Tuesday, December 18, 2012

Turunnya HUJAN adalah salah satu Tanda Kebesaran ALLAH

Kemarin aku sedikit kehujanan, padahal kepalaku sudah aku tutup dengan tas, maklum engga bawa Payung Aku sih langsung mandi supaya katanya engga pusing;

Yang menurunkan hujan yaitu air dari langit adalah ALLAH, sesuai dengan firman ALLAH dalam Al Quran...(terjemahan bahasa Indonesia).  (saya ambil copy cut paste dari web Index Tematik Al Quran

  • QS. Al-Baqarah [2] : 164
    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
    Kementrian Agama
  • Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Karenanya kita harus bersyukur ada hujan, tinggal kita sebagai manusia haruslah  pandai2 me-manage air hujan ini agar bisa menjadi rahmat, karena tanah dan tumbuh2an memerlukan air hujan biar subur setelah musim kering dan gersang.  
  • Wah ternyata sudah kedengaran Adzan Magrib nih dari  Mesjid dekat rumahku; sehingga aku harus berhenti dulu menulisnya ya.. untuk berangkat Sholat Magrib...

Nah, aku baru saja balik dari sholat dari Mesjid dekat rumah, bawa payung karena gerimis; ALHAMDULILLAH bisa sholat, dan kini kembali menulis di Blogku ini. Yah memang manusia itu perlu tempat menuangkan uneg2 atau hobynya biar bisa lega dari perasaan yang terpendam dalam hati.
  • Aku bersyukur ALHAMDULILLAH, dengan karunia dan izin ALLAH mendapatkan  kerjaan lagi ..yang Insya ALLAH bisa membantu cash-in ku .  ...
Rasa2nya juga seperti kesiram hujan gerimis setelah sekian lama serat cash flow hahaha... Memang irama cash kita seperti juga irama perputaran malam dan siang, jika kita kebingungan, kita akan diberi petunjuk oleh ALLAH (dengan dibuka hati kita untuk mau membaca Kitab Suci AL Quran), jika kita kekurangan, maka Insya ALLAH kita diberikan kecukupan oleh ALLAH, kita juga diberikan karunia berupa rejeki harapan adanya Cash - In , sehingga hati kita rasanya bisa terasa lega dan tenang karena ada harapan bisa meneruskan kehidupan, ibaratnya sama dengan fenomena alam : setelah tanah tandus dan kering ALLAH menurunkan hujan dan air dari langit..sehingga terjadi kehidupan lagi bagi tanaman serta ternak dan kita manusia  dengan tumbuhnya tanaman dan buah2an;

  • Ini semua adalah tanda2 kebesaran dari ALLAH, dimana ALLAH sangat Maha Pengasih dan kita diberi ujian dengan naik turunnya irama rejeki serta cash flow kita; Kita harus pandai bertobat dan mengakui kesalahan serta kekurangan kita, dan harus pandai2 bersyukur atas nikmat yang ALLAH berikan kepada kita.

Monday, December 10, 2012

Bersyukur ALLAH menurunkan AL Quran

Yah, kita sebagai manusia yang lemah dan penuh dengan kekurangan sangat bersyukur bahwa ALLAH menurunkan kitab Suci AL Quran yang telah membenarkan kitab-kitab ALLAH sebelumnya  yang pernah diturunkan oleh ALLAH melalui Rasul2 terdahulu  yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan rasul2 lainnya serta terakhir Rasul Muhammad S.A.W. sebagai peringatan dan kabar gembira dari  ALLAH kepada kita umat manusia supaya beriman  kepada ALLAH, Rasul2 dan Nabi2 serta Kitab2NYA, Hari Kemudian,  sehingga kita dapat mempunyai pedoman dan pegangan hidup  mulai dari siapa Pencipta Kehidupan, Kematian, Dunia serta langit maupun yang ada diantara keduanya, Matahari, Bulan dan semua hasil ciptaan ALLAH Yang Maha Pencipta, termasuk Hari Kiamat dan Pembalasan. 
  • Jika kita dalam kehidupan misalnya pada satu saat merasa gundah gulah, atau gelisah, pengalaman dari diri Penulis adalah langsung saja mendengarkan Digital AL Quran yang berbahasa Arab (karena AL Quran diturunkan oleh ALLAH di Mekah dan Medinah, dimana penduduknya berbahasa Arab) sambil kita membaca isinya baik terjemahannya bahasa Inggris maupun Indonesia dengan pelan2 dan membaca secara seksama;
Setelah kita membaca isi dari Firman ALLAH ini dengan seksama, maka pikiran dan perasaan kita langsung diluruskan oleh Firman ALLAH dalam Kitab Suci tersebut  untuk mengingatkan kepada kita Siapa yang membuat langit, bumi, Siapa yang menurunkan air dari langit, sehingga bumi yang semula kering, tandus dan mati  menjadi hidup, dimana buminya terbelah untuk kemudian tumbuh biji-bijian dan segala macam tanaman misalnya pohon zaitun, korma, dan kebun2 yang lebat  yang semuanya dibuat untuk kita sebagai manusia untuk memakan tanaman dan buah tadi termasuk dapat dimakan oleh hewan pemeliharaan atau peternakan kita;    

 Firman ALLAH  dapat kita temukan dalam (Terjemahan Bahasa Indonesianya)  :

  • Quran Surat 80 'Abasa 80 ayat 24 hingga 32 yang berbunyi:  (24) Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya (25) Sesungguhnya  Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit)     (26) kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya (27): lalu Kami  tumbuhkan  biji-bijian dibumi itu (28) anggur dan sayur2an (29) zaitun dan kurma (30) kebun lebat (31) buah2an dan rumput-an (32) untuk kesenanganmu dan binatang-binartang ternakmu.

Berdasarkan   Ayat suci ALLAH tersebut diatas kita sebagai manusia diminta oleh ALLAH untuk memperhatikan makanan kita, dimana ALLAH menjelaskan bahwa ALLAH yang mencurahkan air dari langit kemudian ALLAH yang membelah bumi dengan sebaik2nya, dan ALLAH yang menumbuhkan biji2an dibumi itu, anggur, sayur2an, zaitun dan korma kebun yang lebat buah2an dan rumput2an untuk kesenangan kita sebagai manusia dan binatang ternak kita;
  • Nah, kita seringkali lupa bahwa kita bisa makan sebenarnya adalah melalui suatu sistim penciptaan proses yang dibuat oleh ALLAH, melalui alam air, tumbuhan, pembelahan bumi dimana sumber informasinya  mengenai adanya ALLAH yang Menciptakan ini semua adalah dalam Kitab Suci Al - Quran yang diturunkan oleh ALLAH melalui Wahyu yang disampaikan kepada Rasul dan Nabi Muhammad S.A.W.    
Kalau kita disekolah seringkali mendapatkan pelajaran dari buku Ilmu Hayat mengenai tanaman dan tumbuhan ini, namun mengenai informasi bahwa ALLAH yang menciptakan semua tumbuhan, termasuk air  yang diturunkan dari langit oleh ALLAH, bukan dari buku pelajaran karangan manusia melainkan bersumber dari Sang Maha Pencipta dari alam tumbuhan, bumi langit, air dan tananaman ini, yaitu melalui firman NYA dalam AL Quran.
  
  • Kita seringkali gundah gulah dan gelisah bisanya berkaitan dengan masalah dunia termasuk dimana  kelangsungan dengan base kantor kita, bagaimana dengan cash flow kita untuk tahun 2013 misalnya, dimana tentunya hal ini adalah masalah dunia semata, dan ternyata jika kita membuka Lembaran Kitab Suci AL Quran, ternyata kehidupan itu bukanlah terjadi dengan sendirinya termasuk Makanan yang ada dipiring meja kita, melainkan ALLAH meminta kita untuk memperhatikan Makanan kita, mengenai dasar pokok asal muasal penting Siapa yang menciptakan Makan kita tersebut,  proses terjadinya dan untuk  kesenangan siapa makanan itu dibuat atau diciptakan oleh ALLAH; 
      
Maka. kita harus benar-benar Pandai Bersyukur adanya Kitab Suci AL Quran yang telah diturunkan oleh ALLAH kepada Rasul dan Nabi penutup Muhammad S.A.W. yang merupakan salah satu dari sekian banyak Rasul dan nabi terdahulu yang telah diutus oleh ALLAH untuk memberikan informasi, peringatan, kabar gembira dimana kita sebagai manusia  "Diminta Untuk Memperhatikan Makanan" melalui Surat 80 ayat 24 hingga ayat 32, sehingga kita diharapkan menjadi sadar dan terarah dari mana dan akan kemana kita harus bersyukur dan tunduk, menyembah serta meminta tolong atas kekurangan dan kelemahan kita.

Sekian dahulu perenungan tulisanku pagi hari ini, semoga bermanfaat bagi diri Penulis maupun pembaca tulisan  ini'
Jakarta 11 Desember 2012
Pagi hari jam 8

Agung S.Suleiman

       




Wednesday, November 14, 2012

MEMAKSAKAN DIRI MENDENGARKAN AL QURAN

Yah, sebagai penganut muslim, adakalanya kita harus memaksakan diri kita untuk mendengarkan Al Quran; Mendingan kita ke-jebag dalam kebaikan daripada kesesatan; Memang tergantung keadaan diri kita pada suatu saat bagaimana keadaan perasaan dan keinginanan kita. Kitalah yang dapat mengetahui dan mendiagnosa diri kita apakah kita dalam suatu situasi dimana kita harus memaksakan diri kita mendengarkan Al Quran atau tidak, karena mungkin godaan dunia  yang terus menerus ada,  sehingga jika kita jauh dari Al Quran, maka bisikan godaan ini akan berusaha keras untuk membuat kita tunduk mengikuti hawa nafsu yang tidak dirahmati oleh ALLAH; 


  • Ibarat Therapy, jika berada dalam suatu keadaan dimana kita butuh sekali akan adanya  suatu pegangan dan pedoman dengan  intensitasnya tinggi, karena satu dan lain hal, agar kita dapat terselamatkan dari bahaya mengikuti hawa nafsu; Nah setelah kita memaksakan diri kita untuk mau mendengarkan Al Quran, maka banyak sekali ayat yang menekankan perlunya kita mengetahui suatu Hari yang Pasti akan datang, dimana kita tidak akan ada lagi penolong sama sekali, dan sudah tidak ada gunanya kita menyesali segala perbuatan kita yang tidak diridhoi oleh ALLAH, karena waktu untuk memperbaiki diri kita sudah tidak ada alias sudah terlambat;
Disini kita sadar bahwa Al Quran itu telah diturunkan oleh ALLAH kepada para Rasul termasuk Rasul Mohammad S.A.W. untuk menjadi peringatan kepada kita agar kita tidak mengikuti terus-menerus hawa nafsu kita yang tidak dirahmati oleh ALLAH.  Sebagian dari Al Quran berisi mengenai pengenalan  kepada kita mengenai : Siapa yang menciptakan dunia dan langit beserta apa yang berada diantara keduanya, maupun yang memasukan siang kedalam malam dan memasukan malam kedalam siang, dan yang mengeluarkan kehidupan dari kematian dan yang mengeluarkan kematian dari kehidupan. Kita dapat lihat dan membaca misalnya  :

Surat 30 Ar-Rum ayat 19
يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Terjemahan:
19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). 

  • Dengan mendengarkan dan membaca Firman ALLAH diatas, berkali-kali dengan penuh penyerahan diri (muslim) kepada ALLAH, maka Insya ALLAH secara ajaib Qalbu kita dan pikiran serta kepercayaan kita akan tercerahkan sehingga kita,  Insya ALLAH, dapat  merasakan terjadinya keyakinan dan ketenangan pada diri kita bahwa kehidupan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada ALLAH yang melakukan kegiatan pelaksanaan kehidupan dan kematian tersebut;
Memang untuk membangun rasa Keimanan itu melalui proses jatuh dan bangun, dimana terasa adanya pertarungan dalam diri kita antara keinginan berbuat baik serta keinginan atau dorongan mengikuti hawa nafsu...
  • Makanya pernah ada film Dr Jekil dan Mr Hyde, dimana diperlihatakan adanya 2 Personality dari Manusia yaitu : Terdapat diri kita yang baik dan diri kita yang cenderung untuk mengikuti hawa nafsu; Nah, tentunya kita sebagai manusia yang kebetulan telah hidup dan menganut suatu agama tertentu misalnya untuk diriku Islam, kita haruslah mau untuk memaksakan diri kita untuk mau mendengarkan Ayat Suci Al Quran, agar diri kita melalui Qalbu/Hati, Pikiran, maupun otak kita :  Mendapatkan suatu Pedoman, Peringatan bahwa setiap kelakukan kita didunia akan tercatat dan tentunya ada konsekwensi atau balasan atas setiap tindakan dan perbuatan kita selama kita berada didunia ini.  
  • Kita haruslah bersyukur bahwa ALLAH Sang Maha Pencipta telah menurunkan Kitab Suci melalui Para Rasul UtusanNYA,  untuk bisa kita baca khususnya jika kita berada dalam persimpangan jalan dalam kehidupan kita....misalnya dari semula lemah menjadi kuat dan kemudian menjadi lemah ....sebagai tanda-tanda kebesaran ALLAH ....  sesuai Firman ALLAH dalam Surat 30 Rum ayat 54  Al Quran :

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Ar -Rum[30]:ayat 54 :
  •  Demikianlah sekelumit perenungan yang aku coba tuangkan dalam Blog yang aku beri judul Nikmatnya Iman ini, semoga berguna khususnya untuk diriku sendiri;
Jakarta, 15 November 2012 bertepatan dengan Hari Tahun Baru Islam .. Hijriyah 1433 H....    Selamat Tahun Baru Islam       
Agung S.Suleiman

Friday, October 26, 2012

Melihat Kebesaran ALLAH dari Memotong Qurban

ALHAMDULILLAH (Puji Bagi ALLAH),  terasa bahwa dengan kita terlibat memotong dan menyayati Qurban kambing, di Mesjid Al-Mukhlisin, Cipete, Gandaria Selatan,  kita dapat merasakan tanda2  kebesaran ALLAH dari daging kambing yang kita potong tersebut. Aku  mengambil copy cut pase photo diatas  dari http://www.triktips.com/1082/sejarah-hari-raya-idul-adha.html untuk dishare dengan pembaca....karena menurutku bagus...gambarnya.
  • Oh ya, aku dengan teman2 dibilangan Mesjid Mukhlisin, Kompleks Deplu, Cipete, Gandaria Selatan, pada hari kedua Hari Raya Idul Adha, terlibat berpartisipasi membantu menyayati daging kambing dengan pisau lumayan tajam, yang aku pinjam dari salah satu kawan sesama peserta hari ini. Kita dapat merasakan pada saat menyayat kambing tersebut, dagingnya masih terasa hangat; Kita dapat merasakan hebatnya ciptaan ALLAH,  karena misalnya daging yang dibagian kaki kambing, sewaktu kita sayat, ternyata dibungkus dengan lapisan pembungkus putih yang kuat dan rapi  dari ujung tulang sambungan dengkul kaki kambing hingga bagian paha,  sehingga kita membutuhkan suatu  kiat untuk dapat membongkar bungkusan tersebut, dengan memulai menyayatnya dari ujung dengkulnya; 

Begitu juga tulang rusuk atau iga, kalau kita sudah mulai terbiasa memotongnya, maka sambungan pembungkus urat putih dari tulang rusuknya dapat kita potong dan lepaskan tulang rusuk ini dari tulang belakang ruas kambing yang sudah terbelah tersebut. Kita juga dapat memotong daging dari setiap tulang rusuk iga tersebut. Nah, kalau sebelahku memakai semacam kampak yang tajam, sehingga bagian yang besar dan keras dapat dikampak untuk dibelah menjadi bagian yang kecil-kecil. Wah, kita baru bisa merasakan bagaimana tukang jagal kambing bekerja memotong kambing sebelum kita bisa memakannya dimangkok dop kambing, pada saat Hari Raya idul Adha ini.
  • Rasanya ada kepuasan qalbu hati,  jika kita dapat rame2 dengan kawan2 kita disekitar Mesjid kompleks Deplu, Cipete, Gandaria Selatan  terlibat berpartisipasi memotong dan menyayat daging kambing serta tulang kambing tersebut, untuk selanjutnya ditimbang dan dibagi2kan kepada orang yang membutuhkan di-sekitar Mesjid Al Mukhlisin, Cipete, Gandaria Selatan.   
Wah, sudah dulu ya..tulisan ku dihari kedua Hari Raya Idul Adha
Jakarta 27 Oktober 2012
Agung S.Suleiman...

Menjaga KEIMANAN KITA

Yah, namanya manusia ada pasang surut perasaan, termasuk perasaaan keimanan kita; Ada kalanya kita merasa dekat dengan ALLAH sehingga ingin sekali kita mendengarkan ayat2 suci Al Quran; Tapi ada kalanya kita dalam keadaan surut atau menurun rasa keimanan kita; Itulah manusia, namun jika keimanan kita sedang menurun dan kebetulan kita sedang merasa jenuh dan cupet disebabkan  karena merasakan monoton dalam kehidupan kita, maka ada baiknya kita mencari jalan keluar yang bersifat positif misalnya dengan menyiram tanaman, memberi makanan kepada kura-kura perliharaan kita, karena tanaman dan kura2 tersebut adalah makhluk yang diciptakan oleh ALLAH untuk menjadi peliharaan kita; Kita juga dapat membuka Blog dan mulai menulis untuk menghilangkan kejenuhan dan kesumpekan pikiran kita. 
  • Jika pikiran kita misalnya  terlintas  memikirkan hal yang negatif, maka kita haruslah secepatnya berusaha untuk kembali kepada jalan pikiran yang lempeng dan lurus, dan ada baiknya kita olahraga atau jalan kaki keluar rumah atau ruangan  guna  mencari udara segar serta mengganti suasana, atau melihat pameran photo seperti yang pernah diselenggarakan di Pondok Indah Sky Walk dimana, saya ambil photonya melalui Black Berry saya untuk kemudian kita  bisa share di Blog kita, kreatif bukan hehehe...
    •  Kegiatan positif ini akan membantu otak dan pikiran kita kembali longgar dan tidak sumpek. Nah, terkait dengan pasang surutnya iman, ada baiknya kita buka blog orang lain di internet dan mencari judul atau tema misalnya "menjaga keimanan kita", sehingga kita dapat masukan dari tulisan orang lain tersebut untuk membantu meningkatkan keimanan kita dengan membaca nasehat  mereka untuk mau mendengarkan Al Quran atau bergaul dengan orang yang senang membicarakan topik keimanan namun dengan pengertian dan wawasan yang  luas dan tidak sempit. 
    Yang jelas manusia itu diberikan potensi ilham baik yang buruk maupun yang baik sesuai dengan Firman ALLAH dalam Al Quran  :


    Faalhamaha Fujuroha wa Taqwaha : ( terjemahannya)" Maka DIA mengilhamkan (kepada setiap jiwa) jalan dosanya dan jalan taqwanya. (Al Quran  Surat Asy - Syams ayat 8);

    • Nah, itu semua kembali kepada kita, karena kita sebagai makluk manusia diberikan kebebasan untuk memilih diantara kedua jalan tersebut dengan segala konsekwensi dan akibatnya...
      Jika hati kita merasa gundah gulah dan gelisah dan kita hendak mencari ketenangan  qalbu dan berkah dari ALLAH, sebaiknya kita minta dan mohon kepada ALLAH untuk dijauhkan dari segala godaan bisikan syetan, dan mohon untuk dijaga keimanan kita kepada ALLAH Yang Maha Penolong, Mendengar, Mengetahui dan Maha Pengampun atau Penerima Tobat dan dan Maha Pengasih dan Maha Penyayang. 

    Jakarta, 26 Oktober 2012 Hari Raya Idul Adha .....
    Agung S.Suleiman

    Thursday, October 18, 2012

    BANGUN KOMUNIKASI DENGAN ALLAH


    Wah, ternyata setelah kita sering mendengarkan Al Quran, dan kebiasaan sholat termasuk sholat malam, terasa bahwa jika kita terbangun malam dan terasa ada rasa gundah gulah, kita langsung ambil wudhu dan sholat malam setelah itu kita tasbih, memuji ALLAH dan salawat, kemudian kita bicara langsung saja kepada ALLAH mengenai masalah atau apapun yang kita sedang hadapi, baik kita telah melakukan perbuatan baik atau merasa melakukan suatu perbuatan yang tidak disenangi ALLAH, kita bicara  langsung kepada ALLAH mengenai perasaan dan uneg2 kita, dan pasti  ALLAH sangat mendengar keluhan kita karena dalam ayat AL Quran, ALLAH menyatakan bahwa ALLAH lebih dekat kepada diri kita daripada urat leher kita sendiri, sesuai dengan Surat Qaaf ayat 16 dari Al Quran :

    " Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ( QS Qaaf ; ayat 16)



    وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
    • Maka berdasarkan ayat ini kita harus tanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa kepada ALLAH kita tidak usah merasa minder atau malu, untuk mengutarakan uneg2 atau gundah gulah kita, karena ALLAH itu Maha Dekat, Maha Baik dan senang,  jika kita kembali kepada ALLAH dan kita  memohon taubat dan ampunan kepada ALLAH,  atas kesalahan yang telah kita perbuat baik yang kita perbuat melalui penglihatan, pendengaran ataupun tindakan apapun dari diri kita,  baik sengaja maupun tidak, karena, ALLAH Maha Dekat, Maha Melihat, Maha Mendengar,  Maha Mengetahui dan ALLAH adalah  sangat baik, Pengasih dan Maha Penerima Taubat; 
    Dalam Surat Az Zumar ayat 53 ALLAH berfirman :

    Katakanlah : Hai Hamba-hamba KU yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, 
    janganlah kamu berputus asa dari Rahmat ALLAH; sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa; Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,


      Dalam perjalanan hidup kita, kita  dapat merasakan bahwa ALLAH sangat beda dengan manusia, karena ALLAH Maha Melihat apapun yang kita lakukan baik yang kita lakukan dengan terang2an maupun yang kita rahasiakan atau sembunyikan; ALLAH tidak akan memanipulasi kelemahan kita yang telah kita utarakan kepada ALLAH,  berlainan sekali  dengan jika kita mengeluh kepada manusia, kadangkala kita khawatir bisa dimanipulasi kelemahan kita oleh manusia tersebut jika kita mengadu kepada manusia.       
      • Nah, kiat untuk membangun komunikasi dengan ALLAH adalah suatu cara yang sama sekali mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun, dimana kita tidak perlu membutuhkan perantara untuk berkomunikasi dan berbicara kepada ALLAH, karena ALLAH memang lebih dekat kepada setiap diri manusia daripada urat leher manusia tadi sesuai dengan Firman ALLAH dalam Surat Qaaf  ayat 16 diatas; 
      Memang setiap manusia tanpa terkecuali senantiasa ada dua sisi yaitu ada kecenderungan untuk berbuat baik,  namun juga ada kecenderungan untuk mengikuti hawa nafsu, dimana Hawa Nafsu ini haruslah dapat kita kendalikan, kalau perlu kita minta pertolongan kepada ALLAH untuk melawan hawa nafsu tersebut.
      • Ok dahulu karena sudah terdengar Azan Sholat Jum'at .....wasalam
      Jakarta, 19 Oktober 2012
      Agung S.Suleiman  
        

      Tuesday, June 26, 2012

      Setiap Kesulitan Disertai Kemudahan

      Ya, betul kemarin hari Minggu tema ceramah di Mesjid Al Muchlisin adalah bahwa disetiap Kesulitan atau masalah akan senantiasa disertai dengan adanya Kemudahan atau jalan keluar;

      • Hal ini banyak tertera dalam Kitab Suci Al Quran, dimana kita haruslah membangun keyaqinan akan  Firman ALLAH ini, untuk mencari suatu solusi dan kesabaran, ketekunan dan harapan pada Rachmat ALLAH yang akan menyertai setiap kesulitan yang dihadapi oleh setiap insan manusia; 
      • Persoalan mendasarnya sebenarnya terletak pada manusia itu sendiri,  apakah dia cukup sabar untuk membangun keyakinan akan adanya suatu cara untuk mencari pemecahan atas persoalan atau masalah yang sedang dia hadapi. Engga mungkin manusia itu tidak diuji dengan berbagai tantangan dan cobaan. Disini kita lihat adanya kombinasi antara mental tahan banting, keuletan,   keyakinan untuk percaya bahwa ALLAH yang menciptakan kehidupan ini, dimana kita haruslah mencari solusi pemecahan dan juga senantiasa ingat atau berdzikir kepada ALLAH baik sewaktu kita berbaring, duduk, berdiri, berjalan maupun diamanapun kita berada. 

      • Adapun kunci untuk mendapatkan suatu jalan atau inspirasi jika kita berpatokan pada petunjuk Firman ALLAH adalah kita diminta untuk berdzikir dan mengingat ALLAH sebanyak2 nya didalam mencari karunia kehidupan yang tersedia oleh ALLAH dalam semesta alam ini;
      Perumpamaaan yang diberikan oleh Ustadnya yang memberikan tausiahnya adalah bahwa seperti jika kita menyetir mobil atau kendaraan dikala sedang hujan lebat, jika kita Dzikir dan mengingat ALLAH maka, fungsi wiper dari kendaraan tersebut akan berjalan dengan baik sehingga jalan kedepan meskipun hujan lebat, dapat kita lihat dengan jelas dan terang, sehingga kita tidak akan tersesat dalam hujan lebat tersebut;

      Disebutkan ada beberapa Surat terkait antara lain :

      Surat Al Thalaq ayat 3, Firman NYA :  “ Barangsiapa bertawaqal kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan  mencukupkan ( keperluannya);

      Surat Al Anbiya Ayat 87:

      DOA] Zikir Nabi Yunus a.s dalam perut ikan
       Sesungguhnya tiada Tuhan melainkan Engkau ( Ya ALLAH) Maha Suci Engkau 
       (daripada melakukan aniaya, tolonglah aku Sesungguhnya aku adalah orang yang menganiaya diri sendiri.

      Dalam kehidupan nyata didunia ini, setiap manusia akan menghadapi masalah dan persoalan apakah itu didalam meniti karier atau usaha atau menempuh ujian sekolah, atau mencari pekerjaan, pastilah akan menghadapi tantangan dan cobaan; Jika kita misalnya menghadapi suatu keperluan apapun keperluan tersebut, jika kita banyak mengingat kepada ALLAH dan berusaha untuk pandai2 bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH, dan menjauhi larangan serta menjalankan perintahnya, dan berusaha untuk rajin membaca ayat suci dari Kitab Suci ALLAH, yang bagi umat Islam adalah Al Quran dan tentunya harus berikhtiar, maka Insya ALLAH, ALLAH akan memberikan kita suatu inspirasi kemudahan serta kejernihan untuk dapat berpikir dan mencari jalan keluar dengan mendapatkan bimbingan dan tuntutan dari ALLAH Yang Maha Kuasa dengan suatu jalan pemecahan yang kita tidak duga2  sebelumnya;
      Kadangakala terasa bahwa jalan keluar ini akan diberikan ALLAH, setelah kita serasa berada diujung  jalan yang seolah2 sudah buntu, dan kita hampir putus asa; Namun jika kita tetap sabar dan tekun serta berharap kepada ALLAH maka disaat kepepet tersebutlah biasanya pertolongan ALLAH akan datang misalnya berupa ditemukan dengan orang atau kelompok yang memberikan kita suatu jalan pemecahan atas persoalan yang sedang kita hadapi, dimana jika kita amati dengan baik, merupakan jalan atau jawaban dari ALLAH melalui orang atau kelompok tersebut;        
        
      Jakarta, 26 Juni 2012
      Agung S.Suleiman

      Friday, May 4, 2012

      Proses Membangun Kesadaran Keyakinan

      Aku bangun tidur ingin menulis dalam blogku ini. Ada perasaan dalam diri ingin menulis mengenai perasaan dalam diriku yang Insya ALLAH dipelihara ALLAH untuk dapat senantiasa bersyukur kepada ALLAH yang telah memberikan kita kenikmatan pemahaman kelezatan perasaan yang mendalam dalam diri kita untuk Insya ALLAH dapat senantiasa berusaha dengan sungguh2 untuk menjaga  dan mengikuti petunjuk ALLAH  untuk mau membaca kitab suciNYA agar hati qalbu bisa dengan izin ALLAH dapat terisi dengan kehausan informasi petunjuk, kabar gembira, pelajaran, peringatan dari Sang Maha Pencipta mengenai hal mendasar : Mengapa kita berada didunia ini dan maksud apakah masing-masing dari kita didalam alam dunia ini telah diizinkan oleh Sang Maha Pencipta untuk berada didunia ini.  Your Ad Here


      • Pada saat kita gelisah atau gundah gulah ada baiknya kita segera membaca atau mendengarkan Kitab Suci ALLAH, misalnya dari Digital AL Quran, dimana kita disadarkan oleh ALLAH melalui firman ALLAH dalam Kitab Suci tersebut mengenai ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang berada diantara keduanya. Salah satu cara untuk dapat membangun perasaan bathin dan kesadaran bahwa ALLAH Yang Menciptakan dunia ini,  haruslah kita benar2 niatkan dengan membaca berulang-ulang kali ayat tersebut, apalagi dikala malam hari yang sunyi, supaya Insya ALLAH (dengan idzin ALLAH) kita dapat merasakan bahwa ALLAH  dengan kasih sayang dan janji NYA akan membangun  dan menanamkan perasaan keyakinan yang mendalam dalam Qalbu kita adanya keyakinan dan tanpa ragu2 bahwa memang dunia dan langit serta segala sesuatu apapun yang berada diantara kedua langit dan bumi maupun segala yang terkandung didalamnya adalah diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Pencipta.  

      Kita rasakan adanya suatu sistem dimana ALLAH menyamakan Qalbu kita dengan tanah bumi; Jika tanah itu berada diatas gunung dimana ALLAH melalui rahmatnya melalui angin telah menggeser awan yang berisi air untuk bergerak ke tanah yang tandus kemudian diturunkan oleh ALLAH air dari langit kebumi yang tandus tadi menjadi basah dan subur sehingga ALLAH melalui sistem fenomena alam yang diciptakan ALLAH, ALLAH akan mengeluarkan segala macam tanaman dari tanah yang semula tandus menjadi hidup dengan menjulang tinggi pohon dan tangkainya sehingga dengan Izin ALLAH akan menghasilkan bunga dan buah yang beraneka ragam warna, jenis, rupa. 
      • Begitulah  jika Qalbu kita kita paksakan untuk diisi dengan   siraman ayat suci dari ALLAH secara terus menerus dengan berkesinambungan dengan misalnya salah satu metode mendengarkan Digital AL Quran bagi mereka yang menganut beriman sebagai muslim (atau pasrah diri) kepada ALLAH Sang Maha Pencipta, Insya ALLAH, kita merasakan bahwa  terjadinya proses  perasaan dalam Qalbu kita, yang semula Qalbu kita terasa kering dan gersang yang membuat kita merasa gelisah dan gundah gulah, secara perlahan2 berproses dan berubah menjadi terasa adanya tertanam dan tumbuh perasanaan keyakinan  yang tidak ragu2 dan kuat serta lembut bening, bahwa ALLAH memang pada kenyataan senantiasa berada dan menjaga serta melihat segala tindak tanduk kita dimanapun kita berada; Namun perlu dicatat bahwa sebelum mendengarkan ayat suci ALLAH,  kita oleh ALLAH diminta ALLAH untuk membaca  kalimat Audzu bilahi minasyaiton irodjim atau  Aku berlindung kepada ALLAH dari godaan Syaitan yang terkutuk.            
       Jakarta, May 05, 2012
      Agung S.Suleiman

      Saturday, April 7, 2012

      BERUSAHA MERASAKAN KEDEKATAN KEPADA ALLAH

      Ya, rasanya nikmat sekali jika kita sebagai penganut Muslim,  berusaha untuk mendekatkan diri kepada ALLAH dengan mendengarkan dan membaca AL QURAN  melalui Digital AL QURAN; Syaratnya kita harus juga berusaha dan memaksakan diri kita untuk menjauhi  diri kita dari melalukan tindakan yang tidak disenangi oleh ALLAH dan melakukan perbuatan amal saleh yang disenangi ALLAH. Kita mendingan dipengaruhi oleh ayat Suci Al Quran daripada bisikan dunia yang mendekati hawa nafsu yang dapat merusak ketenangan bathin qalbu kita.
      Dengan mengingat ALLAH kita akan merasakan ketenangan Bathin dan merasa jauh dari rasa gelisah dan gundah gulah yang tak menentu
       Hal ini benar2 membuat kita menginginkan untuk senantiasa menyediakan waktu untuk mendengarkan pelajaran dan petunjuk ALLAH dalam Al Quran sebagai kitab suci yang turunkan ALLAH melalui para Nabi dan Rasulnya guna diteruskan kepada umat manusia untuk menanamkan rasa beriman didalam Qalbu kita, sesuai dengan firman ALLAH dalam kitab suciNYA. 

      •  Rasanya kandungan AL Quran terasa dalam dan luas dan tidak habis2nya, sehingga kita berusaha untuk memaknai artinya dan mencari Kandungan Hakekat Makna Pelajaran dan Petunjuk menuju Cahaya dan keluar dari kegelapan. Pendengaran dan Penglihatan Qalbu kita Insya ALLAH mendapatkan Cahaya pemaknaan yang lembut dari ALLAH Yang Maha Pengasih.
      Sangat nikmat rasanya jika kita bisa ketemu Hari Jumat ke hari Jumat berikutnya, dalam hal  kita berhasil menjauhkan diri dari perbuatan dan tindakan yang tidak disenangi ALLAH dan berusaha untuk mau mendengarkan Digital AL Quran;  Jika kita kerja rasanya ada saja jalan keluar untuk memecahkan masalah dan persoalan yang kita hadapi.  Begitu juga Cash flow kita, jika kita menjalankan Jasa Hukum Insya ALLAH, akan diberikan jalan keluar dengan mendapatkan atau dihubungi Klien yang kita tidak sangka2 yang membutuhkan jasa kita, dengan bayaran yang Insya ALLAH dapat menutup dan menangulangi Cash-ini kita.
      • Memang ALLAH Maha Melihat dan Maha Mendengar, dan kita haruslah menjaga kelanjutan keimanan kita untuk mendekatkan diri kita kepada ALLAH dengan beryukur kepada ALLAH atas karunia keahlian kita misalnya dalam bidang keahlian memberikan jasa hukum terkait dengan masalah hukum bisnis yang ada hubungannya dengan kegiatan pelaksanaan operasional bisnis perminyakan  dan pertambangan di Indonesia;   
      Jangan lupa melaksanakan perintah ALLAH untuk mengeluarkan bagian dari harta rejeki yang diberikan ALLAH kepada kita, kepada yang berhak karena semua Rezeki dan kekayaan alam yang ada didunia  ini baik minyak-gas Hydro Carbon maupun tambang Emas adalah diciptakan dan milik ALLAH melalui proses sistem yang memang dibuat dan dirancang sistemnya oleh ALLAH Yang Maha Kaya dan Maha Pencipta, dimana kita sebagai manusia yang diberikan Aqal dan Qalbu harus menggunakannya untuk memenuhi dan meningkatkan kwalitas kehidupan kita didunia ini.
             Jakarta, 8 April 2012
                Agung S.Suleiman
             SACO LAW FIRM