Friday, September 3, 2010

Taatilah ALLAH dan Rasul

Benar, "kita dengar" dan "kita taati". Bahasa ARabnya "Samina wa tana"
Dengan kita mengikuti perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH maka terasa bahwa kita sedang menuju jalan yang lurus sesuai dengan tuntunan ALLAH dan Rasul. Kehidupan ini hanya ada karena memang diciptakan oleh ALLAH Yang Maha Pencipta.  Memang keimanan haruslah dibangun melalui suatu proses jatuh dan bangun dimana pada akhirnya kita dapat membandingkan perasaan bagaimana jika kita mentaati ALLAH dan Rasulnya dan bagaimana perasaan kita jika kita menjauhi perintah maupun melanggar larangan ALLAH.

Mumpung masih ada sisa beberapa Hari dalam Bulan Ramadhan ini, kita sebagai umat muslim  harus benar2 bisa berusaha memanfaatkan sisa hari yang tersedia dalam  Bulan Suci ini untuk Insya ALLAH dapat meraih rahasia ibadah puasa yang diperintahkan ALLAH kepada kita, karena belum tentu ada jaminan bahwa kita masih ketemu bulan suci Ramadhan tahun depan.

Rasanya kangen dan rindu dengan bulan puasa ini, dan kita merasa sedih karena bulan Suci Ramadhan ini hampir meninggalkan kita. Kita suka menyesal kenapa kita seringkali meninggalkan perintah ALLAH dan melanggar larangan ALLAH dan RasulNYA. Namun kita beryukur kepada ALLAH kita masih diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk memperbaiki diri kita pada bulan Suci Ramadhan ini. Kita harus berusaha untuk menumbuhkan rasa keimanan kita akan adanya ALLAH yang senantiasa mengawasi kita dimanapun kita berada.  

Terasa bahwa dengan kita banyak mendengarkan Al Quran, melalui Digital Al Quran misalnya, ada perbaikan mendasar pada Qalbu kita, yang tadinya kita berhati kasar, tidak sadar dan terasa, akan menjadi lembut hati kita sebagai hasil buah dari seringkali secara konsisten dan bersungguh-sungguh mendengarkan ayat Suci Al Quran dan membaca artinya, secara berulangkali. 
ALLAH banyak menyatakan dalam Al Quran bahwa AL Quran itu mudah bagi mereka yang mau membuka diri untuk membaca dan mempelajari, karena adalah jaminan ALLAH untuk memberikan isi kepada diri kita/dada kita, untuk dapat secara mudah mencerna makna isi dari kandungan Al Quran ini.

Yang penting kita menguatkan niat kita secara konsisten dan bersungguh untuk memohon ampun, dan bertobat dan berusaha untuk memperbaiki diri kita mengisi bathin kita dengan peringatan, kabar gembira dan petunjuk dari Al Quran sebagai sarana untuk mengeluarkan kita  dari kegelapan menuju penerangan cahaya siraman rohani melalui lantunan Al Quran ini.

Kita bukanlah orang yang lepas dari kesalahan dan dosa, namun ALLAH senang jika kita berusaha untuk mensucikan diri kita dan kembali kepada jalan lurus yang diberikan ALLAH melalui petunjuk, peringatan dan kabar gembira dari AL Quran.