Friday, October 26, 2012

Melihat Kebesaran ALLAH dari Memotong Qurban

ALHAMDULILLAH (Puji Bagi ALLAH),  terasa bahwa dengan kita terlibat memotong dan menyayati Qurban kambing, di Mesjid Al-Mukhlisin, Cipete, Gandaria Selatan,  kita dapat merasakan tanda2  kebesaran ALLAH dari daging kambing yang kita potong tersebut. Aku  mengambil copy cut pase photo diatas  dari http://www.triktips.com/1082/sejarah-hari-raya-idul-adha.html untuk dishare dengan pembaca....karena menurutku bagus...gambarnya.
  • Oh ya, aku dengan teman2 dibilangan Mesjid Mukhlisin, Kompleks Deplu, Cipete, Gandaria Selatan, pada hari kedua Hari Raya Idul Adha, terlibat berpartisipasi membantu menyayati daging kambing dengan pisau lumayan tajam, yang aku pinjam dari salah satu kawan sesama peserta hari ini. Kita dapat merasakan pada saat menyayat kambing tersebut, dagingnya masih terasa hangat; Kita dapat merasakan hebatnya ciptaan ALLAH,  karena misalnya daging yang dibagian kaki kambing, sewaktu kita sayat, ternyata dibungkus dengan lapisan pembungkus putih yang kuat dan rapi  dari ujung tulang sambungan dengkul kaki kambing hingga bagian paha,  sehingga kita membutuhkan suatu  kiat untuk dapat membongkar bungkusan tersebut, dengan memulai menyayatnya dari ujung dengkulnya; 

Begitu juga tulang rusuk atau iga, kalau kita sudah mulai terbiasa memotongnya, maka sambungan pembungkus urat putih dari tulang rusuknya dapat kita potong dan lepaskan tulang rusuk ini dari tulang belakang ruas kambing yang sudah terbelah tersebut. Kita juga dapat memotong daging dari setiap tulang rusuk iga tersebut. Nah, kalau sebelahku memakai semacam kampak yang tajam, sehingga bagian yang besar dan keras dapat dikampak untuk dibelah menjadi bagian yang kecil-kecil. Wah, kita baru bisa merasakan bagaimana tukang jagal kambing bekerja memotong kambing sebelum kita bisa memakannya dimangkok dop kambing, pada saat Hari Raya idul Adha ini.
  • Rasanya ada kepuasan qalbu hati,  jika kita dapat rame2 dengan kawan2 kita disekitar Mesjid kompleks Deplu, Cipete, Gandaria Selatan  terlibat berpartisipasi memotong dan menyayat daging kambing serta tulang kambing tersebut, untuk selanjutnya ditimbang dan dibagi2kan kepada orang yang membutuhkan di-sekitar Mesjid Al Mukhlisin, Cipete, Gandaria Selatan.   
Wah, sudah dulu ya..tulisan ku dihari kedua Hari Raya Idul Adha
Jakarta 27 Oktober 2012
Agung S.Suleiman...

Menjaga KEIMANAN KITA

Yah, namanya manusia ada pasang surut perasaan, termasuk perasaaan keimanan kita; Ada kalanya kita merasa dekat dengan ALLAH sehingga ingin sekali kita mendengarkan ayat2 suci Al Quran; Tapi ada kalanya kita dalam keadaan surut atau menurun rasa keimanan kita; Itulah manusia, namun jika keimanan kita sedang menurun dan kebetulan kita sedang merasa jenuh dan cupet disebabkan  karena merasakan monoton dalam kehidupan kita, maka ada baiknya kita mencari jalan keluar yang bersifat positif misalnya dengan menyiram tanaman, memberi makanan kepada kura-kura perliharaan kita, karena tanaman dan kura2 tersebut adalah makhluk yang diciptakan oleh ALLAH untuk menjadi peliharaan kita; Kita juga dapat membuka Blog dan mulai menulis untuk menghilangkan kejenuhan dan kesumpekan pikiran kita. 
  • Jika pikiran kita misalnya  terlintas  memikirkan hal yang negatif, maka kita haruslah secepatnya berusaha untuk kembali kepada jalan pikiran yang lempeng dan lurus, dan ada baiknya kita olahraga atau jalan kaki keluar rumah atau ruangan  guna  mencari udara segar serta mengganti suasana, atau melihat pameran photo seperti yang pernah diselenggarakan di Pondok Indah Sky Walk dimana, saya ambil photonya melalui Black Berry saya untuk kemudian kita  bisa share di Blog kita, kreatif bukan hehehe...
    •  Kegiatan positif ini akan membantu otak dan pikiran kita kembali longgar dan tidak sumpek. Nah, terkait dengan pasang surutnya iman, ada baiknya kita buka blog orang lain di internet dan mencari judul atau tema misalnya "menjaga keimanan kita", sehingga kita dapat masukan dari tulisan orang lain tersebut untuk membantu meningkatkan keimanan kita dengan membaca nasehat  mereka untuk mau mendengarkan Al Quran atau bergaul dengan orang yang senang membicarakan topik keimanan namun dengan pengertian dan wawasan yang  luas dan tidak sempit. 
    Yang jelas manusia itu diberikan potensi ilham baik yang buruk maupun yang baik sesuai dengan Firman ALLAH dalam Al Quran  :


    Faalhamaha Fujuroha wa Taqwaha : ( terjemahannya)" Maka DIA mengilhamkan (kepada setiap jiwa) jalan dosanya dan jalan taqwanya. (Al Quran  Surat Asy - Syams ayat 8);

    • Nah, itu semua kembali kepada kita, karena kita sebagai makluk manusia diberikan kebebasan untuk memilih diantara kedua jalan tersebut dengan segala konsekwensi dan akibatnya...
      Jika hati kita merasa gundah gulah dan gelisah dan kita hendak mencari ketenangan  qalbu dan berkah dari ALLAH, sebaiknya kita minta dan mohon kepada ALLAH untuk dijauhkan dari segala godaan bisikan syetan, dan mohon untuk dijaga keimanan kita kepada ALLAH Yang Maha Penolong, Mendengar, Mengetahui dan Maha Pengampun atau Penerima Tobat dan dan Maha Pengasih dan Maha Penyayang. 

    Jakarta, 26 Oktober 2012 Hari Raya Idul Adha .....
    Agung S.Suleiman

    Thursday, October 18, 2012

    BANGUN KOMUNIKASI DENGAN ALLAH


    Wah, ternyata setelah kita sering mendengarkan Al Quran, dan kebiasaan sholat termasuk sholat malam, terasa bahwa jika kita terbangun malam dan terasa ada rasa gundah gulah, kita langsung ambil wudhu dan sholat malam setelah itu kita tasbih, memuji ALLAH dan salawat, kemudian kita bicara langsung saja kepada ALLAH mengenai masalah atau apapun yang kita sedang hadapi, baik kita telah melakukan perbuatan baik atau merasa melakukan suatu perbuatan yang tidak disenangi ALLAH, kita bicara  langsung kepada ALLAH mengenai perasaan dan uneg2 kita, dan pasti  ALLAH sangat mendengar keluhan kita karena dalam ayat AL Quran, ALLAH menyatakan bahwa ALLAH lebih dekat kepada diri kita daripada urat leher kita sendiri, sesuai dengan Surat Qaaf ayat 16 dari Al Quran :

    " Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ( QS Qaaf ; ayat 16)



    وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
    • Maka berdasarkan ayat ini kita harus tanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa kepada ALLAH kita tidak usah merasa minder atau malu, untuk mengutarakan uneg2 atau gundah gulah kita, karena ALLAH itu Maha Dekat, Maha Baik dan senang,  jika kita kembali kepada ALLAH dan kita  memohon taubat dan ampunan kepada ALLAH,  atas kesalahan yang telah kita perbuat baik yang kita perbuat melalui penglihatan, pendengaran ataupun tindakan apapun dari diri kita,  baik sengaja maupun tidak, karena, ALLAH Maha Dekat, Maha Melihat, Maha Mendengar,  Maha Mengetahui dan ALLAH adalah  sangat baik, Pengasih dan Maha Penerima Taubat; 
    Dalam Surat Az Zumar ayat 53 ALLAH berfirman :

    Katakanlah : Hai Hamba-hamba KU yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, 
    janganlah kamu berputus asa dari Rahmat ALLAH; sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa; Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,


      Dalam perjalanan hidup kita, kita  dapat merasakan bahwa ALLAH sangat beda dengan manusia, karena ALLAH Maha Melihat apapun yang kita lakukan baik yang kita lakukan dengan terang2an maupun yang kita rahasiakan atau sembunyikan; ALLAH tidak akan memanipulasi kelemahan kita yang telah kita utarakan kepada ALLAH,  berlainan sekali  dengan jika kita mengeluh kepada manusia, kadangkala kita khawatir bisa dimanipulasi kelemahan kita oleh manusia tersebut jika kita mengadu kepada manusia.       
      • Nah, kiat untuk membangun komunikasi dengan ALLAH adalah suatu cara yang sama sekali mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun, dimana kita tidak perlu membutuhkan perantara untuk berkomunikasi dan berbicara kepada ALLAH, karena ALLAH memang lebih dekat kepada setiap diri manusia daripada urat leher manusia tadi sesuai dengan Firman ALLAH dalam Surat Qaaf  ayat 16 diatas; 
      Memang setiap manusia tanpa terkecuali senantiasa ada dua sisi yaitu ada kecenderungan untuk berbuat baik,  namun juga ada kecenderungan untuk mengikuti hawa nafsu, dimana Hawa Nafsu ini haruslah dapat kita kendalikan, kalau perlu kita minta pertolongan kepada ALLAH untuk melawan hawa nafsu tersebut.
      • Ok dahulu karena sudah terdengar Azan Sholat Jum'at .....wasalam
      Jakarta, 19 Oktober 2012
      Agung S.Suleiman