Saturday, January 13, 2018

Penelusuran Ringkas Kitab Suci Al Quran diturunkan kepada Rasul Muhammad S.A.W. Untuk Disampaikan ke Seluruh Manusia

Penulis saat ini sedang membaca dan mencoba menelusuri Kitab Suci AL Quran untuk dapat menyikapi  pandangan di sebahagian masyarakat, bahwa para Ustad atau Ulama Islam  telah mencampuri  urusan keyakinan dan kepercayaan umat lain.

Untuk hal ini Penulis yang Alhamdulillah mempunyai latar belakang  berprofesi sebagai Konsultan Hukum / Advokat maupun Independent Business Lawyer, dimana jalan pemikirannya diwarnai untuk mencari dasar hukum, maka  tentunya Penulis tertarik untuk mencari dasar landasan maupun  acuan dalam Kitab Suci Al Quran sebagai Kitab Suci bagi kita yang beragama Islam terkait hal diatas.
  
PERTANYAAN  MENDASAR  :

a)      Apakah ketentuan Kitab Suci AL Quran,  oleh ALLAH sebagai Pencipta Kehidupan ini, "hanya diturunkan  kepada Rasul Muhammad S.A.W  oleh ALLAH untuk disampaikan kepada Umat Islam saja,   

ataukah

b)  Kitab Suci AL Quran diturunkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W. sebagai Rasul Utusan ALLAH  untuk disampaikan kepada  seluruh manusia di dunia ini  termasuk kepada Para Ahli Kitab yang telah ada pada masa Nabi Muhammad S.A.W diutus sebagai Rasul dari ALLAH.

ANALISA RINGKAS JAWABAN :


Jika kita telusuri  dari beberapa data termasuk dari  sumber data  Buku : Muhammad Rasulullah oleh Anwar Rasyid  Penerbit Pustaka Panjimas  Cetakan ke VII Jakarta 1982). maupun sumber data lainnya, maka  kita  amati bahwa diutusnya Nabi / Rasul Muhammad S.A.W., sebagai Rasul dan Nabi terakhir dan Penutup dari Para Nabi / Rasul – Rasul oleh ALLAH,  tidak bisa terlepas dari sejarah maupun perkembangan dari diutusnya Para Rasul / Nabi terdahulu  sebelum Rasul Muhammad S.A.W. yaitu Rasul / Nabi Nuh, Ibrahim,  Ismail, Ishak, Jacob, Jusuf,   Daud, Sulaiman,  Musa,  Isa maupun Para Rasul / Nabi lainnya  untuk  :  
               
        " menyembah dan mengabdi  hanya kepada ALLAH yang Maha Esa” , 

    dan  menyampaikan Risalat Ketauhidan (Monotheism) ini, kepada masing-masing Umatnya  pada zamannya.   

Kita dapat ketahui bahwa Muhammad S.A.W.  lahir pada sekitar tahun 571 - an Masehi yaitu 1600 tahun yang lalu, atau 600 tahun (dibulatkan)  setelah Nabi dan Rasul Isa diutus oleh ALLAH. 


Tepatnya  Nabi Muhammad  S.A.W  lahir pada tanggal 20 April 571 Masehi atau Hari Senin tanggal 9 Rabiul awal. 


Pada sekitar Muhammad umur 40 an yaitu pada Tahun 611 Masehi suatu malam ke-17 Ramadhan Muhammad,  menurut tulisan dari Anwar Rasyid  Penerbit Pustaka Panjimas  Cetakan ke VII Jakarta 1982). diceritakan bahwa datanglah Malaikat Jibril membawa sehelai kain sutera yang bersulam huruf-huruf, Jibril berkata : 


"Bacalah ! ( Iqra )  Jawab Muhammad : saya tidak pandai membaca :  Lalu dikekepnya (dipeluknya) eras-erat Muhammad oleh Malaikat Jibril,  sehingga sesak nafas. Sesudah dilepas disuruh kembali :  Bacalah !  Jawab Muhammad kembali :  Saya tidak pandai membaca. Lalu dipeluknya pula sampai berulang 3 kali, sehingga sempurnalah letihnya badan Muhammad. Setelah 4 Kali diperbuatnya demikian, barulah dibacakan oleh Jibril Wahyu yang datang dari ALLAH  : 
Terjemahannya :
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan! Dijadikannya manusia dari pada darah. Bacalah ! Dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajarkan dengan kalam. Diajarkannya manusia apa yang tidak diketahui-nya".    (Surat Al Alaq 1-5 dari Al Quran.
Setelah dibaca oleh Muhammad perkataan-perkataan itu dengan sempurna , Malaikat Jibril itupun pergilah sambil berkata : "Hai Muhammad , engkau telah diangkat menjadi Rasul ALLAH dan akulah Jibril ! Kemudian Jibril-pun lenyap. CATATAN : Data ini diambil dari Buku Muhammad Rasulullah oleh Anwar Rasyid  Penerbit Pustaka Panjimas  Cetakan ke VII Jakarta 1982). . 
.  
Demikianlah Muhammad pada Tahun 611 Masehi atau malam 17 Ramadhan  di Gua Hira telah   ditunjuk dan diutus oleh ALLAH sebagai Utusan - Rasul ALLAH dengan mendapatkan Wahyu pertama dari ALLAH di Gua Hira, dekat Kota Mekah,  melalui Utusan malaikat Jibril  untuk membaca Surat Iqra (Bacalah) Surat Al Alaq ayat 1 hingga 5 dari Kitab Suci Al Quran..

Pada saat itu  di Mekah bukanlah daerah "Hampa" atau "kosong" dari keyakinan atau kepercayaan, melainkan sudah ada :

a) Etnis Bani Israel yang tinggal di Mekah maupun Medinah dengan “keyakinan Yahudi”,  dan

b) Bangsa Bani Israel maupun (Romawi diluar daerah Kawasan Timur Tengah) yang mempunyai “Keyakinan Nasrani” dimana oleh sebagian penganut Nasrani, terindikasi  dalam Kitab Suci Al Quran  bahwa oleh Ahli Kitab ternyata   Nabi Isa telah dijadikan Tuhan yang seharusnya posisi kedudukan nya adalah  Rasul – Utusan dari ALLAH ( Surat AL Maidah 5 ayat 17)  maupun dijadikan sebagai anak Tuhan  yang seharusnya Rasul – Utusan dari ALLAH     (Surat 4 An Nisa ( Wanita) ayat 171),  sehingga menurut AL Quran para Ahli Kitab dari Nasrani telah berlebihan dan melampui batas dalam beragama dan telah keluar dari Konsep Ketauhidan (Monotheisme) yang telah disampaikan oleh Para Rasul dan Nabi terdahulu yaitu Rasul / Nabi Nuh, Ibrahim,  Ismail, Ishak, Jacob, Jusuf,   Musa, Daud, Sulaiman, Isa maupun Para Rasul dan Nabi yang diutus oleh ALLAH untuk “hanya menyembah dan mengabdi  kepada ALLAH yang Maha Esa”;
  
Catatan Keterangan: 

    Sesuai dengan Surat Al Maidah ( Terjemahan : Hidangan) ayat 72  hingga ayat 78 dari Kitab Suci  AL Quran : ALLAH berfirman

Terjemahannya :

Mulai Salin :

   72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya ALLAH  adalah Al Masih Putera Maryam, padahal Al Masih (sendiri) berkata: :"Hai Bani Israel  :   
Sembahlah ALLAH Tuhanku dan Tuhanmu.Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) ALLAH, maka pasti ALLAH mengharamkan  kepadanya Surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi .orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

73 Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang menyatakan :

"Bahwasanya ALLAH salah satu dari yang tiga, padahal sekali-sekali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

74 Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada ALLAH dan memohon kepadaNYA?  Dan ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

75. Al Masih Putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami) kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu.)

76 Katakanlah : Mengapa kamu menyembah selain daripada ALLAH sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?
Dan ALLAH Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

77. Katakanlah : Hai Ahli Kitab janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu.  Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu  orang-orang yang telah  sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad ) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia  dan mereka tersesat dari jalan yang lurus. 

78. Telah dila'nati  orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa Putera Matyam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
 
Surat Al Maidah 5 ayat 116 

Terjemahan 

"Mulai Salin"  
116,  Dan (ingatlah) ketika ALLAH berfirman : 
Hai Isa Putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : " Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain ALLAH?" Isa menjawab : "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan -nya maka tentunya Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa  yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. 
117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka, kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya yaitu : Sembahlah ALLAH Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku meniadi saksi terhadap mereka, selama aku berada diantara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.  
118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau yang Maha  Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 "Selesai Salin" 
    
       c)    serta Etnis  Arab yang menyembah Berhala dan patung yang dibuat sendiri oleh Kaum Arab              maupun mempertuhankan makhluk-halus dan benda-benda di angkasa.


ANALISA : 

Pada permulaan Nabi Muhammad menerima Wahyu Pertama dari ALLAH melalui Malaikat Jibril, beliau belum mempunyai pengikut Islam,  melainkan dimulai  dari Isterinya Rasul yaitu Siti Khadijah yang sangat setia menemani Muhammad yang seringkali datang ke Bukit Gua Hira yang tidak jauh dari Kota Mekah untuk merenungkan dan mengasingkan diri, karena merasa gundah gulah akibat  adanya kerusakan akhlak dari kaumnya dan bangsa-bangsa disekitarnya, dimana kebanyakan manusia telah sesat dari jalan yang benar, sehingga pada akhirnya ALLAH melalui Malaikat Jibril menurunkan Wahyu dan sambil berkata : aku ini Jibril dan engkau Rasulullah. Muhammad tentunya kaget namun Jibril menyambung perkataannya dengan menyuruh   Muhammad untuk membaca "Iqra: ( Bacalah" ).

Pada Surat  5 Al Quran - Al Maidah (terjemahannya “Hidangan” ) ayat 19 ALLAH berfirman:

Mulai  Salin 
Terjemahannya :  

Wahai Ahli Kitab Sungguh Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan (syariat KAMI) kepadamu ketika “terputus” (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan “ Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sungguh telah datang kepada kamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu.     

Selasai Salin

CATATAN  Keterangan :

" MASA KEGELAPAN "


Dari penelusuran keterangan dari Abdullah Yusuf Ali dalam  Kitab Terjemahan The Holy Al Quran, diterangkan bahwa pada masa 600 tahunan (dibulatkan) jarak antara Nabi Isa dan Nabi Muhamad S.A.W., adalah "Masa Kegelapan" dari Dunia dimana Agama telah dikorupsi, Moral telah merosot,  dan  masa 600 tahun tersebut adalah masa  terjadi “terputusnya” pengiriman atau diutusnya rasul-rasul oleh ALLAH hingga saat diutusnya Rasul Terakhir Muhammad S.A.W. oleh ALLAH.   

Dengan demikian dalam Kitab Suci AL Quran yang merupakan ayat-ayat ALLAH berupa Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril sebagai utusan ALLAH, kita amati di Kitab Suci Al Quran , bahwa "Berita Gembira" maupun "Peringatan"  dari ALLAH yang   terdapat dalam berbagai Surat maupun ayat ayat ALLAH dalam  Kitab Suci AL Quran,  telah diturunkan kepada Rasul Muhammad S.A.W> untuk disampaikan risalat-nya kepada seluruh manusia yaitu  :   
    a)  Orang Beriman (yang  beriman kepada ALLAH dan Rasul Muhammad          S.A.W.
b)  Ahli Kitab (Yahudi maupun Nasrani) guna diberitahukan oleh ALLAH  bahwa kedudukan yang sebenarnya dari Isa Putera Maryam adalah sebagai Rasul Utusan ALLAH, sebagaimana sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul,
c)    Manusia
          d)  Orang Kafir (orang yang tertutup hatinya untuk beriman kepada ALLAH   dan              Rasul Muhammad maupun Kitab Al Quran)


  Kita ketahui bahwa Nabi Muhammad S.A.W berdakwah selama 10 Tahun di Kota Mekkah, yaitu Kota dimana  BaituLLAH (terjemahannya :  "Rumah Allah") pertama telah  ditinggikan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada masa Nabi Ibrahim atas perintah dari ALLAH,   dan 13 Tahun di Medinah, dimana awal  Dakwahnya, Nabi Muhammad  S.A.W. maupun pengikutnya yang dimulai awalnya  dari 40 pengikut Rasul ALLAH,   senantiasa dikejar - kejar, diperangi, dimusuhi dan  hendak dibunuh oleh kaum Musyrikin Arab, yang ada di Mekah, karena kaum Musyrik Arab di Mekah merasa sangat terancam kewibawaan serta kekuasaan mereka, sehingga menyebabkan Rasul, sahabat Rasul serta Pengikutnya  harus berhijrah dari Kota Mekah   ke Kota Medinah, sesuai perintah ALLAH kepada Rasul Muhammad S.A.W.   


Tuesday, April 11, 2017

ASAH RASA KEIMANAN DI QALBU


Jika kita sudah menginjak Umur senja, maka yang harus kita asah adalah rasa keimanan kita di Qalbu, dimana phisik kita sudah mulai melemah namun kita harus tekankan untuk memperkuat rasa keimanan kita kepada ALLAH Yang Maha Kuasa.
Sebagai orang yang berprofesi Hukum khususnya kombinasi sebagai In-house Counsel atau Legal Consultant dimulai dari Adnan Buyung Nasution &Associates (Nasution Lubis Hadiputranto) 5 Tahun Inhouse Legal Counsel di Vico Indonesia (Huffco Indonesia) perusahaan Migas Asing beroperasi di Kalimantan Timur, 1 Tahun sendiri dan 2 Tahun diajak merger di Delma Juzar dan Wiriadinata, 5 tahun Inhouse Legal PT Freeport Indonesia dan selama lebih dari 18 Tahun sebagai Independent Business Lawyer hingga kini, maka kita tentunya berpatokan kepada Sumber Hukum yang dibuat oleh Negara     (Eksekutif dan Legislatif) serta Hukum Perjanjian diantara Para Pihak yang menandatangani Perjanjian Transaksi Bisnis; 
Dengan latar belakang cara berpikir sebagai Lawyer, tentunya dalam menelusuri keimanan kita juga akan berpatokan kepada mencari Sumber Hukum dari Keimanan, dimana sebagai penganut agama Muslim kita berpatokan kepada Kitab Suci Al Quran sebagai firman ALLAH yang diturunkan sebagai Wahyu kepada Rasul Muhammad S.A.W. dimana dalam Kitab Suci ALLAH tersebut,  kita diberikan petunjuk oleh ALLAH untuk meyakini juga  Kitab-Kitab Suci yang terdahulu yang diturunkan sebelum Al Quran kepada Para Rasul dan nabi sebelum Rasul Penutup Mohammad S.A.W.     

Dalam Kitab Suci Al Quran pada Surat ke 2 Al Baqarah,  ayat 3 kita sebagai orang yang beriman diminta untuk tanpa ragu-ragu harus beriman kepada Yang Ghaib,
http://www.ibnukatsironline.com/2014/08/tafsir-surat-al-baqarah-ayat-3.html 
yaitu Zat atau elemen yang tidak dapat kita lihat dengan phisik mata kita,  yaitu ALLAH, para Malaikat, Jin, Syaitan maupun alam Kiamat, Alam Barzah, Surga, Neraka. 
Maka selain alam Phisik materi yang dapat kita lihat sebagai tanda-tanda kebesaran ALLAH, kita juga diminta oleh ALLAH untuk percaya kepada Ghaib antara lain Iman adanya  berbagai Malaikat yang bersayap, dimana setiap manusia  didamping oleh  2 (dua)  Malaikat yang senantiasa mencatat segala tindak tanduk dari masing-masing kita setiap hari dan malam, tanpa ada  sedikitpun dari tindakan kita, baik  itu tindakan amal kebaikan ataupun tindakan keburukan,  yang tidak terlepas dari catatan Malaikat yang berfungi membuat catatan tindakan kita tersebut.Sesuai dengan Surat Anbiya ayat 19 ..terjemahannya Dan bagi NYA lah apa yang dilangit dan dibumi, dan malaikat-malaikat disisiNYA, mereka tidak sombong untuk menyembah-NYA dan tidak (pula) merasa letih; Ayat 20 Mereka bertasbih malam dan siang tidak henti-hentinya.  

Dalam Surat Anbiya ayat 47 ALLAH berfirman : Terjemahannya
Dan Kami akan meletakan timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidaklah dikurangi (amalan) seseorang sedikitpun. Dan jika (amalan) itu seberat biji sawi (pasti) Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami membuat perhitungan.

Pada Surat Anbiya ayat 94 ALLAH berfirman :
Terjemahannya :
Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan (amal saleh) dan dia beriman, maka tidak ada pengingkaran bagi amalnya, dan sesungguhnya Kami menuliskan (amalnya) untuknya.

Dari Firman ALLAH pada Kitab Suci Al Quran, kita mengetahui bahwa keimanan adalah sangat penting; Sehingga jika manusia melakukan amal saleh, namun tidak beriman, tentunya akan merugi manusia tersebut,  karena "Keimanan" yaitu kepercayaan kepada ALLAH Yang Maha Tunggal, Rasul ALLAH, Kitab ALLAH, Malaikat, Hari Akhirat adalah sangat penting, supaya kita hidupnya didunia bisa terarah dan tidak tersesat, untuk selanjutnya akan ada Hari Akhirat sebagai Hari Pembalasan, atas segala perbuatan dari setiap manusia selama dia berada di Bumi atau Dunia yang sementara ini.
Untuk membangun rasa keimanan tersebut, kita harus menggunakan Qolbu kita yang menurut Hadist dari Rasul Muhammad S.A.W adalah sebuah daging yang berada secara phisik di tubuh kita
 Penulis Copy Cut paste dari https://alaminiyah.wordpress.com/2014/05/27/segumpal-daging-itu-adalah-hati-ust-abu-abdirrahman-al-hajjamy-ma/
SALIN 
Mari renungkan sejenak… Sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati, hakikatnya adalah iman. Hati (iman) yg baik/lurus akan membuat baik seluruhnya namun apabila hati (iman) rusak/sakit/sesat maka akan rusak seluruhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
 ” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
"Selesai SALIN"
Secara non phisik, fungsinya dari Qalbu tersebut adalah untuk menangkap pesan-pesan rohani yang disampaikan oleh ALLAH S.W.T, yang sebagian melalui Wahyu yang disampaikan melalui Malakait Djibril kepada Rasul Muhammad S.A.W., yang kemudian disampaikan Rasul Muhammad S.A.W. kepada isteri dan para Sahabat-Sahabat Rasul, yang diingat dan dihafal oleh Para Sahabat Rasul, yang kemudian perkembangannya,  diminta oleh salah satu Sahabat Nabi untuk dikumpulkan secara tertulis dalam suatu "Kitab Suci Al Quran" yang merupakan Cahaya dari ALLAH untuk memberikan petunjuk dan penerangan Cahaya, dan peringatan kepada kita, manusia untuk beriman kepada Kitab Suci Al Quran tersebut, yang salah fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan kita manusia dari Kegelapan.Penulis Copy Cut Paste dari https://litaniaager.wordpress.com/2011/07/24/dari-kegelapan-menuju-cahaya/


Seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. (TQS. ath-Thalaq [65]: 11)
]هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَى عَبْدِهِ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ[
Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. (TQS. al-Hadid [57]: 9)
]الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ[
Alif, lâm râ. Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka. (TQS. Ibrahim [14]: 1)
Mengingat kita sudah berumur senja,  maka ada baiknya kita benar-benar sadar dan berusaha  mencari Sumber Informasi yang benar terkait adanya  ALLAH yang telah menciptakan kita manusia,  menyempurnakan kita dan memberikan Petunjuk melalui Kitab Suci Al Quran untuk mempercayai bahwa ALLAH itu hanya satu Tunggal tidak ada yang menyerupai ALLAH, serta ALLAH tidak beranak maupun diperanakan sesuai Firman ALLAH dalam Surat Al Ikhlas dari Kitab Suci AL Quran yang Penulis copy cut paste dari   http://gagaje.blogspot.co.id/2013/05/surah-al-ikhlas.html
"SALIN" 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).


Artinya:
1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
"SELESAI  SALIN"
Konsep Ketauhidan adalah Konsep yang sangat penting bagi Umat Muslim yang telah diinformasikan kepada kita manusia dari generasi ke generasi, semenjak Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa  hingga  Rasul Penutup yaitu  Rasul  Muhammad S.A.W. melalui  Kitab  Suci  AL Quran yang membenarkan Kitab-Suci terdahulu yang telah diturunkan kepada Nabi Musa, Nabi Isa    

Jakarta,  11 April 2017
Agung Supomo Suleiman
 
   

Thursday, March 2, 2017

12 PINTU PINTU REJEKI SUMBERNYA DARI AL QURAN

Penulis mendapatkan  Quran terkait dengan Firman ALLAH terkait dengan Rejeki  Penulis mendapatkan dari WA yang dishare dari Adikku ada Keterangan sebagai Berikut :  
*12 PINTU - PINTU REZEKI*
*1.Rezeki Yang Telah dijamin.*

_"Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya"(Q.S.11:6)

*2.Rezeki Karena Usaha.*

_"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya"_ (Q.S.53:39)


*3.Rezeki Karena Bersyukur.*
_"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu"_ (Q.S.14:7)

*4.Rezeki yg Tak Terduga.*

_"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya"_
(QS. At Thalaq :2)


*5.Rezeki Karena Istighfar.*

_"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”_ (QS. 71 : 10-11)


*6.Rezeki Karena Menikah.*


_"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_(QS. an-Nur : 32)


*7.Rezeki Karena Anak.*


"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”_(QS. al-Isra 31)


*8.Rezeki Karena Sedekah.*

_"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak"_ (QS. Al Baqarah 245)


*9. Rezeki karena rajin menjalin tali silaturrohim*


*10. Rezeki karena Iman dan taqwa.*


*11. Rezeki karena pengorbanan diri, harta dan waktu utk urusan Keagamaan*


*12. Rezeki karena Istiqomah Membaca Al-Qur'an, Surah Al Waqiah, dan Sholat Sunnah Dhuha.*




Sebarkanlah Firman ALLAH  yang memberitahukan adanya   12 pintu - Pintu Rezeki ini  kepada seluruh Umat manusia, karena berbagi ILMU yang bersumber dari Firman ALLAH, rasanya kita menjadi terbuka Qalbu, mata bathin maupun akal pikiran, emosional  dan Keyakinan mengenai Maha Baiknya ALLAH yang senantiasa hendak mengetuk manusia untuk mau membaca Al Quran sebagai Kitab Suci yang diturunkan sebagai wahyu kepadaUtusan  Rasul ALLAH yaitu Rasul Muhammad S.A.W.    


Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemberi dan Pemilik semua pintu rezeki
Jakarta,  

Sunday, June 19, 2016

KETAUHIDAN _ MONOTHEISME

Penulis sedang membaca Kitab Suci AL Quran Surat Ali Imran dimana pada ayat 95 Allah berfirman (terjemahan bahasa Indonesia) : Katakanlah : Benarlah (apa yang difirmankan oleh) ALLAH, maka ikutilah agama Ibrahim  yang  lurus, dan dia bukanlah termasuk orang - orang yang musyrik. Selanjutnya dalam ayat ke 96 ALLAH berfirman terjemahan bahasa Indonesianya
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat Ibadat) manusia, ialah Baitullah yang ada di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi (manusia) semesta alam..
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim dan barangsiapa memasuki (Baitullah) merasa amanlah dia, mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap ALLAH (yaitu bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (terhadap kewajiban haji), maka sesuangguhnya ALLAH Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu dari semesta alam (Ayat 97  Surat Ali Imran Kitab Suci Al Quran).

 Kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa seluruh Rasul dan Nabi yang telah diutus oleh ALLAH ditugaskan untuk melakukan dakwah kepada masing-masing umatnya untuk "Hanya Menyembah Kepada ALLAH Yang Maha Esa  dan Maha Tunggal". 
Maka merupakan kewajiban dari pada kita semua untuk meneruskan dakwah KETAHUIDAN  kepada semua umat manusia didunia ini, sesuai perintah ALLAH S.W.T. melalui Rasul dan Nabi termasuk Nabi Nuh, Nabi Ibrahim A.S,  Nabi Ismail A.S, Nabi Ishak A.S., Nabi Yacob A.S, Nabi Yusuf A.S, Nabi Musa A.S, Nabi Isa A.S dan penutupnya Nabi Muhammad S.A.W. Salah satu yang harus kita imani   adalah percaya kepada yang Gaib yaitu  ALLAH yang kita tidak bisa melihat, maupun para Malaikat dan Syaitan serta Jin,  Hari Kiamat, Surga,  Neraka.
Adapun data mengenai hal keyakinan dan Agama Ibrahim dapatlah kita baca dari  Kitab Suci yang telah diturunkan ALLAH melalui para utusan Rasul dan Nabi. Maka kita ketahui bahwa faktor  penting terkait dengan keyakinan ini  adalah Faktor Iman dimana pemahaman atas  Iman ini haruslah melalui keterbukaan Qalbu kita untuk mendapatkan kebenaran mengenai Siapa Pencipta dari seluruh semesta Alam ini dengan segala isinya baik dilangit maupun dibumi.
Dengan kita mau memaksakan diri  membuka Qalbu kita untuk membaca Kitab Suci dari ALLAH tersebut, serta mendengarkan ceramah dan dakwah dari Para Dai yang dapat kita temukan di media sosial termasuk You Tube dan media sosial lainnya di Internet, maka Insya ALLAH kita bisa memperoleh banyak data untuk mendapatkan informasi kebenaran Petunjuk Cahaya Nur dari ALLAH. Tentunya kita harus berpegang kepada Al Quran dan Hadist sesuai dengan dakwah yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W.
ALLAH juga berfirman didalam Surat Al Baqarah ayat 256 setelah ayat Kursi yang terjemahan bahasa Indonesianya  berbunyi :
Tidak ada paksaan untuk (memeluk) agama (Islam). Sesungguhnya  telah  jelas  jalan      yang benar daripada jalan yang sesat karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut (berhala) dan beriman kepada ALLAH, maka sesungguhnya "ia telah berpegang kepada tali yang teguh yang tidak akan putus". Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 Selanjutnya  ayat 257 dari Surat Al Baqarah  terjemahannya bahasa Indonesia :
ALLAH Pelindung orang-orang yang beriman.  Dia mengeluarkan   mereka   dari  Kegelapan    (Kekafiran) kepada Cahaya (Iman). Dan orang - orang kafir, pelindung mereka adalah syaitan, syaitan (Thogut)  mengeluarkan  mereka  dari pada    Cahaya     menuju kepada Kegelapan         ( Kekafiran) mereka itu adalah penghiuni Neraka.   

Berdasarkan Dasar Fundamental Pokok Ketauhidan diatas,  maka kita sebagai kaum muslim haruslah pandai bersyukur, dan seringkali berinteraksi dan membaca Kitab Suci Al Quran,  serta memahaminya  dan juga menyampaikan pesan dakwah "Konsep Ketauhidan - Monotheisme" diatas, walaupun hanya satu ayat untuk dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat manusia. Nanti urusan pemberian Petunjuk dan Hidayah adalah dari ALLAH. 

Sekian dahulu tulisan Penulis sore hari ini
Agung Supomo Suleiman
19 Juni 2016
Bulan Suci Ramadhan  

Tuesday, June 7, 2016

DOA NABI IBRAHIM di Baitullah Kabah Mekah

Saat permulaan Bulan Suci Ramadahan, Penulis sedang membaca Surat Al Baqarah dari Kitab Suci AL Quran, dimana Penulis ingin kemukakan sesuatu hal menarik terkait doa Nabi Ibrahim yang terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 129 yang terjemahannya berbunyi :  

Ya Tuhanku, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (Al Quran) dan hikmah serta mensucikan mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 Ayat 129 ini merupakan rangkaian dari ayat-ayat sebelumnya di Surat Al Baqarah dari Al Quran, yang ditujukan kepada Bani Israil, untuk mengingkatkan  (i) bahwa kaum Bani Israil sebenarnya telah mengharapkan kedatangan Nabi untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir, namun setelah datang Nabi kepada mereka yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya (Surat 89 Al Baqarah), maupun (ii)  perjuangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah Ketahuidan kepada penduduk di Mekah termasuk ayah dari Nabi Ibrahim yang menyembah berhala, dimasa periode Kenabian Ibrahim A.S. 
Kita diingatkan oleh ALLAH bahwa ALLAH  telah menjadikan rumah Baitulah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman serta jadikanlah sebahagian makam Ibrahim sebagai tempat Sholat (ayat 125 Al Baqarah). Dan ALLAH telah memerintahkan kepada Ibrahim dan Ismail agar membersihkan (mensucikan) Rumah - ALLAH untuk orang yang tawaf, iftikaf, ruku dan sujud.(ayat 125 Al Baqarah). Nabi Ibrahim telah  meninggikan - membina dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (ayat 127 Al Baqarah); Setelah Nabi Ibrahim diberikan  ujian beberapa kalimat ALLAH (perintah dan larangannya), dan Nabi Ibrahim menunaikannya, maka ALLAH berfiman :
Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu Imam bagi seluruh manusia, dimana Ibrahim berkata : (dan juga keturunanku) ALLAH berfirman JanjiKU tidak mengenai orang-orang yang zalim (Ayat 124 Surat Al Baqarah).

Sangat menarik untuk kita cermati bahwa Nabi Ibrahim A.S. menurut https://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Ibrahim_a.s. adalah putera Azar (atau Terah bin Nahor Bin Serug bin Falikh Bin Aaabir Syalih bin Arfatksyad bin Saam bin Nuh A.S.         ( Catatan dari Wikipedia : Perlu Rujukan). Dari sumber wikipedia diatas, disebutkan bahwa  Nabi Ibrahim A.S. dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram dalam Empire(Kerajaan) Neo - Babylon yang saat itu diperintah oleh seorang Raja yang Zalim bernama "Namrud bin Kan'aan."
Terindikasi sebelum itu keadaan tempat lahir Nabi Ibrahim A.S. berada dalam keadaan kucar - kacir. Hal ini disebabkan  Raja Namrud memperoleh pertanda dari penasehatnya bahwa seorang bayi akan lahir yang akan membahayakan Takhta Raja Namrud. Maka Raja Namrud mengarahkan agar semua bayi dibunuh. Meskipun demikian kehendak ALLAH tetap terjadi, dimana Isteri Aazar telah mengandung tanpa menunjukan kehamilannya. Pada saat tiba melahirkan Ibrahim, Ibu dari Ibrahim melahirkan anaknya di sebuah gua. Menurut Pengarang Buku Sejarah Hidup Muhammad yaitu Muhammad Husain Haekal cetakan ke Delapan Belas Juni 1995 diterjemahkan oleh Ali Audah diterangkan bahwa Ibrahim dilahirkan di Irak (Chaldea) dari seorang tukang kayu pembuat patung. Patung-patung itu dijual kepada masyarakatnya sendiri, lalu disembah.  
Dari pencarian data dari Website terindikasi bahwa Babylon adalah negara-kota bagi Mesopotamia kuno dan tinggalannya kini ditemui di Al-Hillah, Wilayah Babil, Iraq lebih   kurang  85 km Selatan Bagdad (https://ms.wikipedia.org/wiki/Babylon#/media/File:Hammurabi%27s_Babylonia_1.svg).
Selanjutnya kita peroleh data di Website, terkait sejarah permulaan Bangsa Israel dimulai dari Hijrahnya Nabi Ibrahim beserta pengikutnya dari Babylon pada tahun 1900 SM https://www.facebook.com/SaveGazaFreedomForPalestine/posts/452595104787300,  guna  menghindari tekanan dari Penguasa Zalim Namruz (Namrud?). Orang-orang ini disebut dengan nama sebutan "Ibrani" yang berarti menyeberang. Penamaan  ini muncul disebabkan saat Nabi Ibrahim hijrah dari Babylon ke Kan'an (Palestina) harus  melintasi Sungai Eufrat. Sejak saat itu kelompok Muhajirin dan keturunannya menjadi bangsa yang disebut Bangsa Ibrani. Setelah Nabi Ibrahim meninggal, kepemimpinan Ibrani  digantikan oleh Ishak, dimana Ishak diganti oleh putranya bernama Yaqub.  
Menurut data Website diatas, nama Yaqub mempunyai gelar kehormatan yang disebut Israel, artinya Hamba ALLAH yang amat Taat. Yaqub mempunyai 12 Putra termasuk Yusuf, dimana pada saat Yusuf menjadi pejabat di Mesir, maka semua anak - cucu Yaqub dibawa ke Mesir.  Keluarga Yaqub diperlakukan secara baik oleh Pharaoh zaman itu. Namun dalam perkembangannya berabad-berabad setelah itu muncul Firaun yang tidak suka kepada mereka namanya Thomotsis karena khawatir dengan bangsa Israel serta tidak senang dengan ajaran Ketahuidannya, sehingga bangsa Israel dijadikan budak, yang kemudian dibebaskan oleh Musa.  
Kembali kepada Nabi Ibrahim, menurut Buku Sejarah Nabi Muhammad karangan  M.H.Haekal pada  halaman 23 disebutkan bahwa Ibrahim tidak berhasil mengajak masyarakatnya untuk ber Tauhid menyembah hanya kepada ALLAH, malah sebagai balasannya Ibrahim dicampakan ke dalam Api. Namun ALLAH menyelamatkan Nabi Ibrahim.  Nabi Ibrahim hijrah - lari ke Palestina beserta isterinya Sarah. Namun tidak berapa lama di Palestina berjangkit penyakit menular dan kelaparan sehingga mereka pindah dari Palestina ke Mesir. 
Mesir saat itu dibawah kekuasaan raja-raja "Amelekit (Hykos)". Di Mesir Nabi Ibrahim  hidup makmur namun membuat orang Mesir ngiri sehingga Nabi Ibrahim pindah kembali ke Palestina (Sumber data http://sajadahmuslimku.blogspot.co.id/2014/03/kisah-asal-usul-nabi-ibrahim-as.html). 
Di Negeri Palestina Hajar melahirkan Ismail.  Tidak lama kemudian Sarah melahirkan Ishak. 
Dari data diatas, terindikasi bahwa Nabi Ibrahim berada dan lahir di Babylon sebelum Hijrah atau menyeberang ke Kan'an ( Palestina) yang mesti  melintasi Sungai Eufrat, sehingga sejak saat itu kelompok Muhajirin dan keturunannya menjadi bangsa yang disebut Bangsa Ibrani. 
Nabi Ibrahim nikah  dengan Siti Sarah hingga berumur usia lanjut belum mempunyai anak, sehingga menurut data dari internet Sarah menasehatkan Nabi Ibrahim untuk nikah dengan Hajar.  Sarah adalah wanita cantik. Pada saat itu raja-raka Amelekit (Hykos) di Mesir biasa mengambil wanita-wanita bersuami yang cantik-cantik. Ibrahim memperlihatkan seolah-olah Sarah adalah saudaranya. Ia takut dibunuh dan Sarah diperisterikan oleh Raja. Dan raja memang bermaksud memperisterikan Sarah. Namun dalam tidurnya Raja bermimpi bahwa Sarah sudah bersuami. Kemudian dikembalikan Sarah kepada Ibrahim sambil dimarahi (disadur dari buku Sejarah Nabi Muhammad buku  Karangan M.H.Haekal). Raja Mesir memberikan hadiah diantaranya gadis belia bernama Hajar kepada Ibrahim. Dari sumber lain disebutkan bahwa Raja Mesir memberikan hadiah berupa Hajar kepada Siti Sarah, karena Siti Sarah dapat menyembuhkan penyakit dari Raja Mesir. Memang sumber data di website nampaknya bisa kita temukan adanya perbedaan. 
Terindikasi dari data diatas, Siti Hajar bukan berasal dari bangsa Ibrani yang menetap dan dilahirkan di Babylon  melainkan dari Mesir, karena Siti Hajar adalah gadis belia yang dihadiahkan oleh Raja Mesir kepada Nabi Ibrahim. Dari pernikahan Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar, lahirlah Nabi Ismail. Sesudah Ismail tumbuh dewasa Sarah kemudian memperoleh anak yaitu Ishak. 
Nabi Ismail terindikasi etnisnya adalah  berasal dari hasil campuran Bangsa Ibrani yang berpindah dari Babylonia - Mesopotamia - Iraq ke Mesir dan Ibu Hajar yang berada di  Mesir. Ismail di Amaliq dan berdakwah untuk penduduk Al Amaliq bani Jurhum dan Qabilah Yaman. Nabi Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, dimana sejarah tempat ini sebelumnya gelap sekali (disadur dari buku Sejarah Nabi Muhammad buku  Karangan M.H.Haekal). Nama dari Nabi Ismail disebutkan 12 Kali dalam Al Quran dimana Nabi Ismail meninggal di Mekah tahun 1779 SM sesuai data yang  Penulis peroleh dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/isma%27il.
*IBRAHIM berangkat dengan Ismail dan Ibunya ke lembah Mekah. 

http://muslimcanada.org/ch15hamid.html#map
Ishak telah menjadi besar disamping Ismail. Kasih sayang Nabi Ibrahim A.S.kepada kedua anaknya sama. Terindikasi dari data yang Penulis peroleh di Website bahwa Siti Sarah gusar melihat anaknya dipersamakan dengan anak Hajar.  Nabi Ibrahim A.S. merasa bahwa hidupnya tidak akan bahagia kalau kedua wanita  tinggal dalam satu tempat. Oleh karenanya pergilah Nabi Ibrahim bersama Hajar dan Ismail kearah Selatan dan sampailah mereka di suatu lembah, letak Mekah sekarang ini (Sumber disadur dari Buku Sejarah Nabi Muhammad Karangan M.H.Haekal-halaman 25). Lembah ini tempat para Kalifah membentangkan kemahnya saat berpapasan dengan kalifah dari Syam ke Yaman atau dari Yaman ke Syam. Namun saat itu adalah saat yang sangat sepi sepanjang tahun, Ismail yang masih anak kecil dan Ibunya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim S.A. di Lembah yang berada antara Bukit Sofah dan Marwah, dengan keperluannya termasuk air. Hajar membuat gubuk dan Ibrahim kembali ketempatnya.
Sesudah kehabisan air dan perbekalan, Siti Hajar terus berlari kelembah mencari air, guna mendapatkan minuman, Siti Hajar harus berlari beberapa kali dari Bukit Shofa  ke Bukit Marwah. Setelah berusaha berkali-kali barulah sebanyak 7 kali bolak balik Bukit Shofah dan Bukit Marwah, ada suara yang terdengar oleh Siti Hajar,  dimana suara tersebut adalah suara Malaikat yang memberitahukan kepada Siti Hajar bahwa  ada air dilokasi  Nabi Ismail  yang menghentakan kakinya ketanah dan keluar air segar,  dimana Siti Hajar berusaha mengumpulkan air tersebut dengan meneriakan Zam-zam  (yang konon  artinya berhentilah air supaya bisa terkumpul);
Demikianlah  ALLAH Maha Melihat Maha Penyayang sehingga tidak akan membiarkan Siti Hajar dengan bayinya Ismail terlantar kehausan, setelah air dan kurma yang diberikan oleh Nabi Ibrahim, sewaktu Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Jajar dan bayi Ismail  telah habis.
 Setelah Nabi Ismail menginjak menjadi anak dewasa, ada perintah dari ALLAH kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi untuk memotong Nabi Ismail satu-satunya anak yang diberikan ALLAH kepada Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, dimana Nabi Ibrahim menuruti perintah dari ALLAH tersebut setelah mimpinya diberitakan kepada Nabi Ismail. Nabi Ibrahim bertanya kepada Ismail apakah mimpi dari para Nabi benar, Ismail mejawab benar. Maka berangkatlah Nabi Ibrahim dan Ismail ke Bukit Mina dimana dieritahukan mimpi Nabi Ibrahim kepada Ismail, dan Ismail menyatakan sabar dan ikuti perintah ALLAH. Dalam perjalanan tersebut Nabi Ibrahim 3 kali di goda syaitan untuk jangan mengorbankan anaknya, namun syaitan yang menggoda dilempari batu oleh Nabi Ibrahim.

Sesudah beberapa kali ujian Kalimat ALLAH terhadap Nabi Ibrahim dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim dengan baik termasuk sewaktu Nabi Ibrahim rela dibakar dan sekarang mengikuti perintah ALLAH untuk menyembelih Ismail yang diganti oleh ALLAH dengan seekor kambing (domba), maka ALLAH menunjuk dan mengangkat Nabi Ibrahim menjadi Pimpinan Umat untuk menyebarkan dakwah Ketauhidan.
Didalam ayat 128 dari Surat Al Baqarah ini terdapat Doa dari Ibrahim yang terjemahannya berbunyi : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukanlah kepada kami cara-cara dan tempat - tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami,sesungguhnya Engkalulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


*ANAK-anak Nabi Ismail .
Dari perkawinan Nabi Ismail dengan isterinya pertama diceraikan oleh Nabi Ismail atas  nasehat dari ayahnya Nabi Ibrahim, melalui isteri pertama, sampaikan ke suami kalau datang : "Ganti ambang pintumu", karena isterinya menyatakan tidak mempunyai makanan atau mimuan untuk dihidangkan ke Nabi Ibrahim.
Isteri yang baru Ismail  yaitu putri Mudzadz bin Amr dari Kabilah Jurhum, menyambut Ibrahim dengan baik jika berkunjung, sehingga Ibrahim menyatakan : "Sekarang ambang pintu rumahmu sudah kuat". Dari perkawinan ini Ismail mempunyai 12 orang anak, dan mereka inilah yang menjadi cikal bakal Arab al-Musta-riba, yakni orang Arab yang bertemu dari pihak Ibu pada Jurhum dengan Arab al-Ariba keturunan Ya'rub ibn Qahtan. Sedangkan ayah mereka, Ismail anak Ibrahim dari pihak Ibunya erat sekali bertalian dengan Mesir, dan dari Bapak dengan Irak (Mesopotamia) -  dan Palestina atau kemana saja Ibrahim menginjak kaki.  Dari percampuran perkawinan Ismail dengan unsur-unsur Ibrani-Mesir disatu pihak dan Unsur Arab dilain pihak, menyebabkan keturunan membawa sifat Arab, Ibrani dan Mesir.  (Sumber disadur dari Buku Sejarah Nabi Muhammad Karangan M.H.Haekal-halaman 27).

*Diutusnya Rasul Muhammad S.A.W. ke masyarakat Mekah untuk seluruh manusia tidak lepas dari DOA Nabi Ibrahim 
Kita lihat bahwa jarak masa  antara Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad S.A.W.  adalah berselang lama sekali beratus tahun bahkan lebih dari seribu tahun, dimana terbukti bahwa Doa Nabi Ibrahim kepada ALLAH sewaktu Nabi Ibrahim berada di Mekah untuk membangun Baitulkah bersama dengan Nabi Ismail,  dikabulkan oleh ALLAH,  termasuk doa dalam ayat 129 dimana Nabi Ibrahim memohon kepada ALLAH untuk diutusnya seorang Rasul dari kalangan mereka (yang berada di Mekah ) yaitu kaum etnis Arab, seorang Rasul yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat ALLAH dan mengajarkan mereka al kitab (Al Quran) dan Hikmah serta mensucikan mereka, dimana sesungguhnya ALLAH Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
 Kita sebagai manusia harus membuka Qalbu kita untuk mau membaca Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada kita melalui Para Rasul dan Nabi, untuk mendapatkan Ilmu Pengetahuan mengenai pengenalan Para Nabi pendahulu sebelum  Nabi -Rasul Muhammad S.A.W. untuk berdakwah Menyembah Hanya kepada ALLAH, dimana  terlihat bahwa adanya Rasul Muhammad S.A.W. di Mekah tidak lepas dari Doa dari Nabi Ibrahim kepada ALLAH; 
Nabi Ibrahim  telah mendapatkan Ilmu Wahyu dari ALLAH mengenai ALLAH sebagai Pencipta sebenarnya dari Bumi, Matahari, Bulan  yang harus berhadapan dengan Ayahnya sendiri yang beserta kaumnya menyembah Berhala dan Patung pada masa periode Nabi Ibrahim.
 Dengan demikian terlihat hal penting dari hubungan sebagai sesama manusia, dimana meskipun Nabi Ibrahim dan ayahnya mempunyai hubungan darah namun, terkait kesadaran untuk menyembah kepada Tuhan yang benar yaitu ALLAH Yang Maha Esa, adalah merupakan proses pencarian kebenaran oleh Nabi Ibrahim dalam perjalanan hidupnya, dimana karena Beliau dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran mengenai siapa Pencipta dari ALAM semesta ini, maka ALLAH memberikan Wahyu Ilmu Ketauhidan kepada Nabi Ibrahim;
Selanjutnya Nabi Ibrahim dijadikan oleh ALLAH menjadi Pimpinan Umat untuk seluruh manusia, dimana Nabi Ibrahim telah berdoa kepada ALLAH di Baitullah Kabah Mekah, dan dikabulkan ALLAH doa dari Nabi Ibrahim, melalui turunan Nabi Ibrahim baik dari (i)  jalur Ishak atas hasil Perkawinan Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah yang  berlanjut ke Nabi Isa maupun dari (ii) jalur Bani Ismail yang berlanjut ke Nabi Muhammad S.A.W. mendapatkan wahyu dari ALLAH, untuk mendakwahkan Konsep Ketahudian kepada manusia untuk beriman menyembah kepada ALLAH yang Maha Tunggal sebagai implementasi dari pelaksanaan Penyerahan Diri kepada ALLAH yaitu menjadi seorang Muslim yang berarti Menyerahkan Diri dan Tunduk Patuh kepada ALLAH Yang Maha Tunggal.

CATATAN :
Sesungguhnya ALLAH Yang Maha Mengetahui sisilah dan turunan maupun asal usul ethnis yang tepat, sedangkan kita hanya mengandalkan kepada data yang diperoleh dari beberapa sumber baik Buku maupun di Website, dimana kebenaran data diatas perlu diteliti lebih jauh. Kita mengetahui bahwa luas serta nama daerah, mengalami perubahan dari masa ke masa, dimana dalam Kitab Suci Al Quran, ALLAH memang berfirman bahwa suatu umat atau bangsa ada masa berakhirnya dalam perjalanan kehidupan Dunia.
HAL Pokok Penting bagi kita untuk mendapat Jawaban atas Pertanyaan setiap masa  : 
  • Siapa Pencipta bumi dan alam semesta ini ?
  • kenapa ada kehidupan dan kematian ?
  • Siapa ALLAH dan apa ajaran, petunjuk serta pedoman yang harus kita pegang didalam kehidupan dunia yang fana dan sementara ini, serta
  •  Kemanakah kita setelah kita mati dan dikubur kembali ketanah ?
tidak bisa kita karang-karang dan duga-duga, sehingga kita harus mau membaca isi Kandungan  Kitab Suci Al Quran yang bersumber dari ALLAH,  dimana tidak semua tempat dan kaum umat dapat diperoleh  data arkheologi maupun sejarah yang ditulis oleh manusia,  karena sudah ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu Para Nabi Pendahulu dari Nabi Muhammad S.A.W diutus oleh ALLAH kepada masing-masing umatnya. 
Dalam Kitab Suci Al Quran menurut para ahli hanya tersebut berjumlah 25 Rasul dari sekian banyak ratus Rasul yang pernah  diutus kepada setiap umat yang ada didunia oleh ALLAH, dimana data yang diperoleh berdasarkan kemampuan manusia untuk menemukannya terbatas mengingat belum ada film, rekaman USB, kaset pada zaman ribuan tahun yang lalu.   

Jakarta, 7 Mei 2016
Agung Supomo Suleiman
Hari Kedua Bulan Suci Ramadhan 

    

Thursday, May 26, 2016

Malaikat Wafatkan Orang Dalam Keadaan Berbuat Zalim atau Baik

Bagi kita manusia yang telah diberikan ALLAH umur 64 tahun lebih, secara alamiah dan sunatullah,  badan phisik kita staminanya mulai menurun. Kadangkala kita merasa gelisah karena  secara produktivitas kerja terpengaruh dengan keadaan phisik kita yang turun staminanya. Jika kita bangun tengah malam, adakalnya kita merasa gelisah,  karena kita biasa aktif melakukan pekerjaan, namun dengan harga minyak  Global turun  proyek Migas yang butuh bantuan jasa hukum, juga terhimbas. 
  • Penulis jika bangun malam dalam keadaan gelisah, biasanya sebagai penganut muslim, langsung membaca Kitab Suci Al Quran, dengan pelan-pelan "Tartil" guna memahami isinya, yang per kata terjemahan bahasa Indonesia, sehingga bisa mengerti isi Firman - Pesan ALLAH.
Tadi malam Surat yang Penulis baca, Surat An Nahl Surat 16 Lebah dari Alquran, dimana di  permulaan ayat (Terjemahan Bahasa Indonesianya),  ALLAH menerangkan sudah ada ketetapan ALLAH bahwa Hari Kiamat pasti akan datang, sehingga kita diminta untuk jangan minta disegerakan datangnya, Maha Suci ALLAH dari apa yang mereka persekutukan (terjemahan ayat 1 nya).
Kemudian ayat 2 menerangkan DIA menurunkan para Malaikat membawa wahyu dengan perintah ALLAH kepada siapa yang DIA kehendaki daripada hamba-hambanya yaitu hendaklah kamu sekalian memberi peringatan, bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan AKU,  maka bertakwalah kamu kepada KU.
 Dipermulaan Surat An Nahl,  ALLAH mererangkan bahwa ALLAH menciptakan manusia dari air mani  (nuftah), namun manusia ini, tiba-tiba menjadi pembantah yang nyata (ayat 4 Surat An Nahl).  Selanjutnya ALLAH berfirman bahwa ALLAH menurunkan air hujan dari langit adalah untuk kamu, untuk bisa diminum,  maupun menyuburkan tanaman atau tumbuhan sehingga kamu bisa mengembalakan ternak, (yang  memakan) rumput dan tumbuhan (ayat 10), DIA menumbuhkan bagi kamu dengannya (maksudnya dengan air itu) tanam-tanaman, zaitun, korma dan segala macam buah-buahan (ayat 11). Demikan itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH ) bagi kaum yang memikirkan (li qaumin tafakkaruuna).
    Dia menundukan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu,  dan bintang-bintang ditundukan dengan perintah-NYA. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang memahami (ayat 12).  Dan apa2 yang Dia ciptakan dimuka bumi dengan bermacam-macam warnanya adalah untuk kamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (ayat 13)  (Li qaumin yadzakkaruuna).
Selanjutnya pada ayat 14 ALLAH menerangkan Dan DIA-lah yang menundukan lautan agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan darinya perhiasan yang kamu memakainya, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu dapat mencari karunia NYA, dan agar kamu bersyukur (wala allakum tasykuruuna)

Dan DIA manancapkan gunung-gunung dibumi ini, agar tidak goncang bersama kamu, dan (DIA mengadakan) sungai2 dan jalan agar kamu mendapat petunjuk.  
Maka kita bisa melihat bahwa ternyata semua yang ada di Alam ini  diciptakan oleh ALLAH untuk kita sebagai manusia, dimana karenanya dengan banyaknya Tanda-tanda kebesaran ALLAH tersebut,  kita diminta untuk (i)berfikir, (ii) menggunakan akal dan hendaknya kita (iii) menjadikan Pelajaran, bahwa ALLAH adalah   sangat baik, kasih sayang  kepada kita karena telah diberikan banyak Kenikmatan  kecukupan kepada kita manusia.
 Namun sayangnya, terindikasi dari dalam Kitab Suci dari ALLAH bahwa banyak dari kita yang tidak mau bersyukur, serta tidak mau menggunakan akal kita untuk berfikir, akan  kebesaran kekuasaan dan Kasih Sayang ALLAH kepada kita. Tentu ALLAH yang telah menciptakan semua itu meminta kepada kita untuk bertaqwa kepada ALLAH dan hanya mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali ALLAH Yang Maha Pencipta. Hal ini semua sebenarnya adalah untuk keuntungan dan manfaat diri kita sendiri bukan siapa-siapa kecuali kita sendiri. 

Dalam Ayat 18 dari Surat Lebah atau An Nahl (Surat 16 dari Al Quran ini),  ALLAH berfirman bahwa jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang - (Innal lahha laghafuurun rahimun).
Nah bagi Para Rekan yang sudah berumur 60 Tahun lebih, ada hal penting yang perlu kita renungkan di ayat 28 dan ayat 32 dari Surat An An Nahl yang berkait dengan Malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk mewafatkan Orang Dalam Keadaan Berbuat Zalim atau  Baik.
Dimana ayat 28 ALLAH berfirman :  Orang-orang yang Malaikat mewafatkan mereka dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata) : Kami tidak mengerjakan kejahatan Malaikat Menjawab: Ya sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan. ayat 29 Maka masukilah pintu -pintu neraka jahanam, keadaan kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang-orang yang sombong itu. 

Sedangkan ayat 32 ALLAH berfirman : orang-orang yang diwafatkan oleh Malaikat dalam keadaan baik, mereka (Malaikat) menyatakan : Sejahtera atasmu, masuklah kamu kedalam Surga, disebabkan apa yang telah kamu kerjakan     


Karena kita sudah berumur lebih dari 60 Tahun, tentunya risiko diwafatkan oleh Malaikat sebagai pasukan ALLAH akan tinggi, sehingga terserah kepada pilihan kita mau diwafatkan Malaikat dalam keadaan kita sedang Menzalimi diri kita sendiri, ataukah mau diwafatkan Malaikat sebagai pasukan ALLAH dalam keadaan baik.Yang jelas setiap manusia akan merasakan mati, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita dijemput Malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk Mewafatkan kita.

Tentuya, kita sebagai manusia yang sudah diberikan oleh ALLAH umur panjang, mulailah merenung bahwa dengan Badan Phisik kita yang mulai melemah, ALLAH dengan Sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Maha Pemgampun, sebenarnya  hendak menyampaikan pesan kepada kita; 

Pesan ALLAH tersebut adalah bahwa sebelum kita di wafatkan oleh Malaikat sebagai perintah ALLAH, sebagai tertera dalam ayat 29 dan 32 Surat 16 An Nahl dari Al Quran, kita diberi  tanda-tanda mulai melemahnya phisik organ  tubuh kita, maka  sebaiknya kita  menyiapkan diri untuk berada dalam keadaan baik dan  bukan keadaan kita sedang mendzalimi diri kita sendiri.
Maka kita masih diberikan kesempatan waktu untuk memperbaiki diri dengan bertobat,  mengevaluasi diri kita masing-masing, mau berujung apa kehidupan kita didunia ini.     
  • Memang,  ternyata dengan kita mau memaksakan diri kita untuk Membaca Kitab Suci Al Quran sebagai Firman ALLAH, bagi orang muslim, adalah  sangat penting bagi kita, dimana rasa Gelisah di diri kita yang berumur 60-an keatas, bisa menjadi tenang kembali, saat terbangun ditengah malam, untuk kemudian tidur kembali istirahat, atau sembahyang Tahajud dahulu, tergantung kapan kita mau Sholat malam dengan melihat jam tentunya. 
Adalah hal  penting bagi kita, untuk senantiasa bersyukur atas telah "Banyaknya Nikmat ALLAH" yang telah diberikan kepada kita manusia selama kita berada didunia ini, namun rasanya seperti "Taken For Granted", sehingga kita seolah-olah melupakan segala kenikmatan yang telah diberikan ALLAH selama ini kepada kita.        
Jakarta, 26 Mei 2016
Agung Supomo Suleiman