PADA KITA.

Tinggal kita mau  mendekatkan diri pada kegiatan yang dapat menumbuh kembangkan Hawa Nafsu yang tak terkendali ataukah kita memaksa diri kita untuk mau mendengarkan kitab suci AL Quran dengan segala petunjuk, berita gembira, obat, nasehat, peringatan yang diwahyukan oleh ALLAH kepada Nabi melalui Malaikat  Jibril untuk bagaimana semestinya hidup dengan jalan yang lurus yang diberikan oleh ALLAH yaitu jalan yang telah ALLAH beri kenikmatan  dan bukan orang yang dimurkai  dan orang yang sesat.

Sebagai manusia kita seringkali khilaf  maupun tidak luput  dari kesalahan mengikuti hawa nafsu, namun kalau bisa kita sebaiknya dapat  menumbuh  kembangkan rasa penyesalan dan bertobat untuk tidak mengulangi perbuatan yang dilarang oleh ALLAH dan mengikuti dan mentaati apa yang diperintahkan oleh ALLAH baik dalam Kitab Suci NYA maupun bisikan hati kita dengan memoles hati kita dengan seringkali mengingat dan membesarkan nama ALLAH agar  mendung atau tertutupnya hati kita dari Cahaya ALLAH dapat kita kembalikan untuk mendapatkan pencerahan guna meraih ketenangan Jiwa  sebagai hasil dari kepatuhan kita untuk memohon ampun kepada ALLAH dan berusaha untuk membangun rasa keimanan dan ketaqwaan kita.        

No comments:

Post a Comment