Wednesday, November 14, 2012

MEMAKSAKAN DIRI MENDENGARKAN AL QURAN

Yah, sebagai penganut muslim, adakalanya kita harus memaksakan diri kita untuk mendengarkan Al Quran; Mendingan kita ke-jebag dalam kebaikan daripada kesesatan; Memang tergantung keadaan diri kita pada suatu saat bagaimana keadaan perasaan dan keinginanan kita. Kitalah yang dapat mengetahui dan mendiagnosa diri kita apakah kita dalam suatu situasi dimana kita harus memaksakan diri kita mendengarkan Al Quran atau tidak, karena mungkin godaan dunia  yang terus menerus ada,  sehingga jika kita jauh dari Al Quran, maka bisikan godaan ini akan berusaha keras untuk membuat kita tunduk mengikuti hawa nafsu yang tidak dirahmati oleh ALLAH; 


  • Ibarat Therapy, jika berada dalam suatu keadaan dimana kita butuh sekali akan adanya  suatu pegangan dan pedoman dengan  intensitasnya tinggi, karena satu dan lain hal, agar kita dapat terselamatkan dari bahaya mengikuti hawa nafsu; Nah setelah kita memaksakan diri kita untuk mau mendengarkan Al Quran, maka banyak sekali ayat yang menekankan perlunya kita mengetahui suatu Hari yang Pasti akan datang, dimana kita tidak akan ada lagi penolong sama sekali, dan sudah tidak ada gunanya kita menyesali segala perbuatan kita yang tidak diridhoi oleh ALLAH, karena waktu untuk memperbaiki diri kita sudah tidak ada alias sudah terlambat;
Disini kita sadar bahwa Al Quran itu telah diturunkan oleh ALLAH kepada para Rasul termasuk Rasul Mohammad S.A.W. untuk menjadi peringatan kepada kita agar kita tidak mengikuti terus-menerus hawa nafsu kita yang tidak dirahmati oleh ALLAH.  Sebagian dari Al Quran berisi mengenai pengenalan  kepada kita mengenai : Siapa yang menciptakan dunia dan langit beserta apa yang berada diantara keduanya, maupun yang memasukan siang kedalam malam dan memasukan malam kedalam siang, dan yang mengeluarkan kehidupan dari kematian dan yang mengeluarkan kematian dari kehidupan. Kita dapat lihat dan membaca misalnya  :

Surat 30 Ar-Rum ayat 19
يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Terjemahan:
19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). 

  • Dengan mendengarkan dan membaca Firman ALLAH diatas, berkali-kali dengan penuh penyerahan diri (muslim) kepada ALLAH, maka Insya ALLAH secara ajaib Qalbu kita dan pikiran serta kepercayaan kita akan tercerahkan sehingga kita,  Insya ALLAH, dapat  merasakan terjadinya keyakinan dan ketenangan pada diri kita bahwa kehidupan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada ALLAH yang melakukan kegiatan pelaksanaan kehidupan dan kematian tersebut;
Memang untuk membangun rasa Keimanan itu melalui proses jatuh dan bangun, dimana terasa adanya pertarungan dalam diri kita antara keinginan berbuat baik serta keinginan atau dorongan mengikuti hawa nafsu...
  • Makanya pernah ada film Dr Jekil dan Mr Hyde, dimana diperlihatakan adanya 2 Personality dari Manusia yaitu : Terdapat diri kita yang baik dan diri kita yang cenderung untuk mengikuti hawa nafsu; Nah, tentunya kita sebagai manusia yang kebetulan telah hidup dan menganut suatu agama tertentu misalnya untuk diriku Islam, kita haruslah mau untuk memaksakan diri kita untuk mau mendengarkan Ayat Suci Al Quran, agar diri kita melalui Qalbu/Hati, Pikiran, maupun otak kita :  Mendapatkan suatu Pedoman, Peringatan bahwa setiap kelakukan kita didunia akan tercatat dan tentunya ada konsekwensi atau balasan atas setiap tindakan dan perbuatan kita selama kita berada didunia ini.  
  • Kita haruslah bersyukur bahwa ALLAH Sang Maha Pencipta telah menurunkan Kitab Suci melalui Para Rasul UtusanNYA,  untuk bisa kita baca khususnya jika kita berada dalam persimpangan jalan dalam kehidupan kita....misalnya dari semula lemah menjadi kuat dan kemudian menjadi lemah ....sebagai tanda-tanda kebesaran ALLAH ....  sesuai Firman ALLAH dalam Surat 30 Rum ayat 54  Al Quran :

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Ar -Rum[30]:ayat 54 :
  •  Demikianlah sekelumit perenungan yang aku coba tuangkan dalam Blog yang aku beri judul Nikmatnya Iman ini, semoga berguna khususnya untuk diriku sendiri;
Jakarta, 15 November 2012 bertepatan dengan Hari Tahun Baru Islam .. Hijriyah 1433 H....    Selamat Tahun Baru Islam       
Agung S.Suleiman