Sunday, June 19, 2016

KETAUHIDAN _ MONOTHEISME

Penulis sedang membaca Kitab Suci AL Quran Surat Ali Imran dimana pada ayat 95 Allah berfirman (terjemahan bahasa Indonesia) : Katakanlah : Benarlah (apa yang difirmankan oleh) ALLAH, maka ikutilah agama Ibrahim  yang  lurus, dan dia bukanlah termasuk orang - orang yang musyrik. Selanjutnya dalam ayat ke 96 ALLAH berfirman terjemahan bahasa Indonesianya
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat Ibadat) manusia, ialah Baitullah yang ada di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi (manusia) semesta alam..
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim dan barangsiapa memasuki (Baitullah) merasa amanlah dia, mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap ALLAH (yaitu bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (terhadap kewajiban haji), maka sesuangguhnya ALLAH Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu dari semesta alam (Ayat 97  Surat Ali Imran Kitab Suci Al Quran).

 Kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa seluruh Rasul dan Nabi yang telah diutus oleh ALLAH ditugaskan untuk melakukan dakwah kepada masing-masing umatnya untuk "Hanya Menyembah Kepada ALLAH Yang Maha Esa  dan Maha Tunggal". 
Maka merupakan kewajiban dari pada kita semua untuk meneruskan dakwah KETAHUIDAN  kepada semua umat manusia didunia ini, sesuai perintah ALLAH S.W.T. melalui Rasul dan Nabi termasuk Nabi Nuh, Nabi Ibrahim A.S,  Nabi Ismail A.S, Nabi Ishak A.S., Nabi Yacob A.S, Nabi Yusuf A.S, Nabi Musa A.S, Nabi Isa A.S dan penutupnya Nabi Muhammad S.A.W. Salah satu yang harus kita imani   adalah percaya kepada yang Gaib yaitu  ALLAH yang kita tidak bisa melihat, maupun para Malaikat dan Syaitan serta Jin,  Hari Kiamat, Surga,  Neraka.
Adapun data mengenai hal keyakinan dan Agama Ibrahim dapatlah kita baca dari  Kitab Suci yang telah diturunkan ALLAH melalui para utusan Rasul dan Nabi. Maka kita ketahui bahwa faktor  penting terkait dengan keyakinan ini  adalah Faktor Iman dimana pemahaman atas  Iman ini haruslah melalui keterbukaan Qalbu kita untuk mendapatkan kebenaran mengenai Siapa Pencipta dari seluruh semesta Alam ini dengan segala isinya baik dilangit maupun dibumi.
Dengan kita mau memaksakan diri  membuka Qalbu kita untuk membaca Kitab Suci dari ALLAH tersebut, serta mendengarkan ceramah dan dakwah dari Para Dai yang dapat kita temukan di media sosial termasuk You Tube dan media sosial lainnya di Internet, maka Insya ALLAH kita bisa memperoleh banyak data untuk mendapatkan informasi kebenaran Petunjuk Cahaya Nur dari ALLAH. Tentunya kita harus berpegang kepada Al Quran dan Hadist sesuai dengan dakwah yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W.
ALLAH juga berfirman didalam Surat Al Baqarah ayat 256 setelah ayat Kursi yang terjemahan bahasa Indonesianya  berbunyi :
Tidak ada paksaan untuk (memeluk) agama (Islam). Sesungguhnya  telah  jelas  jalan      yang benar daripada jalan yang sesat karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut (berhala) dan beriman kepada ALLAH, maka sesungguhnya "ia telah berpegang kepada tali yang teguh yang tidak akan putus". Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 Selanjutnya  ayat 257 dari Surat Al Baqarah  terjemahannya bahasa Indonesia :
ALLAH Pelindung orang-orang yang beriman.  Dia mengeluarkan   mereka   dari  Kegelapan    (Kekafiran) kepada Cahaya (Iman). Dan orang - orang kafir, pelindung mereka adalah syaitan, syaitan (Thogut)  mengeluarkan  mereka  dari pada    Cahaya     menuju kepada Kegelapan         ( Kekafiran) mereka itu adalah penghiuni Neraka.   

Berdasarkan Dasar Fundamental Pokok Ketauhidan diatas,  maka kita sebagai kaum muslim haruslah pandai bersyukur, dan seringkali berinteraksi dan membaca Kitab Suci Al Quran,  serta memahaminya  dan juga menyampaikan pesan dakwah "Konsep Ketauhidan - Monotheisme" diatas, walaupun hanya satu ayat untuk dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat manusia. Nanti urusan pemberian Petunjuk dan Hidayah adalah dari ALLAH. 

Sekian dahulu tulisan Penulis sore hari ini
Agung Supomo Suleiman
19 Juni 2016
Bulan Suci Ramadhan  

Tuesday, June 7, 2016

DOA NABI IBRAHIM di Baitullah Kabah Mekah

Saat permulaan Bulan Suci Ramadahan, Penulis sedang membaca Surat Al Baqarah dari Kitab Suci AL Quran, dimana Penulis ingin kemukakan sesuatu hal menarik terkait doa Nabi Ibrahim yang terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 129 yang terjemahannya berbunyi :  

Ya Tuhanku, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (Al Quran) dan hikmah serta mensucikan mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 Ayat 129 ini merupakan rangkaian dari ayat-ayat sebelumnya di Surat Al Baqarah dari Al Quran, yang ditujukan kepada Bani Israil, untuk mengingkatkan  (i) bahwa kaum Bani Israil sebenarnya telah mengharapkan kedatangan Nabi untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir, namun setelah datang Nabi kepada mereka yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya (Surat 89 Al Baqarah), maupun (ii)  perjuangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah Ketahuidan kepada penduduk di Mekah termasuk ayah dari Nabi Ibrahim yang menyembah berhala, dimasa periode Kenabian Ibrahim A.S. 
Kita diingatkan oleh ALLAH bahwa ALLAH  telah menjadikan rumah Baitulah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman serta jadikanlah sebahagian makam Ibrahim sebagai tempat Sholat (ayat 125 Al Baqarah). Dan ALLAH telah memerintahkan kepada Ibrahim dan Ismail agar membersihkan (mensucikan) Rumah - ALLAH untuk orang yang tawaf, iftikaf, ruku dan sujud.(ayat 125 Al Baqarah). Nabi Ibrahim telah membangun- meninggikan -membina dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (ayat 127 Al Baqarah); Setelah Nabi Ibrahim diberikan  ujian beberapa kalimat ALLAH (perintah dan larangannya), dan Nabi Ibrahim menunaikannya, maka ALLAH berfiman :
Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu Imam bagi seluruh manusia, dimana Ibrahim berkata : (dan juga keturunanku) ALLAH berfirman JanjiKU tidak mengenai orang-orang yang zalim (Ayat 124 Surat Al Baqarah).

Sangat menarik untuk kita cermati bahwa Nabi Ibrahim A.S. menurut https://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Ibrahim_a.s. adalah putera Azar (atau Terah bin Nahor Bin Serug bin Falikh Bin Aaabir Syalih bin Arfatksyad bin Saam bin Nuh A.S.         ( Catatan dari Wikipedia : Perlu Rujukan). Dari sumber wikipedia diatas, disebutkan bahwa  Nabi Ibrahim A.S. dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram dalam Empire(Kerajaan) Neo - Babylon yang saat itu diperintah oleh seorang Raja yang Zalim bernama "Namrud bin Kan'aan."
Terindikasi sebelum itu keadaan tempat lahir Nabi Ibrahim A.S. berada dalam keadaan kucar - kacir. Hal ini disebabkan  Raja Namrud memperoleh pertanda dari penasehatnya bahwa seorang bayi akan lahir yang akan membahayakan Takhta Raja Namrud. Maka Raja Namrud mengarahkan agar semua bayi dibunuh. Meskipun demikian kehendak ALLAH tetap terjadi, dimana Isteri Aazar telah mengandung tanpa menunjukan kehamilannya. Pada saat tiba melahirkan Ibrahim, Ibu dari Ibrahim melahirkan anaknya di sebuah gua. Menurut Pengarang Buku Sejarah Hidup Muhammad yaitu Muhammad Husain Haekal cetakan ke Delapan Belas Juni 1995 diterjemahkan oleh Ali Audah diterangkan bahwa Ibrahim dilahirkan di Irak (Chaldea) dari seorang tukang kayu pembuat patung. Patung-patung itu dijual kepada masyarakatnya sendiri, lalu disembah.  
Dari pencarian data dari Website terindikasi bahwa Babylon adalah negara-kota bagi Mesopotamia kuno dan tinggalannya kini ditemui di Al-Hillah, Wilayah Babil, Iraq lebih   kurang  85 km Selatan Bagdad (https://ms.wikipedia.org/wiki/Babylon#/media/File:Hammurabi%27s_Babylonia_1.svg).
Selanjutnya kita peroleh data di Website, terkait sejarah permulaan Bangsa Israel dimulai dari Hijrahnya Nabi Ibrahim beserta pengikutnya dari Babylon pada tahun 1900 SM https://www.facebook.com/SaveGazaFreedomForPalestine/posts/452595104787300,  guna  menghindari tekanan dari Penguasa Zalim Namruz (Namrud?). Orang-orang ini disebut dengan nama sebutan "Ibrani" yang berarti menyeberang. Penamaan  ini muncul disebabkan saat Nabi Ibrahim hijrah dari Babylon ke Kan'an (Palestina) harus  melintasi Sungai Eufrat. Sejak saat itu kelompok Muhajirin dan keturunannya menjadi bangsa yang disebut Bangsa Ibrani. Setelah Nabi Ibrahim meninggal, kepemimpinan Ibrani  digantikan oleh Ishak, dimana Ishak diganti oleh putranya bernama Yaqub.  
Menurut data Website diatas, nama Yaqub mempunyai gelar kehormatan yang disebut Israel, artinya Hamba ALLAH yang amat Taat. Yaqub mempunyai 12 Putra termasuk Yusuf, dimana pada saat Yusuf menjadi pejabat di Mesir, maka semua anak - cucu Yaqub dibawa ke Mesir.  Keluarga Yaqub diperlakukan secara baik oleh Pharaoh zaman itu. Namun dalam perkembangannya berabad-berabad setelah itu muncul Firaun yang tidak suka kepada mereka namanya Thomotsis karena khawatir dengan bangsa Israel serta tidak senang dengan ajaran Ketahuidannya, sehingga bangsa Israel dijadikan budak, yang kemudian dibebaskan oleh Musa.  
Kembali kepada Nabi Ibrahim, menurut Buku Sejarah Nabi Muhammad karangan  M.H.Haekal pada  halaman 23 disebutkan bahwa Ibrahim tidak berhasil mengajak masyarakatnya untuk ber Tauhid menyembah hanya kepada ALLAH, malah sebagai balasannya Ibrahim dicampakan ke dalam Api. Namun ALLAH menyelamatkan Nabi Ibrahim.  Nabi Ibrahim hijrah - lari ke Palestina beserta isterinya Sarah. Namun tidak berapa lama di Palestina berjangkit penyakit menular dan kelaparan sehingga mereka pindah dari Palestina ke Mesir. 
Mesir saat itu dibawah kekuasaan raja-raja "Amelekit (Hykos)". Di Mesir Nabi Ibrahim  hidup makmur namun membuat orang Mesir ngiri sehingga Nabi Ibrahim pindah kembali ke Palestina (Sumber data http://sajadahmuslimku.blogspot.co.id/2014/03/kisah-asal-usul-nabi-ibrahim-as.html). 
Di Negeri Palestina Hajar melahirkan Ismail.  Tidak lama kemudian Sarah melahirkan Ishak. 
Dari data diatas, terindikasi bahwa Nabi Ibrahim berada dan lahir di Babylon sebelum Hijrah atau menyeberang ke Kan'an ( Palestina) yang mesti  melintasi Sungai Eufrat, sehingga sejak saat itu kelompok Muhajirin dan keturunannya menjadi bangsa yang disebut Bangsa Ibrani. 
Nabi Ibrahim nikah  dengan Siti Sarah hingga berumur usia lanjut belum mempunyai anak, sehingga menurut data dari internet Sarah menasehatkan Nabi Ibrahim untuk nikah dengan Hajar.  Sarah adalah wanita cantik. Pada saat itu raja-raka Amelekit (Hykos) di Mesir biasa mengambil wanita-wanita bersuami yang cantik-cantik. Ibrahim memperlihatkan seolah-olah Sarah adalah saudaranya. Ia takut dibunuh dan Sarah diperisterikan oleh Raja. Dan raja memang bermaksud memperisterikan Sarah. Namun dalam tidurnya Raja bermimpi bahwa Sarah sudah bersuami. Kemudian dikembalikan Sarah kepada Ibrahim sambil dimarahi (disadur dari buku Sejarah Nabi Muhammad buku  Karangan M.H.Haekal). Raja Mesir memberikan hadiah diantaranya gadis belia bernama Hajar kepada Ibrahim. Dari sumber lain disebutkan bahwa Raja Mesir memberikan hadiah berupa Hajar kepada Siti Sarah, karena Siti Sarah dapat menyembuhkan penyakit dari Raja Mesir. Memang sumber data di website nampaknya bisa kita temukan adanya perbedaan. 
Terindikasi dari data diatas, Siti Hajar bukan berasal dari bangsa Ibrani yang menetap dan dilahirkan di Babylon  melainkan dari Mesir, karena Siti Hajar adalah gadis belia yang dihadiahkan oleh Raja Mesir kepada Nabi Ibrahim. Dari pernikahan Nabi Ibrahim dengan Siti Hajar, lahirlah Nabi Ismail. Sesudah Ismail tumbuh dewasa Sarah kemudian memperoleh anak yaitu Ishak. 
Nabi Ismail terindikasi etnisnya adalah  berasal dari hasil campuran Bangsa Ibrani yang berpindah dari Babylonia - Mesopotamia - Iraq ke Mesir dan Ibu Hajar yang berada di  Mesir. Ismail di Amaliq dan berdakwah untuk penduduk Al Amaliq bani Jurhum dan Qabilah Yaman. Nabi Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, dimana sejarah tempat ini sebelumnya gelap sekali (disadur dari buku Sejarah Nabi Muhammad buku  Karangan M.H.Haekal). Nama dari Nabi Ismail disebutkan 12 Kali dalam Al Quran dimana Nabi Ismail meninggal di Mekah tahun 1779 SM sesuai data yang  Penulis peroleh dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/isma%27il.
*IBRAHIM berangkat dengan Ismail dan Ibunya ke lembah Mekah. 

http://muslimcanada.org/ch15hamid.html#map
Ishak telah menjadi besar disamping Ismail. Kasih sayang Nabi Ibrahim A.S.kepada kedua anaknya sama. Terindikasi dari data yang Penulis peroleh di Website bahwa Siti Sarah gusar melihat anaknya dipersamakan dengan anak Hajar.  Nabi Ibrahim A.S. merasa bahwa hidupnya tidak akan bahagia kalau kedua wanita  tinggal dalam satu tempat. Oleh karenanya pergilah Nabi Ibrahim bersama Hajar dan Ismail kearah Selatan dan sampailah mereka di suatu lembah, letak Mekah sekarang ini (Sumber disadur dari Buku Sejarah Nabi Muhammad Karangan M.H.Haekal-halaman 25). Lembah ini tempat para Kalifah membentangkan kemahnya saat berpapasan dengan kalifah dari Syam ke Yaman atau dari Yaman ke Syam. Namun saat itu adalah saat yang sangat sepi sepanjang tahun, Ismail yang masih anak kecil dan Ibunya ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim S.A. di Lembah yang berada antara Bukit Sofah dan Marwah, dengan keperluannya termasuk air. Hajar membuat gubuk dan Ibrahim kembali ketempatnya.
Sesudah kehabisan air dan perbekalan, Siti Hajar terus berlari kelembah mencari air, guna mendapatkan minuman, Siti Hajar harus berlari beberapa kali dari Bukit Shofa  ke Bukit Marwah. Setelah berusaha berkali-kali barulah sebanyak 7 kali bolak balik Bukit Shofah dan Bukit Marwah, ada suara yang terdengar oleh Siti Hajar,  dimana suara tersebut adalah suara Malaikat yang memberitahukan kepada Siti Hajar bahwa  ada air dilokasi  Nabi Ismail  yang menghentakan kakinya ketanah dan keluar air segar,  dimana Siti Hajar berusaha mengumpulkan air tersebut dengan meneriakan Zam-zam  (yang konon  artinya berhentilah air supaya bisa terkumpul);
Demikianlah  ALLAH Maha Melihat Maha Penyayang sehingga tidak akan membiarkan Siti Hajar dengan bayinya Ismail terlantar kehausan, setelah air dan kurma yang diberikan oleh Nabi Ibrahim, sewaktu Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Jajar dan bayi Ismail  telah habis.
 Setelah Nabi Ismail menginjak menjadi anak dewasa, ada perintah dari ALLAH kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi untuk memotong Nabi Ismail satu-satunya anak yang diberikan ALLAH kepada Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, dimana Nabi Ibrahim menuruti perintah dari ALLAH tersebut setelah mimpinya diberitakan kepada Nabi Ismail. Nabi Ibrahim bertanya kepada Ismail apakah mimpi dari para Nabi benar, Ismail mejawab benar. Maka berangkatlah Nabi Ibrahim dan Ismail ke Bukit Mina dimana dieritahukan mimpi Nabi Ibrahim kepada Ismail, dan Ismail menyatakan sabar dan ikuti perintah ALLAH. Dalam perjalanan tersebut Nabi Ibrahim 3 kali di goda syaitan untuk jangan mengorbankan anaknya, namun syaitan yang menggoda dilempari batu oleh Nabi Ibrahim.

Sesudah beberapa kali ujian Kalimat ALLAH terhadap Nabi Ibrahim dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim dengan baik termasuk sewaktu Nabi Ibrahim rela dibakar dan sekarang mengikuti perintah ALLAH untuk menyembelih Ismail yang diganti oleh ALLAH dengan seekor kambing (domba), maka ALLAH menunjuk dan mengangkat Nabi Ibrahim menjadi Pimpinan Umat untuk menyebarkan dakwah Ketauhidan.
Didalam ayat 128 dari Surat Al Baqarah ini terdapat Doa dari Ibrahim yang terjemahannya berbunyi : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukanlah kepada kami cara-cara dan tempat - tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami,sesungguhnya Engkalulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


*ANAK-anak Nabi Ismail .
Dari perkawinan Nabi Ismail dengan isterinya pertama diceraikan oleh Nabi Ismail atas  nasehat dari ayahnya Nabi Ibrahim, melalui isteri pertama, sampaikan ke suami kalau datang : "Ganti ambang pintumu", karena isterinya menyatakan tidak mempunyai makanan atau mimuan untuk dihidangkan ke Nabi Ibrahim.
Isteri yang baru Ismail  yaitu putri Mudzadz bin Amr dari Kabilah Jurhum, menyambut Ibrahim dengan baik jika berkunjung, sehingga Ibrahim menyatakan : "Sekarang ambang pintu rumahmu sudah kuat". Dari perkawinan ini Ismail mempunyai 12 orang anak, dan mereka inilah yang menjadi cikal bakal Arab al-Musta-riba, yakni orang Arab yang bertemu dari pihak Ibu pada Jurhum dengan Arab al-Ariba keturunan Ya'rub ibn Qahtan. Sedangkan ayah mereka, Ismail anak Ibrahim dari pihak Ibunya erat sekali bertalian dengan Mesir, dan dari Bapak dengan Irak (Mesopotamia) -  dan Palestina atau kemana saja Ibrahim menginjak kaki.  Dari percampuran perkawinan Ismail dengan unsur-unsur Ibrani-Mesir disatu pihak dan Unsur Arab dilain pihak, menyebabkan keturunan membawa sifat Arab, Ibrani dan Mesir.  (Sumber disadur dari Buku Sejarah Nabi Muhammad Karangan M.H.Haekal-halaman 27).

*Diutusnya Rasul Muhammad S.A.W. ke masyarakat Mekah untuk seluruh manusia tidak lepas dari DOA Nabi Ibrahim 
Kita lihat bahwa jarak masa  antara Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad S.A.W.  adalah berselang lama sekali beratus tahun bahkan lebih dari seribu tahun, dimana terbukti bahwa Doa Nabi Ibrahim kepada ALLAH sewaktu Nabi Ibrahim berada di Mekah untuk membangun Baitulkah bersama dengan Nabi Ismail,  dikabulkan oleh ALLAH,  termasuk doa dalam ayat 129 dimana Nabi Ibrahim memohon kepada ALLAH untuk diutusnya seorang Rasul dari kalangan mereka (yang berada di Mekah ) yaitu kaum etnis Arab, seorang Rasul yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat ALLAH dan mengajarkan mereka al kitab (Al Quran) dan Hikmah serta mensucikan mereka, dimana sesungguhnya ALLAH Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
 Kita sebagai manusia harus membuka Qalbu kita untuk mau membaca Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada kita melalui Para Rasul dan Nabi, untuk mendapatkan Ilmu Pengetahuan mengenai pengenalan Para Nabi pendahulu sebelum  Nabi -Rasul Muhammad S.A.W. untuk berdakwah Menyembah Hanya kepada ALLAH, dimana  terlihat bahwa adanya Rasul Muhammad S.A.W. di Mekah tidak lepas dari Doa dari Nabi Ibrahim kepada ALLAH; 
Nabi Ibrahim  telah mendapatkan Ilmu Wahyu dari ALLAH mengenai ALLAH sebagai Pencipta sebenarnya dari Bumi, Matahari, Bulan  yang harus berhadapan dengan Ayahnya sendiri yang beserta kaumnya menyembah Berhala dan Patung pada masa periode Nabi Ibrahim.
 Dengan demikian terlihat hal penting dari hubungan sebagai sesama manusia, dimana meskipun Nabi Ibrahim dan ayahnya mempunyai hubungan darah namun, terkait kesadaran untuk menyembah kepada Tuhan yang benar yaitu ALLAH Yang Maha Esa, adalah merupakan proses pencarian kebenaran oleh Nabi Ibrahim dalam perjalanan hidupnya, dimana karena Beliau dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran mengenai siapa Pencipta dari ALAM semesta ini, maka ALLAH memberikan Wahyu Ilmu Ketauhidan kepada Nabi Ibrahim;
Selanjutnya Nabi Ibrahim dijadikan oleh ALLAH menjadi Pimpinan Umat untuk seluruh manusia, dimana Nabi Ibrahim telah berdoa kepada ALLAH di Baitullah Kabah Mekah, dan dikabulkan ALLAH doa dari Nabi Ibrahim, melalui turunan Nabi Ibrahim baik dari (i)  jalur Ishak atas hasil Perkawinan Nabi Ibrahim dengan Siti Sarah yang  berlanjut ke Nabi Isa maupun dari (ii) jalur Bani Ismail yang berlanjut ke Nabi Muhammad S.A.W. mendapatkan wahyu dari ALLAH, untuk mendakwahkan Konsep Ketahudian kepada manusia untuk beriman menyembah kepada ALLAH yang Maha Tunggal sebagai implementasi dari pelaksanaan Penyerahan Diri kepada ALLAH yaitu menjadi seorang Muslim yang berarti Menyerahkan Diri dan Tunduk Patuh kepada ALLAH Yang Maha Tunggal.

CATATAN :
Sesungguhnya ALLAH Yang Maha Mengetahui sisilah dan turunan maupun asal usul ethnis yang tepat, sedangkan kita hanya mengandalkan kepada data yang diperoleh dari beberapa sumber baik Buku maupun di Website, dimana kebenaran data diatas perlu diteliti lebih jauh. Kita mengetahui bahwa luas serta nama daerah, mengalami perubahan dari masa ke masa, dimana dalam Kitab Suci Al Quran, ALLAH memang berfirman bahwa suatu umat atau bangsa ada masa berakhirnya dalam perjalanan kehidupan Dunia.
HAL Pokok Penting bagi kita untuk mendapat Jawaban atas Pertanyaan setiap masa  : 
  • Siapa Pencipta bumi dan alam semesta ini ?
  • kenapa ada kehidupan dan kematian ?
  • Siapa ALLAH dan apa ajaran, petunjuk serta pedoman yang harus kita pegang didalam kehidupan dunia yang fana dan sementara ini, serta
  •  Kemanakah kita setelah kita mati dan dikubur kembali ketanah ?
tidak bisa kita karang-karang dan duga-duga, sehingga kita harus mau membaca isi Kandungan  Kitab Suci Al Quran yang bersumber dari ALLAH,  dimana tidak semua tempat dan kaum umat dapat diperoleh  data arkheologi maupun sejarah yang ditulis oleh manusia,  karena sudah ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu Para Nabi Pendahulu dari Nabi Muhammad S.A.W diutus oleh ALLAH kepada masing-masing umatnya. 
Dalam Kitab Suci Al Quran menurut para ahli hanya tersebut berjumlah 25 Rasul dari sekian banyak ratus Rasul yang pernah  diutus kepada setiap umat yang ada didunia oleh ALLAH, dimana data yang diperoleh berdasarkan kemampuan manusia untuk menemukannya terbatas mengingat belum ada film, rekaman USB, kaset pada zaman ribuan tahun yang lalu.   

Jakarta, 7 Mei 2016
Agung Supomo Suleiman
Hari Kedua Bulan Suci Ramadhan