Sunday, December 1, 2013

PERASAAN MENEMUKAN KESADARAN TUJUAN HIDUP MENGABDI KEPADA ALLAH

Dengan memaksa diri kita mendengarkan AL Quran, nampaknya ada saatnya dimana kita menjadi kaget ada sesuatu yang terjadi aneh sekali sedang terjadi  pada qalbu dan hati kita. Hal aneh yang terjadi ini nampaknya mendapatkan pembenaran dengan mendengarkan Journey to Islam melalui You Tube dari orang-orang didunia ini yang merasa telah kembali ke rumahnya setelah mendengarkan dan membaca Al Quran.Karena kita lahir dari orang tua yang beragama Islam kadangakala malah sering kali kita menjadi Islam karena keluarga kita Islam sehingga kita hanya "Taken It For Granted" tanpa menyadari bahwa dengan mendengarkan Al Quran secara terus menerus dan dengan sungguh2 ingin mengetahui apa sebenarnya pesan ALLAH menurunkan Al Kitab Suci Al Quran dan kitab2 Injil dan Taurat sebelumnya kepada para Rasul untuk menjadi petunjuk kepada manusia, akan tiba atau datang saatnya dimana Qalbu kita dan perasaan kita terjadi perubahan besar yang membuat kita menjadi tenang,  terang secara pikiran dan perasaan  dan terhindar dari segala macam rasa  kekusutan, kebingungan serta kegelisahan, karena kita Insya ALLAH diberikan kesadaran oleh ALLAH menemukan kesadaran tujuan hidup untuk mengabdi kepada ALLAH Yang Maha Kekal dan Maha Hidup Serta Maha Kuasa selam kita berada didunia ini. 
  • Misalnya untuk kita yang telah mencapai umur senja yaitu 62 Tahun, tentunya kita tidak bisa menghindari bahwa secara system tubuh manusia yang diciptakan oleh ALLAH, badan kita terasa mulai melemah, dan tidak sekuat sewaktu kita masih muda dan kuat. Hal kenyataan ini tidak bisa kita lawan karena ALLAH didalam Kitab Suci Al Quran telah berfirman bahwa ALLAH menciptakan manusia dari keadaan lemah menjadi kuat kemudian menjadi lemah dan kemudian mati dan kemudian dihidupkan kembali oleh ALLAH di hari Akhirat
Dengan demikian, untuk mengetahui : (i) kemana lagi kita yang telah diberikan izin ALLAH dapat mencapai umur diatas 60 tahun,  dimana bagi Penulis AlhamduliLLAH  diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk berada didunia sampai umur 62 tahun, dan (ii) informasi mengenai berapa lama sisa umur kita masih berapa didunia ini, dan tempat dimana kita akan meninggal  yang  mengetahui hanyalah ALLAH Yang Menciptakan Kematian dan Kehidupan ini.  Kita tentunya harus menjaga kesehatan tubuh kita dengan berolahraga, mengelola kesehatan dan makan kita dengan baik, dan berusaha untuk bersyukur kepada ALLAH dengan melakukan ibadah mengabdi dan menyembah ALLAH melalui ketundukan kita untuk mau membaca petunjuk ALLAH dalam Kitab Suci-Nya.
  • Hal ini dapat kita temukan sumbernya didalam Kitab Suci yang diturunkan ALLAH kepada kita melalui para Rasul - utusan ALLAH untuk menyampaikan petunjuk arahan hidup kita baik selama kita berada didunia sampai kita meninggal merasakan mati dikubur hingga nanti di Hari Akhir kita akan dibangkitkan kembali hidup setelah dunia ini semua hancur dan kemudian akan ada Hari Kebangkitan dan hari Pembalasan dimana ALLAH adalah satu2nya Yang Mempunyai wewenang memberikan keputusan pembalasan kepada setiap dan seluruh manusia tanpa terkecuali . 
     Baik kita beriman atau tidak beriman, kita tidak dapat menghindari hukum kehidupan kematian dan kebangkitan yang sudah diberitahukan kepada kita melalui ALLAH Sang Maha  Pencipta kepada kita manusia yang dilengkapi ALLAH dengan akal, pendengaran, pikiran maupun Qalbu atau hati. Jadi bahasa kerennya There is "No Exeption  To This Rule". Salah satu hal penting yang perlu kita sadari dan ingat adalah bahwa selama kita masih diberikan nafas untuk hidup didunia ini oleh ALLAH kita masih diberikan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri kita agar berusaha untuk Tunduk dan Hanya Menyembah ALLAH serta mohon untuk mendapatkan petunjuk jalan lurus kepada ALLAH agar Insya ALLAh kita dizinkan ALLAH untuk mati dalam keadaan Muslim ( Bertaqwa dan Beriman) untuk menyerahkan diri kepada ALLAH. 
  • Penulis bukanlah orang yang bersih dari kesalahan maupun dosa, namun Penulis membutuhkan Guidance dan Petunjuk dari ALLAH,  dimana bersyukur kita telah diberikan ALLAH petunjuk melalui Kitab Suci dari ALLAH yang telah diturunkan ALLAH melalui para Rasul-rasul NYA mulai dari para Nabi antara lain  Ibrahim, Nuh, Musa, Isa dan Nabi Muhammad S.A.W.  
Pada Era dunia informasi ini, banyak sekali Dakwah serta kisah pengalaman Journey to Islam dari orang-orang diseluruh dunia termasuk dunia Barat, Brazil dan belahan dunia ini yang dapat kita tonton melalui You Tube sehingga mudah2an Insya ALLAH dapat memberikan inspirasi kepada kita bahwa kita diciptakan ALLAH didunia ini pasti ada maksud dan tujuan yaitu untuk mengabdi (Worship) dan menyembah ALLAH Sang Maha Pencipta kehidupan didunia, kematian dan kehidupan kembali di hari Akhirat.  
  • Mudah2an tulisan ini berguna bagi Penulis maupun para pembaca ....Amin YRA.
Jakarta 2 Desember 2013
Agung Supomo Suleiman  

Monday, October 21, 2013

MEMAKSAKAN DIRI SENDIRI RAJIN MEMBACA AL QURAN UNTUK BERHADAPAN DENGAN HAWA NAFSU DAN SYAITAN

  • Yah, untuk diri Pribadi Penulis, Penulis harus memaksakan diri sendiri untuk mau membaca dan mendengarkan AL QURAN lewat Digital supaya Penulis dapat Mendapatkan kekuatan ketahanan diri untuk mendapatkan Kekuatan Bathin, Kemauan, keteguhan Hati memperoleh Cahaya ILAHI guna dapat melawan Hawa Nafsu dan Godaan Syaitan. Syaitan itu   menurut AL QURAN adalah musuh nyata dari manusia, dimana pada jaman Era Informasi Media yang canggih, biasanya dapat berbentuk godaan yang bermacam-macam khususnya terkait dengan Hawa Nafsu yang kita kenal sebagai  3 TA yaitu:   Tahta (Kekuasaan, Posisi, Kursi Kekuasaan),   Harta (Uang, Kekayaan Materi, Kendaraan Mewah/Mobil serba mewah),  Wanita (baik gambar/Khayalan/Fantasi yang menimbulkan syahwat maupun godaan khayalan/Fantasi wanita/ kelengkapan atribut pendamping wanita cantik dari pandangan phisik).  
Selama kita adalah manusia biasa yang terdiri dari darah, tulang dan daging, selama itu pula kita sangat  rentan untuk memperturutkan hawa nafsu kita atas 3 TA tadi diatas. Kita bisa melihat di berita media betapa banyak korban yang sudah ter-ekspose dengan jatuh pada 3 TA tersebut. 
  • Nah, kita sebagai manusia biasa tentunya juga sangat dapat dan potensial terkena dengan godaan 3 TA tersebut, sehingga menurut pengalaman dari wejangan Para Ahli Ulama dan Ilmu Agama, maupun Penulis  yang menganut agama Islam, salah satu cara dan instrumen atau methode ampuh untuk dapat menyadarkan kita untuk membangun kekuatan Bathin, Kemauan, Keteguhan dan kembali bertobat kepada ALLAH untuk berpijak/berhijrah kembali ke jalan yang benar dan lurus adalah dengan Memaksakan diri kita sendiri untuk mau menyediakan sebagian waktu dari 24 Jam yang tersedia dalam 1 Hari  ini untuk mau memaksakan diri kita untuk mendengarkan dan membaca Al Quran yang bagi diri Penulis adalah dengan Memaksakan diri untuk mau mendengarkan dan membaca Digital Al Quran dengan berulang2 satu ayat, secara pelan2  baik mendengarkan Bahasa Arabnya maupun membaca terjemahannya Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. 
Menurut Firman ALLAH dalam kitab suci AL Quran, ALLAH adalah sangat Penerima Tobat dan Maha Pengampun, sehingga dalam kehidupan kita,  kita senantiasa  masih diberikan ALLAH kesempatan untuk bertobat dan meminta ampun kepada ALLAH untuk kembali berhidjrah kejalan yang lurus dan benar sesuai dengan tuntunan dalam Kitab2 Suci yang telah diturunkan ALLAH melalui Para Rasul dan Nabi utusan ALLAH untuk dibaca, didengar, dipelajari dan dipahami oleh kita manusia yang semenjak jaman Adam dan Hawa diturunkan ALLAH dari Syurga kedunia.
  • Tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan dan melakukan dosa, maka jika kita misalnya pernah berbuat salah atau menyimpang dari petunjuk ALLAH, sebagainya kita jangan terlarut dengan ketidak pastian dan gundah gulah perasaan yang terjadi dalam diri kita akibat dari melakukan kesalahan dan penyimpangan tersebut, dan bersegeralah kita Memaksakan Diri kita untuk membuka dan membaca serta mendengarkan Al Quran atau Digital AL Quran, dengan berulang-ulang kali, sehingga akan membekas lanunan dan petunjuk Firman ALLAH yang dilantunkan melalui Digital Kitab Suci Al Quran tersebut. 
Sebagaimana dikatakan oleh seorang Ustad, bahwa Syaitan itu senantiasa akan aktif untuk menggoda kita manusia dari segala jurusan baik dari kiri, kanan, depan belakang dari arah yang kita tidak sadari, sehinggga kita sebagai manusia diminta untuk senantiasa Berdzikir dan mengingat ALLAH atau dzikruLLAH, dimana untuk Penulis, Penulis merasakan manfaatnya dengan methode mendengarkan Digital Al Quran, terutama jika keimanan kita sedang turun, apapun sebabnya, kita haruslah kembali meningkatkan keimanan tersebut dengan cara Mendengarkan dan membaca Digital AL Qura, sehingga Penulis merasa di-Charge kembali untuk hidjrah kejalan yang lurus dengan mendapatkan Tuntunan Firma ALLAH dari Digital AL Quran tersebut, sehingga membuiat rasa tenang kembali dan meluruskan Jalan dan Tujuan serta misi kita kenapa kita berada didunia ini.....

Sekian dahulu tulisan penulis disiang hari ini...
Jakarta 21 Oktober 2013
Agung S.Suleiman                
    

Tuesday, March 19, 2013

Ternyata ADA BAGIAN OTAK Yang Bergelompang Sendiri Tanpa Perintah (Otak Bawah Sadar)

Betul, setelah Penulis  membaca tulisan-tulisan di Tanya Google misalnya:

Penulis menemukan jawaban mengapa Penulis  seringkali merasakan adanya Gelombang di Otaku yang sama sekali bukan karena Penulis  perintah melainkan, bergelombang sendiri dengan suatu irama yang teratur Ibaratnya Detaknya Jantung kita yang berdetak tanpa perintah atau kemauan dari kita.
  • Nampaknya mungkin bagian otak yang mengeluarkan Gelombang yang teratur dengan suatu irama tertentu dan terasa, adalah hasil atau buah dari seringkali kita mendengarkan Ayat Al Quran lewat Digital Al Quran yang biasa Penulis mendengarkan secara berulang -- ulang  satu kalimat per satu kalimat sampai 9 kali, dimana Digital ini Buatan Korea, seperti terlihat dalam Photo Digital Al Quran; ALLAH - lah  yang Maha Mengetahui apa sebenarnya yang dirasakan atau adanya efek getaran gelombang di  otak kita sebagai akibat  seringkali mendengarkan Digital Al Quran yang berulang-ulang 9 kali setiap satu kalimat dari Surat Al Quran yang sedang kita dengarkan dan juga baca sekaligus artinya. Sistim Pengulangan 9 kali ini memang didesign oleh pembuat Digital Al Quran  tersebut. Kita tinggal menggunakannya. 
Nampaknya, sepertinya kita rasakan bahwa Otak Bawah Sadar sedang berdzikir akibat Penulis memaksakan otak Penulis untuk  mendengarkan berulang kali Ayat-ayat Suci Al Quran secara terus menerus dari Digital Al Quran ini.  Dahulu bisa dibeli di Toko Gramedia. Memang kalau Negara maju kebudayaan dan Teknologinya seperti Korea,  jika membuat Digital Al Quran mereka sangat ber-Inovasi,  dimana kita secara mudah dapat membiasakan diri  untuk berulang-ulang mendengarkan Ayat Suci Al Quran ini satu kalimat 9 kali, dengan sekalian  dapat pada saat yang bersamaan membaca Terjemahan bahasa Inggris atau Indonesia atau membaca Teks Tulisan  Al Qurannya. Kemudahan metode membiasakan diri untuk mendengarkan Digital Alquran secara berulang2 ini sangat Penulis rasakan manfaatnya apalagi langsung pada saat yang bersamaan bisa melihat terjemahannya.       

Kita bisa mendapatkan ilmu yang menarik dari membaca Tulisan diatas yaitu dari :

Metode Paling Rileks Menghafal Quran :http://sepertigarindu.wordpress.com/2012/05/01/metode-position-metode-paling-rileks-dalam-menghapal-quran/

Yang Penulis akan Cut Paste dan Share disini supaya kita bisa menambah Pengetahuan Pengertian Otak Bawah Sadar tersebut :

Quote ( SALINAN):

Apakah Metode Position© itu?

Metode Position© adalah metode menghapal Qur’an yang dilakukan pada saat menjelang tidur (Posisi tetha) dan pada saat tidur (posisi delta).

Benarkah metode ini paling rileks?
Adakah aktivitas lain yang lebih relaks daripada Position© alias tidur?
Dalam keadaan tidur, Gelombang otak yang terpancar lebih sedikit (0-4 Hz) dibanding dalam keadaan sadar (4-25 Hz). Makin sedikit gelombang yang dipancarkan, kinerja otak akan makin santai.

Bagaimana Metode Position© bekerja?

Proses belajar (termasuk menghapal) sesungguhnya hanya melibatkan 10 % otak sadar. Sisanya, 90 %, melibatkan otak tak sadar. Dari fakta ini, sudah sangat jelas, bahwa proses pembelajaran sebenarnya lebih banyak berlangsung melalui proses ketidaksadaran daripada kesadaran. Proses belajar secara tak sadar inilah yang akan lebih banyak dipakai dalam Metode Position©.

Lantas, mengapa kebanyakan orang masih memilih belajar dengan otak sadarnya, bila efektivitasnya hanya 10% ?

Ada dua hal yang menjadi penyebab.

Pertama, tak banyak yang tahu fakta tersebut di atas, sehingga eksperimen-eksperimen yang pada akhirnya melahirkan metode baru, kesemuanya selalu melibatkan otak sadar.

Kedua, efektivitas belajar dengan cara melibatkan otak tak sadar masih diragukan hasilnya. Pemikiran seperti ini bisa dimengerti, karena otak tak sadar adalah ”otak liar” yang bekerja otonom dan tak bisa diperintah, sehingga hasilnya juga tak terukur. Kita, yang berada dalam kondisi sadar, juga tak tahu apa yang sedang dikerjakan oleh otak tak sadar. Apakah ia sedang belajar, bekerja, atau malah main umpet, huehuehue…

Kalau otak tak sadar tak bisa diperintah, bagaimana mungkin belajar (menghapal) dengan memakai cara itu?

Otak tak sadar/bawah sadar sebenarnya bukannya tak bisa diperintah. Otak tak sadar memang tak bisa diperintah secara langsung. Namun ia bisa diperintah secara tak langsung, dengan cara melatihnya berulang-ulang. Ia harus diprogram secara sadar dahulu, agar bisa berfungsi tak sadar.

Lalu, bagaimana memogramnya?

Ada 4 level kompetensi yang dimiliki setiap manusia, yakni:

Level 1. Tak Sadar, kalau Tak Mampu (Incompetent-Unconscious)

Masa-masa balita adalah masa-masa yang ‘pantas’ untuk menghuni level 1. Pada masa itu, kita tak sadar bahwa kita tak memiliki kemampuan terhadap sesuatu. Kita tak sadar kalau tak bisa naik sepeda/mobil, tak bisa berenang, dll. Ketika menginjak remaja/dewasa, sudah selayaknya kita beranjak dari level 1. Karena hanya orang2 jahiliah, orang yang bebal dan tak mau belajar yang masih pantas menghuni level ini…huehue…

Level 2. Sadar, kalau Tak Mampu (Incompetent-Conscious)

Orang yang berada pada level 2, adalah orang yang tercerahkan. Ketika sadar tak memiliki kemampuan (kompetensi) di suatu bidang, ia punya tekad kuat untuk belajar. Ia akan menempuh cara apapun, untuk mengasah kemampuannya. Di masa kecil, ketika kita sadar bahwa jarak rumah dan sekolah cukup jauh bila ditempuh dengan berjalan kaki, pada saat itulah mungkin kita mulai tergerak untuk belajar bersepeda.
Demikian pula dengan mengendarai mobil . Jika sadar tak mampu berkendara, kita bisa mulai ikut kursus mengemudi atau belajar gratis dari teman. Jika sadar tak mampu beli mobil, kita bisa pinjem mobil teman, tetangga atau mobil kantor sebagai bahan uji coba…huehuehue…

Level 3: Sadar kalau Mampu (Competent-Conscious)
Orang yang berada pada level 3 adalah orang yang terdeterminasi. Ia teruji oleh waktu, yang bisa membuatnya menjadi piawai/ahli dalam suatu hal. Belajar sepeda misalnya. Perlu waktu untuk terjatuh berkali-kali dulu, sebelum akhirnya benar-benar mahir bersepeda. Demikian juga dengan belajar dalam hal yang lain.

Ada baiknya lebih berhati-hati jika sudah mencapai level 3 ini! Karena kadangkala, kemampuan /kepiawaian akan memicu keangkuhan/kesombongan. Mungkin akan muncul perasaan bahwa orang lain tak lagi se-‘level’ dengan kita, sehingga kemampuan mereka hanya dipandang sebelah mata. Maka alangkah baiknya, jika sudah berada di level 3, kita mulai tergerak untuk berbagi ilmu/kemampuan kepada orang lain.

Level 4: Tidak Sadar kalau Mampu (Competent-Unconscious)
Otak memiliki kemampuan untuk ‘memindai’ kebiasaan. Dan kebiasaan yang dilakukan secara berulang kali akan ditandai (high-light marking) & dibuatkan ‘jalan pintas’(shortcut). Jalur pintas itulah yang memangkas proses berpikir, dari proses yang bersifat sadar menjadi tak sadar.
Karena itulah, kalau kita sudah berulang kali pergi ke kantor melalui rute jalan yang sama, maka dengan melamun pun, kita bisa sampai di tempat yang sama dengan rute yang sama juga. Di perempatan jalan, otak tak perlu lagi diperintah: harus belok kanan/kiri ataukah lurus. Ia sudah otomatis sudah bisa mengambil keputusan sendiri secara otonom.

Itu juga menjelaskan mengapa setelah mahir bersepeda atau bermobil, kita tak perlu berpikir lagi mana yang akan ditarik/diinjak, ketika mendapati halangan di depan kita. Bahkan, jika tiba-tiba ada kendaraan lain yang nyelonong memotong jalan, kaki kita secara reflek (bawah sadar) akan menginjak rem, bukannya gas.

Kemampuan sadar (level 3) yang dilakukan berulang-ulang inilah yang akan melahirkan kemampuan bawah sadar (reflex yang bersifat otomatis). Dengan cara inilah sesungguhnya ‘otak liar’ bisa diprogram. Dengan cara ini jugalah metode Position© bekerja efektif dalam menghapal Qur’an.

Nah, teknisnya gimana?
Ah, itu mudah…
Pertanyaannya…WANI PIRO…huehueheu

Unquote( SELESAI SALINAN) 

Berdasarkan Ilmu pengetahuan yang Penulis peroleh dari membaca Tulisan diatas yang bisa kita peroleh dario Website  Metode Paling Rileks Menghafal Quran :http://sepertigarindu.wordpress.com/2012/05/01/metode-position-metode-paling-rileks-dalam-menghapal-quran/,

maka, Penulis Insya ALLAH bisa mendapatkan jawaban mengapa Penulis seringkali dapat merasakan adanya Gelombang Otak yang sama sekali bukan Penulis perintahkan atau atur, melainkan bergelombang sendiri dengan Suatu Rythme dan Irama tertentu yang teratur dan  berbeda satu dengan lainnya, yang terjadi di Otak Bawah Sadar, yang kemungkinan besar adalah hasil dari Penulis seringkali mendengarkan Al Quran sambil tiduran,  melalui Digital AL Quran berulang-ulang kali ayat demi ayat satu kalimat demi satu kalimat sampai 9 kali dan dapat diulang kembali, dimana Instrumen Digital Al Quran ini Penulis peroleh dari Isteri dan anak2 Penulis sebagai Hadiah Ulang Tahun;

  • Penulis sangat bersyukur pada Era Global Komunikasi Lewat Media Internet, karena Penulis dapat memperoleh banyak jawaban atas kejadian yang dialami oleh Penulis lewat "Tanya Google" di Internet ini, karena banyak sekali  para penulis yang membagi ilmu mereka dengan kita sehingga kita bisa saling  melengkapi ilmu dan pengalaman yang positif tentunya, sehingga bisa memperluas jaringan Network Silaturahmi Yang Positif secara Horizontal - Hablu Mina Nas (hubungan dengan sesama manusia) dan makhluk Binatang, Batu2an, dimana ujung dari Jaringan tersebut secara "Vertikal Keatas" yaitu Hablu Mina LLAH adalah Kepada ALLAH melalui Kitab2  Suci yang telah diturunkan oleh ALLAH Sang Maha Pencipta melalui Rasul dan para Nabi yang mendapatkan wahyu melalui Malaikat yang merupakan Makluk Gaib yang di Ciptakan oleh ALLAH dari Materi Cahaya "Nur".
    Setelah Penulis menjalani jatuh bangunnya kehidupan baik emosional, karier, spiritual yang diizinkan oleh ALLAH untuk berada didunia ini lebih dari 61 Tahun, maka Penulis sangat bersyukur karena pada saat ini  merasakan seperti terasa seolah-olah "Lahir Kembali" karena merasakan mendapatkan Kemudahan Insya ALLAH didalam memahami Firman ALLAH,  yang Penulis mencoba secara rutin mendengarkan lewat Digital AL Quran di Era Modern ini; 
  • Syarat2nya adalah terdapat dalam Al Quran sendiri yang seringkali di uraikan secara sistimatis oleh Para Uztad dalam Kuliah Subuh baik di Mesjid Al Mukhlisin, antara lain Ustad Elfa, Ustad Ir.Furqon, maupun  mendengarkan Ustad Mansyur di TV Anteve setengah jam pagi jam 5.00 pagi sampai 5.30 yang juga bisa kita lihat dalam Website Ustad Yusuf Mansyur   
Pada Pokoknya  antara lain kita diperintahkan untuk melaksanakan Petunjuk yang diperintah oleh ALLAH dan menjauhi tindakan yang dilarang oleh ALLAH melalui Firmannya dalam Al Quran maupun Sunnah Nabi Muhammad S.A.W., termasuk memaksakan diri kita untuk mau mendengarkan dan membaca Firman ALLAH yang merupakan Petunjuk, Berita Gembira maupun Peringatan yang dapat kita jadikan Pedoman hidup kita selama berada didunia ini;

  • Dengan kita banyak mengingat ALLAH          (DzikruLLAH) baik kita sedang duduk, berjalan, berbaring maka Insya ALLAH hati kita merasa tenang dan tidak kemerungsung atau gundah gulah/gelisah tak menentu, sehingga cara Kita Melihat dan Memandang Dunia yang sama, akan berbeda dengan jika kita tidak mau baik secara sengaja atau tidak sengaja mengingat ALLAH;
Memang pengalaman orang satu dengan lainnya akan berbeda satu dengan lainnya, karena masing-masing mempunyai pengalaman yang berbeda baik asal tempat, budaya, tingkat pendidikan, lingkungan disekitarnya,  yang membentuk diri dan karakater orang perorangan tersebut;
  • Namun di Era Komunikasi Global misalnya lewat Internet,   maka Dunia terasa begitu Kecil meskipun jaraknya secara Geographis jauh, karena kita bisa berkomunikasi secara Instant melalui Media Internet baik email, maupun media pembuatan Blog, Website maupun dibantu dengan Facebook didalam menshare ilmu dan pengalaman kita masing-masing; 
  • Kita tidaklah dapat memaksakan segala sesuatu kepada orang lain namun kita adalah "Sangat Bebas" untuk Memaksanakan Diri Kita sendiri untuk secara Sadar mau mencari dan menemukan Kebenaran Yang Hakiki khususnya mengenai kenapa kita berada secara nyata didunia ini dengan nasib dan rejeki maupun pengalaman yang berbeda-beda  satu dengan lainnya, dan juga kenapa ada Kematian setelah Kehidupan kita didunia  ini, dan bagaimana keadaan setelah kita mati dikubur sendiri dalam Kuburan yang kurannya sebadan kita, akan kemanakah kita setalah kematian  tersebut;

 Hal yang Ghaib atau belum kita ketahui ini, karena tidak ada orang yang Meninggal kemudian kembali bangun dan hidup untuk  menceritakan pengalamannya kepada kita mengenai keadaan dialam kubur tersebut, sehingga kita haruslah mencari Sumber yang bukan  Dongengan atau Takhayul atau Khayalan/Fantasi dari diri kita sendiri yang tidak berujung pangkal maupun akhir, melainkan kita haruslah mencari dengan sungguh-sungguh secara membuka diri baik pikiran, akal maupun Qalbu (hati)  kita atas suatu Pedoman atau Petunjuk dari Sang Maha Pencipta Kehidupan dan kematian untuk mengetahui hal-hal yang berada di Dimensi setelah kita Mati dikubur, tanpa ada keraguan secuilpun.
  • Pedoman ini tentunya "harus dapat dibaca oleh semua orang tanpa terkecuali", dimanapun kita berada dibelahan dunia ini, sehingga tidak ada Diskriminasi Informasi, karena semua manusia baik kaya, miskin maupun apapun kedudukan serta etnisnya,  diberikan kesempatan yang sama sewaktu manusia tersebut hidup didunia ini, untuk dapat memperoleh serta  membaca Kitab Suci tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk mengelak dan menyatakan tidak tahu dan tidak pernah diberi tahu.
Nah, ini semua ini tentunya akan kembali kepada diri kita masing-masing,  karena setiap pilihan tentunya ada Konskewensi yang harus kita tanggung sendiri, karena kita akan meninggalkan dunia ini kelak jika sudah tiba saatnya di panggil oleh ALLAH Yang Maha Pengasih, sendiri-sendiri baik mengenai waktu dan tempatnya seperti juga sewaktu kita dilahirkan dan berada didunia ini sewaktu permulaan kita lahir kedunia;

Ok Sekian Dahulu Tulisan Penulis Malam  ini
Jakarta, 19 Maret 2013 d edit tanggal 20 Maret 2016....
Agung S.Suleiman             

Friday, February 22, 2013

RASAKAN SECARA SADAR JANJI ALLAH BENAR



  • Yah, sesuai dengan firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran, kita harus membangun kesadaran pada diri kita bahwa janji ALLAH adalah benar; Nah untuk bisa dapat merasakan secara sadar akan wujud bahwa  Janji ALLAH adalah benar, tentunya kita sebagai manusia haruslah terlebih dahulu membangun keyakinan adanya ALLAH dan berusaha untuk dapat secara sadar  mengenal ALLAH  melalui perjalanan hidup kita masing-masing. 
Dalam perjalanan hidup kita, tentunya ada jatuh dan bangunnya, gagal dan bangkit untuk bangun kembali, tidak boleh berputus asa atas Rahmat ALLAH dan Pertolongan ALLAH. 
  •   Mungkin kalau orang bisa tahan banting dalam kehidupan ini, karena dia mau membangun ketangguhan maupun kepercayaan dirinya, bisa saja orang tersebut juga sukses, tanpa mengkaitkan dengan adanya kekuatan yang Maha Besar diluar dirinya; 
Namun bagi kita yang dilatar belakangi mempunyai orang tua yang beriman, dan mempunyai karakter dan sikap kejujuran dalam menjalani kehidupan, tentunya pengaruh contoh orang tua kita tersebut sangat kental mewarnai perjalanan hidup serta sikap bagaimana untuk dapat menghadapi segala tantangan yang ada didunia ini
Faktor mental, adalah salah satu faktor yang penting untuk dapat bertahan hidup maupun menghadapi kegagalan atau kejatuhan  pada satu saat snapshot dari kehidupan kita, untuk kemudian belajar membangun dan bangkit kembali serta mau belajar dari pengalaman masa lalu kita.
  • Namun, jika kita mempunyai suatu pegangan apalagi kalau pegangan itu adalah ALLAH yang Maha Gaib  dan tidak dapat kita lihat secara kasat mata, yang bersumber informasinya kita peroleh dari  Kitab Suci yang diturunkan melalui utusan Para Rasul dan Nabi - NYA maupun bukti-bukti nyata fenomena alam yang tersebar luas didunia ini yang dapat menunjukan tanda-tanda kebesaran ALLAH, tentunya kacamata atau paradigma kita berpikir atau bertahan akan jauh berbeda dengan pihak lain yang hanya semata-mata mengandalkan pada kekuatan dirinya sendiri serta belajar dari alam namun tidak mengkaitkannya kepada Yang Menciptakan fenomena alam tersebut,
Dalam proses perjalanan hidup kita, jika kita sabar dalam menghadapi setiap persoalan dan benar-benar menyadari dosa dan kesalahan kita baik terhadap manusia maupun kepada ALLAH, maka kita harus bertobat dan tekad untuk tidak mengulang lagi dosa dan kesalahan kita serta berusaha untuk mengikuti perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH, serta beryukur kepada segala nikmat yang telah diberikan ALLAH kepada kita,    
  • Sebagai penganut Islam, jika ibadah Ritual kita lakukan yaitu : sholat 5 waktu, kalau bisa diusahakan berjamaah di Musholah lingkunagn kantor kita atau Mesjid, membangun kesadaran untuk mencintai mendengarkan dan membaca Kitab Suci Al Quran, menghayati maknanya, sholat tahajud pada malam hari, menghadiri, pengajian untuk mendapatkan ilmu agama dari Para Ustad yang ahli dalam bidangnya masing2;
Dalam kehidupan pencarian Karunia ALLAH, kita harus secara sungguh2 mempelajari secara tekun ilmu bidang kita masing-masing,  sesuai dengan kemampuan kita, dan  sesuai dengan umur serta takaran rejeki kita, dengan sungguh2 dan diniatkan beribadah karena ALLAH untuk memberikan manfaat kepada sesama manusia sekeliling kita;

  • Jika kita membuka usaha atau wadah baik usaha jasa konsultan atau managemen atau konsultant hukum, atau jasa keuangan; atau membangun usaha produk barang baik secara investasi, manufaktur maupun dagang suatu produk komoditi tertentu, atau apapun bidang usaha yang hendak digeluti, maka kita juga haruslah membangun keahlian bertahan serta keahlian memanage organisasi, keahlian memasarkan produk, keahlian mempertahankan quality dan mutu produk;
Kelebihan atau nilai tambah dari orang yang beriman adalah bahwa, didalam menjalankan usahanya tersebut, kita senantiasa mengkaitkan kepada ALLAH Yang Menciptakan Bumi serta lautan dan air serta langit yang mengandung segala elemen bahan mentah dari komoditi yang kita jual atau naikan nilai tambahnya dari sesuatu  yang mentah menjadi suatu barang yang diolah atau dibuat dari bahan dasar mentah yang tersedia di alam bumi ini  sehingga dapat memberikan manfaat kepada manusia maupun makluk lain didunia ini.
  • Memang manusia diberikan kebebasan untuk memilih apakah mau mengkaitkan segala kegiatan tersebut dengan Sang Maha Pencipta atau sama sekali tidak mengkaitkan dengan Zat yang menciptakan dirinya maupun segala bahan dasar atau mentah komoditi yang dibuat dan dirasakan manfaatnmya oleh manuisa tersebut, mulai dari sepatu yang dipakai, baju yang dipakai, maupun kendaraan yang digunakannya.
Nah, jika kita berusaha untuk beriman dan mau berusaha untuk mengenal lebih jauh dari mana kita berada dan siapa yang menciptakan kehidupan maupun kematian ini, tentunya kita memerlukan sumber informasi yang tepat dan benar agar kita tidak hanya menggunakan khayalan, menduga-duga  atau daya pikir kita semata2, melainkan memasukan unsur "Keimanan" dan "Ketaqwaan" yang besumber dari ilmu agama yang diajarkan oleh ALLAH kepada kita melalui wahyu yang diturunkan ALLAH melalui pada Rasul dan Nabinya berupa Kitab Suci mulai dari Kitab Suci Zabur, Taurat, Injil dan penutupnya Kitab Suci AL Quran;  
  • Jadi kita yang tadinya tidak tahu serta tidak mendapatkan pengetahuan setelah kita mau membaca Kitab Suci tersebut diatas, kita akan memperoleh Petunjuk, Peringatan, Kabar Gembira dari ALLAH Sang Maha Pencipta dimana ALLAH menyatakan banyak sekali didalam ayat dan firman ALLAH dalam Kitab Suci tersebut bahwa Janji ALLAH adalah benar sedengkan Janjinya Syetan adalah Palsu dan tidak benar; 
Contoh nyata yang dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah bahwa jika sabar didalam menghadapi cobaan dan Ujuian didunia dan berusaha keras dan sungguh2 untuk mengambil hikmah dari cobaan tersebut, dimana jika kita sebagai orang yang beriman memakai landasan dan alat Sholat dan Sabar dan yakin akan adanya pertolongan ALLAH atas segala masalah yang kita hadapi, maka seringkali kita rasakan ada saja jalan keluar dari setiap masalah dari jalan atau sumber yang kita tidak menduga -duga sebelumnya; 
  • Jika hal ini kita alami berulang kali, maka kita pada akhirnya Insya ALLAH dapat mengambil hikmah dan pelajaran bagaimana caranya untuk dapat merasakan wujud nyata dari firman ALLAH yang menyatakan bahwa jika kita bisa menepati janji kita kepada ALLAH dengan benar, yaitu doa, berusaha,, sabar, tekun sholat 5 waktu, bangun malam untuk sholat tahajud dan membaca ayat Suci Al  Quran, meniatkan melakukan pekerjaan kita dengan Niat hidup dan mati kita karena ALLAH semata-mata untuk mencari rahmat dan Ridhonya, 
maka Insya ALLAH kita dapat merasakan secara sadar akan kebenara bahwa Janji ALLAH adalah benar, sehingga kita harus pandai bersyukur atas segala nikmat ALLAH yang telah diberikan kepada kita dan menjauhkan dari Kufur Nikmat atau mengingkari atau tidak mengakui segala Nikmat yang telah  ALLAH secara nyata telah berikan kepada kita untuk melanjutkan kehidupan nyata  kita didunia.
Sekian tulisan ku sore ini,
Jumat, tanggal 22 Februari 2013
Agung S.Suleiman      
      

Sunday, February 17, 2013

Neuron Sel Otak Getaran Terpicu Dengan Mendengar Digital Al Quran



  • Benar,  Penulis mendapatkan keyakinan Insya ALLAH bahwa dengan kita sering mendengarkan Digital Al Quran secara Kontinue dan terus menerus apalagi dapat diulang 9 kali setiap satu kalimat akan memicu timbulnya Getaran Neuron Sel Otak, yang membuat kita merasa di Charge Neuron Sel Otak kita oleh kekuatan Energy dari Firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai (Petunjuk) bagi orang2 yang bertaqwa yaitu (Penulis kutip dari salah satu website 
  • Kutip - Quote:
  • (Surat 2 - Al Baqarah ayat 3
  • الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
     
    [(Orang bertaqwa ialah) orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan dari sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepadanya, mereka infaqkan.]

    Surat 2 Al Baqarah ayat 4 
  •   وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ }  Dan orang yang beriman kepada Kitab ( Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan mereka yang yakin terhadap hari akhir,
SELESAI Kutip- Unquote
Otak kita serasa terdengar adanya gelombang irama yang teratur yang bukan diatur oleh kita melainkan secara otomatis bergetar dan terasa ada gelombang otak dengan irama dan Rythem yang teratur
JAWABAN ATAS   TERASA ADANYA GELOMBANG DI OTAK 

Penulis berusaha mencari data dan sumber atas hal terjadinya gelombang diotak, dimana  pada Hari Minggu tanggal 19 Februari 2013,   Penulis serasa mendapatkan salah satu  jawaban  yang Tepat setelah Penulis  membaca Tulisan dari :
  
Ir. Oleh Ir. Abdeldaem Al Kaheel di Website MUKJIZAT Getaran Suara Tilawah Al Quran yang 

Penulis Quote dibawah :
  • Quote / Kutip - Cut Paste :Tulisan  Oleh Ir. Abdeldaem Al Kaheel:
 http://quranic-healing.blogspot.com/2012/08/mukjizat-getaran-suara-tilawah-al-quran.html

    • Saya tulis makalah ini berdasarkan pengalaman yang saya alami, saat menghapal Kitabullah. Ketika saya bersama Al Qur'an sehari semalam 24 jam. Bahkan saat saya tidur, saya tinggalkan radio yang membunyikan bacaan Al Qur'anul karim untuk saya dengarkan sampai saya tertidur. Tentu saja, ketika itu saya belum tahu bila ada metoda belajar dan menghapal saat tidur.


    Setelah beberapa bulan saya merasakan ada perubahan besar sekali dalam tubuh saya. Saya merasakan, hampir seluruh organ dalam tubuh saya ikut bergetar mengikuti suara Al Qur'an yang saya dengar. Saya menghapal Al Qur'an dengan cara mendengarkan pada seorang qari yang hapal Al Qur'an dan mengulang-ulang bacaan surat dalam Al Qur'an agar lebih mudah diingat.
     
  • Ketika itu, saya katakan pada teman saya, mendengarkan Al Qur'an seperti menyeting ulang program sel otak secara keseluruhan. Ini saya alami sejak dua puluh tahun lalu. Tapi saya terkejut ketika beberapa hari lalu saya mendapatkan pernyataan para ilmuwan yang menyebutkan bahwa pengobatan terhadap penyakit yang sulit disembuhkan adalah dengan cara memprogram kembali sel otak yangbersangkutan. Mereka menggunakan akustik getaran semacam suara musik.
    Sejumlah kalangan medis yang menggunakan metode penyembuhan dengan suara menyimpulkan beberapa hal penting. Misalnya seperti seorang perempuan AS bernama Anne Williams yang menempuh pengobatan dengan suara musik. Tapi hasil yang diperoleh masih sangat terbatas sampai saat ini, karena alunan musik yang dijadikan sumber metode penyembuhan itu tidak mampu memberi pengaruh yang diinginkan pada sel otak. Meskipun metode penyembuhan seperti ini disebutkan telah berhasil secara mengagumkan dalam mengobati penyakit kanker usus, tumor otak ganas, dan beberapa penyakit lainnya. Penelitian juga menyebutkan bahwa semua orang yang mendengarkan suara musik yang mereka buat, mampu menciptakan kemampuan berpikir yang lebih inovatif.
    • Saya ingin menyampaikan kepada Anda, bahwa berbagai perubahan yang saya alami disebabkan mendengarkan bacaan Al Qur'an dalam waktu lama dan sering, saya menjadi merasa lebih kuat dan segar ketimbang sebelum saya melakukan hal itu. Saya merasa bahwa imunitas tubuh saya meningkat dengan sangat baik. Kepribadian saya dalam berkomunikasi dengan orang lain juga lebih baik. Al Qur'an juga telah memacu unsur kreativitas dalam pikiran saya. Dan apa yang saya rasakan itu, tidak lain adalah sebagai buah dari saya membaca Al Qur'an.
    Barangkali saya bisa katakan kepada Anda, bahwa mendengarkan Al Qur'an secara terus menerus memang bisa menambah kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif dan inovatif. Dan itu yang terjadi pada diri saya. Sebelum menghapal Al Qur'an, saya ingat, jika saya tidak terlalu baik dalam menulis kalimat. Tapi sekarang saya bisa menulis berbagai kajian ilmiah hanya dalam satu atau dua hari saja.
    Fakta-fakta Ilmiah
    Tahun 1839, seorang ilmuwan bernama Hendrick William Dov, mengatakan bahwa sel otak berpengaruh secara positif atau negatif terhadap peristiwa dan sinyal suara tertentu. Ketika diperdengarkan suara adzan yang memunculkan geteran suara beragam, didapati bahwa sel otak ikut berinteraksi dengan suara adzan itu.
    Selanjutnya para ilmuwan menyebutkan bahwa sel otak dalam kondisi selalu bergetar dalam waktu yang sama, dan getaran setiap selnya secara teratur itu berdasarkan apa yang terjadi di sekitarnya. Peristiwa yang dilewati seseorang bisa meninggalkan pengaruh pada sel otak. Kita bisa perhatikan peristiwa buruk yang menimpa seseorang bisa menyebabkan ritme getaran sel otak itu terganggu.
    Proses kerja dalam metode sel saraf yang digunakan untuk terapi, adalah melalui getaran dan semacam memunculkan aliran listrik, kemudian dari situlah kita bisa berbicara, bergerak, berdiri, dan berinteraksi dengan orang lain. Kemudian, beragam peristiwa negatif seperti benturan, yang dialami seseorang dalam hidupnya, juga beberapa peristiwa yang membuat luka atau berbagai permasalahan yang menyebabkan sel otak sedikit terganggu. Gangguan ini akan melelahkan karena otak akan mempunyai pekerjaan tambahan yang sebenarnya tidak harus dilakukan olehnya.
    Seorang anak ketika masih dalam kandungan, sel otaknya sudah bergetar. Dan getaran sel otak ketika itu begitu seimbang, masing-masing neuron bergerak dan bergetar secara teratur. Tapi setelah ia keluar dari rahim ibunya, semua peristiwa yang dialami anak ini akan berpengaruh pada sel otaknya. Cara yang bisa menggetarkan sel otak ini juga mempengaruhi. Bahkan sebagian sel otak tidak bisa menerima suara kencang berulang kali, sebab bisa merusak ritme getarannya. Dan ini bisa merangsang munculnya banyak penyakit baik secara fisik maupun psikis.
    Un Quote -Kutipan dari Tulisan Oleh Ir. Abdeldaem Al Kaheel SELESAI sampai sini.

    • Berdasarkan Penulis membaca tulisan dari Ir. Abdeldaem Al Kaheel diatas, maka Penulis dari Blog Nikmatnya Iman ini, Insya ALLAH dapat   bertambah yakin dan mendapatkan Jawaban atas kebingungan adanya Getaran Otak yang Penulis rasakan selama ini, serta merasakan adanya  persamaan pemahaman dan pencerahan serta pengertian bahwa Getaran di Otak yang Penulis rasakan ternyata adalah berkat atau buah hasil yang diberikan ALLAH kepada kita, setelah  Penulis sering secara terus menerus mendengarkan Digital Al Quran yang gambarnya Penulis letakan lagi diatas, dimana Digital ini buatan Korea,  dimana  mereka membuat dengan methode dapat diulang 9 Kali setiap Ayat yang kita dengarkan, bahkan dapat diulang berkali kali lagi jika kita masih mau membiasakan diri untuk mendengarkan sesuatu Ayat dari Al Quran pada alat Digital Al Quran tersebut;    

    Memang bukan main ya Bangsa Korea yang budaya, pengetahuan dan teknologynya tinggi dan maju, jika membuat Digital Al Quran dapat membuat terobosan dengan cara kita bisa mengulang-ulang 9 Kali mendengarkan ayat Suci AL Quran ini, yang secara tidak Sadar ternyata dapat memicu perbaikan Neuron Sel Otak untuk dapat bergetar secara benar sehingga memicu kita untuk dapat memperbaiki semangat hidup kita, karena Sel Otak kita yang nampaknya dapat berfungsi untuk memperbaiki cara kita berpikir secara jernih dan teratur adalah dengan Methode mendengarkan Ayat Suci Al Quran yang merupakan Firman ALLAH yang diturunkan ALLAH kepada Nabi Rasul Muhammad S.A.W. yang berfungsi juga sebagai Syifa atau  Obat yang bermanfaat dapat menghubungkan "komunikasi" ALLAH dengan kita,   serta berfungsi Insya ALLAH  dapat "memicu" serta "memperbaiki fungsi Sel Otak - Neuron" kita,  yang diciptakan juga oleh ALLAH S.W.T.

    • Dengan demilian Insya ALLAH,  kita sebagai hasilnya dapat berfikir secara  jernih (Clear Mind"), Clear Thought  atau "Crystal Clear", dan menimbulkan semangat, dan  Insya ALLAH kita melalui otak yang Sel Otak -Neuron nya telah diCharge dengan Irama serta Energy dari Firman ALLAH dapat  menyelesaikan tugas dan kewajiban  kita masing-masing  dengan lancar, benar dan lebih effesien dan effektif, karena kita seakan-akan merasakan dapat dengan jelas menyelesaikan tugas kita dengan menggunakan prioritas yang tepat dan benar, dan terasa adanya kelancaran rejeki dan cara kita menyelesaikan tugas kita didunia, karena kita telah disirami dengan suasana dan energy yang bersih dan kuat dari ALLAH berkat kita mau mendengarkan ayat-ayat Suci dari ALLAH Pencipta kita.  .

    Yang Penulis  rasakan adalah suatu kenikmatan keimanan, dimana Penulis bertekad untuk secara Kontinue mendengarkan Digital Al Quran, karena memang Penulis rasakan banyak sekali manfaatnya dimana terasa persoalan yang dihadapi oleh Penulis khususnya terkait Profesi Penulis sebagai Independent Business Lawer  terasa  senantiasa diberikan jalan keluar yang tidak diduga2 setelah terlebih dahulu terasa mepet Cash flownya oleh ALLAH Yang Maha Kuasa, sehingga Penulis haruslah memaksakan diri sendiri untuk senantiasa bersyukur kepada ALLAH atas Nikmat yang telah diberikan kepada Penulis, melalui profesi Penulis sebagai Independent Business Lawyer

    ALLAH seringkali dalam Kitab Suci Al Quran menyatakan bahwa jika kita menepati janji ALLAH untuk bertaqwa dengan mengikuti PerintahNYA dan menjauhi laranganNYA, Insya ALLAH, ALLAH Yang Maha Menepati Janji juga akan menepati janjinya dengan memberikan berkah dan karunia NYA serta rejeki dari jalan yang kita tidak duga-duga sebelumnya.

    • Semuanya tinggal berpulang dan kembali kepada kita, apakah kita mau beriman dan mengikuti Perintah dan menjauhi larangan-NYA dengan cara beriman dan bertaqwa serta bersyukur dengan membaca Petunjuk ALLAH dalam kitab Suci Al Quran ataukah kita tetap bersikeras untuk mencari jalan kita sendiri dengan menggunakan metode kita sendiri, tanpa bersedia untuk mau membuka Qalbu atau Hati kita kita untuk mau dan bersedia membuka serta mendengarkan dan membaca ayat-ayat Suci Firman  ALLAH didalam Kitab Suci Al Quran yang merupakan  Petunjuk, Kabar Gembira serta Peringatan dari ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Kisah Para Nabi maupun lawan dari Para Nabi dan contoh serta perumpamaan2 yang diberikan oleh ALLAH kepada kita,  agar kita Insya ALLAH dapat dengan izin ALLAH menjadi termasuk orang yang mendapat petunjuk dari ALLAH serta termasuk golongan orang yang "SUKSES -Beruntung" sesuai dengan Surat 2 Al Baqarah ayat 5 dari AL Quran     sesuai kutipan dari Website
      yang Penulis Copy dan Cut Paste atau Kutip dibawah ini :

    • MULAI  KUTIP - Quote Tulisan  :

    • Oleh : Ust. Dr. Muh. Muinudinillah Basri, MA .

       
    • QS. Al - Baqarah : الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِن] رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)

      1. Alif laam miim.

      2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,


      3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

      4. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

      5. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.


      Selesai Kutip - Unquote

    Semoga tulisan ini dapat berguna bagi para pembaca yang menganut agama Islam 
     Agung S.Suleiman
    Jakarta, 17 Februari 2013 

Thursday, February 7, 2013

Rejeki bagaikan dengan Air ALLAH Membasahi Bumi Mati Menjadi Hidup

Sebagai orang yang menganut agama Islam, kita bisa mengetahui dari ALLAH bahwa Dzat yang menurunkan hujan yaitu air dari langit adalah ALLAH, sesuai dengan firman ALLAH dalam Al Quran...(terjemahan bahasa Indonesia).  (saya ambil copy cut paste dari web Index Tematik Al Quran

  • Al Quran Surat. Al-Baqarah [2] : 164
    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
    Kementrian Agama
  • Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Karenanya kita harus bersyukur adanya  hujan yang diturunkan ALLAH, sehingga kita  sebagai manusia haruslah  pandai2 me-manage dan mengelola air hujan,   agar bisa menjadi rahmat,bagi semesta alam,   karena tanah dan tumbuh2an memerlukan air hujan agar bisa subur setelah musim kering dan gersang.

Analog dengan hujan yang menghidupi bumi setelah mati, berdasarkan sistem fenomena alam yang dibuat dan dirancang oleh ALLAH, maka, kita sebagai manusia harus senantiasa bersyukur  atas Rahmat ALLAH yang memberikan pekerjaan kepada bidang dan profesi kita masing-masing.

Kebiasaan yang sering kita rasakan daidalam mencari karunia ALLAH adalah kita seringkali merasakan adanya masa makmur dan ada masanya paceklik.

  • Apapun bidang profesi dan kegiatan kita didalam mencari rejeki khususnya yang biasa dirasakan oleh yang berusaha sendiri baik free lance, atau yang mengandalkan pada proyek pedagang kaki lima maupun yang menjalankan toko atau warung tegal ataupun pedagang keliling meja atau kursi, atau penjahit, tukang sate, rujak,gado2, mie bakso, tukang sepatu baik sekala kecil maupoun besar,   dimana tidak adanya penghasilan atau income tetap, akan lebih memaknai makna dan hikmah dari jatuh bangunnya usaha serta merasakan adanya masukan rejeki pada satu saat dimana ada juga masa tidak adanya pembeli dari barang dan jasa atau dagangan kita;

Biasanya kita dapat merasakan bahwa jika hasil masukan kita sudah mulai habis, dan mendekati diujung akhir dari sisa masukan kita beberapa saat baik hari, minggu atau bahkan bulan, maka jika kita tekun dan sabar didalam usaha, maupun berdoa, serta sholat tahajud selain sholat wajib 5 tahun dan menjauhi larangan serta melaksanakan perintah ALLAH sesuai dengan tuntunan ALLAH di Kitab Suci Al Quran, dan rajin membaca Al Quran, maka biasanya kita akan mendapatkan pertolongan rejeki dari ALLAH dari arah dan sumber  yang kita tidak sangka2 dan duga sebelumnya.

Penulis bisa merasakan pengalaman nyata ini,  karena Penulis dengan izin ALLAH sudah menjalankan usaha sendiri selama lebih dari 14,5 tahun semenjak tanggal 1 Juni 1998 melalui wadah Law Firm yang kini bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM) dimana tidak ada penghasilan tetap;
  • Nah kejadian pengalaman ini sudah Penulis dan isteri Penulis merasakan hal dan kejadian nyata ini   berulang-ulang  kali dengan perasaan dan pengalaman yang sama setiap tahunnya dimana Penulis rasakan terakhir pada bulan Februari 2013 ini ini, dimana setelah tanggal 1 Juli tahun lalu 2012,   dengan izin ALLAH  pergi ke Belanda, mengunjungi anak Penulis yang menetap  di Belanda Amsterdam,  maka ada beberapa bulan Penulis merasakan tidak adanya masukan cash in, sehingga Penulis dan isteri menghabiskan cash in yang diperoleh dari masukan pada sebelum bulan Juli 2012 tersebut;
  • Nah pada bulan Januari 2013 dan Februari 2013 ini ALAHMDULILLAH (Puji Bagi ALLAH) ada  beberapa Klien melalui wadah yang Penulis bentuk yang kini bernama Suleiman Agung & Co (SACO LAW FIRM) bersinergi dengan PT Jeska Mitra Energi (JME) tersebut  memerlukan Jasa Hukum untuk melindungi kepentingan bisnis  mereka, sehingga Penulis merasakan mendapatkan rejeki dari ALLAH melalui   cash in  serta  Insya ALLAH dengan izin ALLAH,  ada lagi cash in  dari hasil  bersinergy antara Law Firm ku ini dengan suatu Law Firm lain yang juga former boss Penulis sewaktu bertugas di PT Freeport Indonesia yang sedang diproses oleh Klien kami bersama tersebut. karena Penulis ALHADULILLAH sudah mengerjakan pemberian Jasa Hukum Bisinis dengan mendraftkan Perjanjian Joint Operation Agreement (JOA) untuk suatu perusahaan Jasa Minyak, dimana  Insya ALLAH dengan izin ALLAH ada pembayaran cash ini dari Klien bersama ini;  
Rasa2nya seperti kesiram hujan setelah beberapa bulan serat cash flow . Begitulah irama cash flow kita seperti juga  irama perputaran malam dan siang, maupun silih bergantinya musim kering dan hujan, dimana  jika kita merasa  gelisah dan tidak aman atau hampir putus asa diunjuk tanduk, maka sebagai seorang muslim ( berarti : manusia yang menyerahkan diri untuk mengabdi kepada ALLAH),  kita harus dengan penuh kesadaran  mau  memaksakan diri kita untuk membaca Kitab Suci dari Pencipta Kehidupan ini, agar kita Insya ALLAH dengan berkah dan rachmat ALLAH mendapatkan petunjuk dari ALLAH, dimana ALLAH menyatakan dalam beberapa ayat  bahwa manusia itu memang diuji dengan kekurangan harta, jiwa. buah2an  agar kita mau tunduk dan berusaha untuk berikhtiar dan berdoa dan tidak boleh putus asa dari Rachmat ALLAH. 
  • Dengan kita rajin membaca Kitab Suci AL Quran, maka kita akan mendapatkan informasi dan keterangan dari firman ALLAH,  bahwa  setelah ada kesulitan akan ada jalan keluar atau pemecahan dimana hal ini diulang 2 kali bahwa dalam kesulitan akan digandeng dan disertai jalan keluar pemecahan; Ini terlihat dari website tetangga yang Penulis acu dan masukan atau copyy dan cut paste  dalam tulisan Penulis ini yaitu :  AL Quran Surat Al Insyiraah ayat 5 - 8

Al Insyiraah 5 – 8

  • jika kita kekurangan, maka jika kita sabar dan tekun, maka ALLAH Insya ALLAH  akan memberikan jalan keluar dan  kecukupan berupa karunia rejeki harapan adanya Cash - In, dengan permulaan mendapatkan kesempatan membantu Klien yang memerlukan pekerjaan Jasa Hukum atas kegiatan bisnis mereka; Dengan adanya Klien tersebut maka hati kita menjadi terasa tenang dan lega,  karena ada harapan bisa melanjutkan kehidupan baik wadah  kita maupun dapur untuk isteri dan anak serta keluarga kita didalam melanjutkan  kehidupan; 
Jika kita mau secara serius mengamati hal ini, maka terasa adanya persamaan dan berbanding lurus dengan fenomena alam :
  • setelah tanah tandus dan kering ALLAH menurunkan hujan dan air dari langit..sehingga terjadi kehidupan lagi bagi tanaman serta ternak dan kita manusia  dengan tumbuhnya tanaman dan buah2an; Begitu juga setelah wadah kita serat kering dengan cash flow, jika tekun berdoa berusaha dan berikhtiar bersujud dan tunduk kepada ALLAH, Insya ALLAH otak kita serta semangat kerja kita menjadi jernih dan diberikan jalan keluar untuk dapat memberikan Nasehat Jasa Hukum yang tepat dan cocok untuk dapat membantu Klien kita yang membutuhkan pencerahan dari aspek Hukum Bisnis atas kegiatan usaha mereka;
Sebagai rasa senang dan Insya ALLAH puas dengan pekerjaan jasa hukum kita, yang membuat mereka terbuka dan tenang atas pekerjaan bisnis mereka dari aspek hukum bisnis misalnya kita dapat men- Draftkan Surat Perjanjian Kerjasama Operasi yang memadai untuk mengatur kerjasama Klien  dengan Partner bisnis mereka, tentunya mereka dengan senang hati meminta kita untuk menagihkan Invoice kepada mereka atas hasil pekerjaan pembuatan Perjanjian Kerjasama Operasi tersebut.

  • Tentunya ini semua ini tinggal kepada diri kita masing2  apakah kita mau mensyukuri nikmat ALLAH yang telah diberikan kepada kita,  ataukah kita tetap mengingkari nikmat ALLAH, dengan mengklaim, bahwa hal diatas adalah karena usaha kita yang tidak ada kaitannya dengan pertolongan ALLAH, seperti yang dilakukan oleh Karun maupun Firaun pada zamannya mereka masing2 ; 


Jika kita mau membuka hati kita untuk berjalan didunia dan mengamati serta memperhatikan fenomena irama alam yang diciptakan ALLAH yang berpasang-pasangan, yaitu misalnya kehidupan dan kematian, pagi dan malam. bumi dan langit, senang dan sedih, lemah dan berenergi,  diatas dan dibawah, laki dan perempuan, ketawa dan nangis, cash out - cash ini, barat dan timur, dan segala sesuatu lainnya yang dibuat ALLAH berpasangan atau istilah bahasa bijak cina Ying - Yang. maka Insya ALLAH kita bisa melihat banyak sekali tanda2 kebesaran ALLAH  yang tersebar didunia ini. Insya ALLAH.....
Sekian dahulu tulisan Penulis di Kamis malam atau malam Jumat ini yang direvisi dan edit Jumat Pagi .

Semoga bergunaPenulis mau jalan pagi nih...

Jakarta. 7 Februari  2013 - 8 Februari 2013
Agung S.Suleiman 
 

Thursday, January 17, 2013

Makna Shahadat

Pada Hari Rabu 16 Januari 2013 aku menghadiri Kuliah Subuh yang disampaikan oleh Ustad Elfa di Mesjid Al Muhklisin di Kompleks Deplu Cipete; Temanya adalah Apa Arti atau Makna dari Shahadat; Ustad  Elfa menerangkan bahwa berdasarkan Hadist Imam Muslim, dimana  Umar Bin Khatab pernah bertanya kepada Nabi Muhammad masalah ini, dimana Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Nabi Muhammad S.A.W.

Khabir mi Aslam Nabi Muhammad menjawab Shahadat;


    Aku bersaksi tiada Tuhan Yang Disembah selain ALLAH dan aku  bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul ALLAH;

Jika kita mantap Shahadat, maka menurut Pak Elfa Iman yang no 2, 3, 4, dan 5 yaitu Sholat, Zakat, Puasa dan Haji akan mantap dan akan mudah mengerjakannya. Tiang Agama adalah Shahadat; Secara Bahasa Ijazah, atau Sertifikat dan Piagam sebagai Bukti Islam adalah mengucapkan kalimat Shahadat tadi. 
  • Bersaksi menurut Ustad Elfa adalah : "Pengakuan", Mengakui, Membenarkan Kebenarannya
Shahadat ada 2 unsur yaitu :
  • Nomor 1 adalah Pengakuan terhadap ALLAH yang wajib disembah, ini berarti mengakui kebenaran AL Quran, dan
  • Nomor 2 ) Pengakuan terhadap Nabi Muhammad S.A.W. sebagai Rasul dari ALLAH;
Menurut Ustad Elfa sejauh mana pengakuan tentang ALLAH akan terwujud jika kita bisa memahami Shahadat; Aku mengakui Pencipta Segala Sesuatu adalah ALLAH;
  • Ustad Elfa memberikan contoh : 
Karpet ini berasal dari apa ?  kapas;  Kita terus  bertanya lagi kapas dari apa jawabnnya dari Biji; Kemudian kita bertanya lagi biji ini dari mana siapa yang membuat biji ini, maka ujung2nya akan menuju kepada sebuah Zat  Pencipta dari biji tersebut yaitu ALLAH;
  • Tidak ada sesuatu yang dapat menyatakan atau mengklaim pencipta dari Biji ini kecuali ALLAH; 
Adapun kita sebagai manusia hanyalah bisa mampu merubah sesuatu yang ada dari biji kapas, kita tanam kemudian tumbuh kapas, dan kapas ini kita pintal menjadi benang, dan benang ini kita dapat membuat antara lain Karpet tadi, yang kita gunakan misalnya di Mesjid;

Didalam Ketauhidan ini menurut Ustad Elfa ada istilah Tauhid Rubuhiyah dan Tauhid Uliyah;

Kalau Tauhid Rubiah kita akan mendapatkan pengertian Rob : kita mengakui dan meyakini Kekuasaan dari Rob yang pada ujungnya akan menuju kepada pengertian Ke-Tauhidan Uluhiyah;

Kalau Ibrahim dalam kehidupannya mencari Rob yang mana yang pantas ia sembah, dimana semula dipikir matahari, bulan dan bintang namun karena semua ternyata bisa tidak kelihatan yaitu Matahari dikala malam sudah tidak kelihatan, begitu bulan dan bintang dikala siang hari juga tidak tampak, maka Ibrahim meneruskan pencarian siapa Rob atau  ALLAH  yang Maha Kuasa ini;
  • Karena kesungguhannya didalam mencari kebenaran yang Hakiki, maka Ibrahim pada akhirnya diberi petunjuk oleh ALLAH mengenai siapa sesungguhnya ALLAH dan Rob itu, yang memang mempunyai kapasitas penuh sebagai Rob yang dapat menciptakan segala sesuatu, sehingga mencapai pengertian dan petunjuk dari ALLAH atas Ketauhidan Uluhiyah
Adapun Ayah dari Ibrahim ini, hanya sampai kepada Tauhid Rubiyah, karena kalau ditanya oleh Ibrahim Siapakah yang membelah Berhala yang dibuat oleh Ayah Ibrahim (dimana yang membelah dan meninggalkan kampak pada Berhala tersebut adalah Ibrahim),  Ibrahim kembali meminta Ayah Ibrahim untuk menanyakan kepada Berhala, dimana ayah Ibrahim menyatakan bagaimana bisa Berhala menjawab,
sehingga  Ibrahim balik bertanya kenapa Ayahnya menyembah Berhala yang dibuatnya, padahal Berhala tidak mempunyai kapasitas kemampuan untuk menjawab;

Ayah Ibrahim menyatakan dia tunduk dan mengikuti kepada Nenek Moyangnya yang menyembah kepada Berhala tersebut, dimana Nenek Moyangnya adalah salah, karena Berhala tidak mampu menjawab dan melakukan tindakan apapun,  namun tetap saja  diikuti oleh Ayah Ibrahim didalam  menyembah Patung Berhala,  sehingga ke- Tauhidan dari ayah Ibrahim hanyalah sampai  kepada tahapan Tauhid Rububiah  dan tidak sampai kepada tahapan Tauhid Uliyah;       
  • Dengan penjelasan diatas, maka kita dapat melihat bahwa Makna Pertama yang penting kita simak adalah bahwa Tidak ada Pencipta selain ALLAH;
Ustad Elfa meminta kita untuk mengacu pada Surat 6 ayat 102 dari Kitab Suci Al-Quran
(Terjemahan Bahasa Indonesia)

  • Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-NYA (yang Dia sendirilah yang mengetahui), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit) 
Surat 40 ayat 62
Quote  /Dikutip
Yang demikian adalah ALLAH, Tuhanmu,  Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan DIA, maka bagaimankah kamu dapat dipalingkan.
Unquote /Selesai dikutip

Dengan demikian kita sebagai manusia hanyalah mampu merakit atau merubah  sesuatu dari sesuatu  yang telah ada yang telah diciptakan oleh ALLAH misalnya kapas diatas. 
Selanjutnya Ustad Elfa juga menegaskan bahwa tidak ada pemberi rejeki kepada kita selain hanya ALLAH. Kita sebagai manusia hanyalah berkewajiban untuk berusaha secara maksimal mungkin, dimana hasilnya yang menentukan adalah sepenuhnya ALLAH;

  • Surat 13 ayat 11 dari AL Quran menyebukan bahwa ......( terjemahan Bahasa Indonesia ) Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri.  
Surat 11 ayat 6 : ( terjemahan Bahasa Indonesia)
Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan ALLAH-lah yang memberi rezekinya.....

Surat 35 Fathir ayat 3 :

(Terjemahan Bahasa Indonesianya)

Hai manusia, ingatlah akan ni'mat ALLAH kepadamu.Adakah pencipta selain ALLAH yang dapat memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain DIA; maka mengapalah kamu berpaling (dari ke-tahuidan)   

Ustad Elfa menyatakan bahwa tempat rejeki kita sebagai manusia adalah di dunia; Maka kalau seseorang  meninggal dunia, hal ini juga karena rejekinya didunia juga sudah habis; Ustad Elfa memberi contoh dimana

  • ada seorang bapak selama 7 tahun dirawat dirumah sakit, dan dan jaga oleh isterinya dengan tekun dan dijenguk oleh anak2nya. Namun  setelah 7 tahun berjalan ternyata yang meninggal adalah isterinya dan bukan si Bapak itu; Menurut  Ustad Elfa ini juga disebabkan karena jatah rejeki untuk isterinya telah habis didunia; Sedangkan rejeki suaminya masih ada didunia;
Menurut Ustad Elfa Malaikat tidak mungkin salah cabut nyawa; Adapun di Akhirat kita mengambil simpanan kita, yaitu amal saleh kita misalnya atas harta yang telah kita sedekah dan nafkahkan dijalan ALLAH;
Ustad Elfa mencontohkan  ritual Sai  yang dilakukan oleh Siti Hajar Ibunya Nabi Ismail dari  Bukit Sofa ke Bukit Marwah 7 kali, pada saat zamannya Siti Hajar bukitnya tinggi dan ada lembah diantara kedua bukit itu;

  • Setelah Siti Maryam kehabisan tenaga setelah 7 kali mencari air dan makanan, Nabi Ismail yang masih kecil menendang kakinya ketanah, karena haus, dan munculah air yang kemudian dikumpulkan oleh Siti Hajar dengan Zam- zam atau artinya ngumpul2; 

Pertanyaan mendasar muncul :  kenapa Nabi Ismail tidak meninggal karena kehausan, jawabannya adalah karena rejeki untuk Nabi Ismail masih ada didunia setelah Siti Hajar berjuang dan berusaha sekeras dan semaksimal mungkin 7 kali bolak balik Bukit Sofa dan Bukit Marwah, kemudian Siti Hajar Tawaqal - Pasrah  kepada ALLAH, dimana hasil jerih payahnya Siti Hajar diberikan ALLAH minum mata air yang muncul  dikaki Nabi Ismail, sewaktu Bayi Ismail menendang airnya ke tanah,  yang pada saat itu masih bayi;
  • Makna yang dapat diambil adalah bahwa kita sebagai manusia harus berusaha terlbih dahulu dengan keras dahulu, dimana pada akhirnya setelah berjuang dan berikhtiar keras, barulah kita bertawakal dan mohon serta pasrah kepada ALLAH ;
Hal ini kita sebagai manusia akan seringkali merasakan kebenarannya dalam kehidupan nyata kita sehari2, dimana setelah kita berusaha keras, dalam mencari nafkah, maka setelah sampai kepada saat kita sudah seperti ibaratnya diujung tanduk, kita pasrah kepada ALLAH.

  • Setelah kita berusaha secara maksimal,  datanglah rezeki karunia atau Hasil Pembayaran atas hasil kerja kita, yang sebenarnya adalah tersedianya Jatah Rejeki kita dari ALLAH Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi Rezeki, yang diturunkan ALLAH melalui  manusia atau wadah dimana kita bekerja untuk mencari Nafkah Karunia ALLAH, dimana ALLAH mengetuk hati orang untuk memanggil atau menghubungi kita untuk diberikan pekerjaan atau proyek;       

Kita harus yakin bahwa rejeki manusia juga tidak akan tertukar satu dengan lainnya;, sehingga adalah haram kita mengambil Hak Rejeki orang lain. 

  • Demikianlah  penerapan dari pengertian Shahadat, dimana kita mengakui dan bersaksi bahwa tidak ada Zat Yang Mencipta dan Memberi Rezeki didunia ini kecuali ALLAH, sehingga kepada ALLAH - lah kita tunduk dan memperbudak dan mengabadikan diri kita didunia ini dengan mengikuti perintah ALLAH dan menjauhkan larangannya, dimana kita nanti dapat merasakan kedekatan zat ALLAH kepada diri kita,  dimana jika kita berdoa ALLAH akan mengabulkan permintaan dan kebutuhan kita didunia.
Kisah, petunjuk dan kabar gembira serta kisah diatas dapat kita baca dalam Kitab Suci ALLAH yang diturunkan kepada para Nabi terdahulu dan terakhir melalui Kitab Suci ALLAH yang ditureunkan ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W. sebagai Rasul Penutup dan terkakhir; 

Karenanya butir kedua dari Shahadat  adalah kita sebagai kaum muslim (artinya kaum yang pasrah kepada ALLAH) bersaksi dan mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasul ALLAH.        

Jakarta 17 Januari 2013  
Agung S.Suleiman
Disaat Jakarta sedang terkena Banjir - 5 tahunan sekali