Thursday, May 26, 2016

Malaikat Wafatkan Orang Dalam Keadaan Berbuat Zalim atau Baik

Bagi kita manusia yang telah diberikan ALLAH umur 64 tahun lebih, secara alamiah dan sunatullah,  badan phisik kita staminanya mulai menurun. Kadangkala kita merasa gelisah karena  secara produktivitas kerja terpengaruh dengan keadaan phisik kita yang turun staminanya. Jika kita bangun tengah malam, adakalnya kita merasa gelisah,  karena kita biasa aktif melakukan pekerjaan, namun dengan harga minyak  Global turun  proyek Migas yang butuh bantuan jasa hukum, juga terhimbas. 
  • Penulis jika bangun malam dalam keadaan gelisah, biasanya sebagai penganut muslim, langsung membaca Kitab Suci Al Quran, dengan pelan-pelan "Tartil" guna memahami isinya, yang per kata terjemahan bahasa Indonesia, sehingga bisa mengerti isi Firman - Pesan ALLAH.
Tadi malam Surat yang Penulis baca, Surat An Nahl Surat 16 Lebah dari Alquran, dimana di  permulaan ayat (Terjemahan Bahasa Indonesianya),  ALLAH menerangkan sudah ada ketetapan ALLAH bahwa Hari Kiamat pasti akan datang, sehingga kita diminta untuk jangan minta disegerakan datangnya, Maha Suci ALLAH dari apa yang mereka persekutukan (terjemahan ayat 1 nya).
Kemudian ayat 2 menerangkan DIA menurunkan para Malaikat membawa wahyu dengan perintah ALLAH kepada siapa yang DIA kehendaki daripada hamba-hambanya yaitu hendaklah kamu sekalian memberi peringatan, bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan AKU,  maka bertakwalah kamu kepada KU.
 Dipermulaan Surat An Nahl,  ALLAH mererangkan bahwa ALLAH menciptakan manusia dari air mani  (nuftah), namun manusia ini, tiba-tiba menjadi pembantah yang nyata (ayat 4 Surat An Nahl).  Selanjutnya ALLAH berfirman bahwa ALLAH menurunkan air hujan dari langit adalah untuk kamu, untuk bisa diminum,  maupun menyuburkan tanaman atau tumbuhan sehingga kamu bisa mengembalakan ternak, (yang  memakan) rumput dan tumbuhan (ayat 10), DIA menumbuhkan bagi kamu dengannya (maksudnya dengan air itu) tanam-tanaman, zaitun, korma dan segala macam buah-buahan (ayat 11). Demikan itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH ) bagi kaum yang memikirkan (li qaumin tafakkaruuna).
    Dia menundukan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu,  dan bintang-bintang ditundukan dengan perintah-NYA. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang memahami (ayat 12).  Dan apa2 yang Dia ciptakan dimuka bumi dengan bermacam-macam warnanya adalah untuk kamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (ayat 13)  (Li qaumin yadzakkaruuna).
Selanjutnya pada ayat 14 ALLAH menerangkan Dan DIA-lah yang menundukan lautan agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan darinya perhiasan yang kamu memakainya, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu dapat mencari karunia NYA, dan agar kamu bersyukur (wala allakum tasykuruuna)

Dan DIA manancapkan gunung-gunung dibumi ini, agar tidak goncang bersama kamu, dan (DIA mengadakan) sungai2 dan jalan agar kamu mendapat petunjuk.  
Maka kita bisa melihat bahwa ternyata semua yang ada di Alam ini  diciptakan oleh ALLAH untuk kita sebagai manusia, dimana karenanya dengan banyaknya Tanda-tanda kebesaran ALLAH tersebut,  kita diminta untuk (i)berfikir, (ii) menggunakan akal dan hendaknya kita (iii) menjadikan Pelajaran, bahwa ALLAH adalah   sangat baik, kasih sayang  kepada kita karena telah diberikan banyak Kenikmatan  kecukupan kepada kita manusia.
 Namun sayangnya, terindikasi dari dalam Kitab Suci dari ALLAH bahwa banyak dari kita yang tidak mau bersyukur, serta tidak mau menggunakan akal kita untuk berfikir, akan  kebesaran kekuasaan dan Kasih Sayang ALLAH kepada kita. Tentu ALLAH yang telah menciptakan semua itu meminta kepada kita untuk bertaqwa kepada ALLAH dan hanya mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali ALLAH Yang Maha Pencipta. Hal ini semua sebenarnya adalah untuk keuntungan dan manfaat diri kita sendiri bukan siapa-siapa kecuali kita sendiri. 

Dalam Ayat 18 dari Surat Lebah atau An Nahl (Surat 16 dari Al Quran ini),  ALLAH berfirman bahwa jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang - (Innal lahha laghafuurun rahimun).
Nah bagi Para Rekan yang sudah berumur 60 Tahun lebih, ada hal penting yang perlu kita renungkan di ayat 28 dan ayat 32 dari Surat An An Nahl yang berkait dengan Malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk mewafatkan Orang Dalam Keadaan Berbuat Zalim atau  Baik.
Dimana ayat 28 ALLAH berfirman :  Orang-orang yang Malaikat mewafatkan mereka dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata) : Kami tidak mengerjakan kejahatan Malaikat Menjawab: Ya sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan. ayat 29 Maka masukilah pintu -pintu neraka jahanam, keadaan kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang-orang yang sombong itu. 

Sedangkan ayat 32 ALLAH berfirman : orang-orang yang diwafatkan oleh Malaikat dalam keadaan baik, mereka (Malaikat) menyatakan : Sejahtera atasmu, masuklah kamu kedalam Surga, disebabkan apa yang telah kamu kerjakan     


Karena kita sudah berumur lebih dari 60 Tahun, tentunya risiko diwafatkan oleh Malaikat sebagai pasukan ALLAH akan tinggi, sehingga terserah kepada pilihan kita mau diwafatkan Malaikat dalam keadaan kita sedang Menzalimi diri kita sendiri, ataukah mau diwafatkan Malaikat sebagai pasukan ALLAH dalam keadaan baik.Yang jelas setiap manusia akan merasakan mati, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita dijemput Malaikat yang ditugaskan ALLAH untuk Mewafatkan kita.

Tentuya, kita sebagai manusia yang sudah diberikan oleh ALLAH umur panjang, mulailah merenung bahwa dengan Badan Phisik kita yang mulai melemah, ALLAH dengan Sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Maha Pemgampun, sebenarnya  hendak menyampaikan pesan kepada kita; 

Pesan ALLAH tersebut adalah bahwa sebelum kita di wafatkan oleh Malaikat sebagai perintah ALLAH, sebagai tertera dalam ayat 29 dan 32 Surat 16 An Nahl dari Al Quran, kita diberi  tanda-tanda mulai melemahnya phisik organ  tubuh kita, maka  sebaiknya kita  menyiapkan diri untuk berada dalam keadaan baik dan  bukan keadaan kita sedang mendzalimi diri kita sendiri.
Maka kita masih diberikan kesempatan waktu untuk memperbaiki diri dengan bertobat,  mengevaluasi diri kita masing-masing, mau berujung apa kehidupan kita didunia ini.     
  • Memang,  ternyata dengan kita mau memaksakan diri kita untuk Membaca Kitab Suci Al Quran sebagai Firman ALLAH, bagi orang muslim, adalah  sangat penting bagi kita, dimana rasa Gelisah di diri kita yang berumur 60-an keatas, bisa menjadi tenang kembali, saat terbangun ditengah malam, untuk kemudian tidur kembali istirahat, atau sembahyang Tahajud dahulu, tergantung kapan kita mau Sholat malam dengan melihat jam tentunya. 
Adalah hal  penting bagi kita, untuk senantiasa bersyukur atas telah "Banyaknya Nikmat ALLAH" yang telah diberikan kepada kita manusia selama kita berada didunia ini, namun rasanya seperti "Taken For Granted", sehingga kita seolah-olah melupakan segala kenikmatan yang telah diberikan ALLAH selama ini kepada kita.        
Jakarta, 26 Mei 2016
Agung Supomo Suleiman
   
 

Saturday, May 7, 2016

PENGERTIAN RAMADHAN SATU RANGKAIAN PARALEL - TEREDUKSI

Lumayan pagi ini mendapatkan Kuliah subuh Minggu Pagi tanggal 8 Mei 2016 - Bulan Shaban- dari Ustad Ir.Furqon, dimana temanya adalah Meningkatkan Kwalitas diri dalam Bulan Ramadhan, dimana saatnya bagi kita untuk Mengevaluasi diri. Ternyatanya Bulan Ramadhan bukan hanya penekanan Puasa melainkan juga harus secara utuh dibaca isi kandungan  Surat 183 hingga 189 dari Kitab Suci Al Quran, yang menyeluruh - atau Rangkaian Paralel,  dimana terdiri dari 4 Elemen yaitu :
Berpuasa supaya Bertaqwa terus  ayat 183
Bersyukur ayat 185, 
Rusydi ayat 186 yaitu Bijaksana dan 
Falah yaitu sukses Dunia dan Akhirat ayat 189. 
Dengan demikian Ustad Furqon menekankan Pengertian Bulan Ramadhan - Satu Rangkaian yang Paralel yang hendak dicapai. Selama ini secara tidak terasa pengertian datangnya Bulan Ramadhan pemahaman dan pengertiannya yang disampaikan "TEREDUKSI". Selanjutnya menurut Ustad, ternyata Rasul hanya melakukan 7 sampai 9 Kali melakukan Puasa Bulan Ramadhan. Bahkan tanggal 18 Ramadahan Rasul,  memerintahkan untuk membatalkan puasa karena Umat Islam merebut kembali kemenangan ke Kota Mekah pada tangal 18 Ramadhan tersebut.
  • Selama ini terkesan bahwa yang diutamakan hanyalah peningkatan Phisik, padahal Puasa adalah menahan diri dari kebutuhan makanan Phisik dan Meningkatan secara Utama - Peningkatan Rohani. Sebagai akibatnya pada bulan Puasa malah terindikasi kuat  terjadinya  Inflasi karena para Ibu sibuk mempersiapkan hidangan untuk buka puasa yang terkesan berlebihan, padahal  buka bisa seperti yang dicontohkan Nabi misalnya hanya makan 3 Korma saja dahulu, supaya bisa sholat dan tidak ngantuk, dimana kalau, kebanyakan makan bisa jadi ngantuk, sehingga sholatnya menjadi bisa terganggu. Harusnya dalam bulan Puasa yang terjadi adalah Deflasi.    
Pak Ustad juga menekankan amal jariah jangka panjang yaitu pengumpulan dana Infak untuk jangka panjang yang produktif.
Apa saja amal-amal Ramadhan.
1) Shaum dengan segala tata caranya
Kita harusnya mendahulukan kepentingan publik dan bukan ijtihad Ego masing-masing.
2) Qiyamul Lail  - dimana boleh sendiri boleh ber - Jamaah. Utamakan Shalat berjamaah di Mesjid.
3) Berinteraksi dengan Kitab Suci Al Quran. - 
 pada bulan Ramadhan ini malaikat mendatangani Rasul saat Iftikah dan menurunkan Al Quran - sesuai keterangan Al Quran maupun  Hadist.
Maka marilah kita perbanyak membaca Al Quran dalam Bulan Suci Ramadhan ini.
4) Zakat, Infak dan Shadaqah.
Kita harus sadar bahwa hal ini kita lakukan sebelum Hari dimana tidak ada lagi Transaksi lagi.
Maka kita sebaiknya melakukan amal Jariah  - sebagai Investasi Jangka Panjang yang mengalir terus. Kita bisa menemukan di Website pengertian dari Amal  Jariah ini di https://masshar2000.com/2013/07/18/pengertian-amal-jariah-dan-dosa-jariah/
Pengertiannya adalah perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat.  Dengan demikian pahala dari Amalan Jariah tersebut akan terus mengalir kepada yang melakukannya selama ia masih hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika didunia.
   
Makanya Pak Ustad Furqon menekankan sebaiknya ada Manager Investasi  untuk memilih Portofolio yang Strategis ber- Jangka Panjang.
Semua yang kita pegang hanyalah sementara sedangkan yang jangka Panjang sampai Akhirat kita dapat menjadi Pengguna, jika kita rajin melakukan Amal Jariah. Misalnya membangun sekolah yang ada Penekanan  baik Dunia dan Akhirat yang dilandasi dengan Pegangan Keimanan yang benar dari Kitab Suci yang diturunkan kepada Para Rasul dan Nabi sesuai  pedoman Kitab Suci Al Quran.

5) Banyak Dzikir dan Doa
ALLAH  adalah dekat sehingga kita harus mem inta kepada ALLAH dengan berdoa, sehingga banyaklah berdzikir dan berdoa dan meminta kepada ALLAH.
6) Iftikah di Me sjid
Kita mengetahui dari Al Quran dimana ALLAH berfirman terdapat adanya satu Malam Lailatul Qadar - yang Nilainya lebih dari 1000 Bulan - 83 Tahun 4 Bulan
Selanjutnya Ustad Furqon juga menekankan bahwa manusia terdiri dari :
  1. RUH dimana ALLAH hanya memberitahu kepada kita sedikit mengenai Ruh ini. 
  2. Mental dan 
  3. Materi (Jazad).
Phisik kita memang harus Sehat didalam mempersiapkan Bulan Ramadhan ini. Namun Aspek Rohani - Adalah target Utama - sehingga Insya ALLAH dapat tercapai Sehat Rohani. 
Dengan Sehat Rohani akan berefek Positif kepada Mental dan Jazad manusia.
  • Dalam Kuliah Subuh ini juga di tekankan Pokok Utama SDM- yang Unggul baru Teknologi. Hal ini muncul atas response dari Penanya di Floor Kuliah Subuh di Mesjid AL Mukhlisin -Cilandak Kompleks Deplu, Gandaria Selatan,  yang merasakan perlunya adanya Penekanan Peningkatan Kwalitas dari Ustad yang menjelaskan secara Komunikatif kepada para Umat yang hendak mendengarkan Tausyiah - Ceramah di Mesjid,  dengan penekanan pada  "Kwalitas dan Mutu" dari Ibadah ini, yang harus lebih Komprehensif - Menyeluruh - Satu Ranggakian Paralel Yang Utuh. Sehingga kita bisa juga "Jejak Dibumi" sebagai Ladang Di Akhirat. 
Dengan demikian Pembangunan Kwalitas ini harusnya secara Melembaga yang dimulai dari di Mesjid.
Infak Pengertiannya Bentuk nya Harta sesuai dengan Surat Al Baqarah-  terkait Infak  ---
Wamima (dan sebahagian dari apa )....Razaknahum (telah Kami beri Rezeki mereka) - Yunfiquna (mereka menafkahkan) -
Surat Al Baqarah ayat 3 dari Al Quran

Adapun Sadaqah bisa amal baik seperti memberikan nasehat, sehingga bukan bentuk Harta saja.  
Penekanan Infak   

Demikianlah rangkuman dari Kuliah Subuh yang disampaikan Ustad Ir. Furqon di Mesjid Al Mukhlisin yang tercatat dalam buku catatan kami...semoga bermanfaat...
Jakarta 8 Juni 2016
Bulan Shaban- 
Agung Supomo Suleiman