Saturday, March 26, 2016

Pengenalan atas Sang Pencipta

Ternyata kita harus menuntut ilmu untuk bisa meningkatkan keimanan kita. Kita harus bersyukur bahwa kita masih diberikan kehidupan oleh ALLAH Yang Maha Kuasa sehingga kita bisa berusaha untuk memohon ampun kepada ALLAH atas segala dosa yang telah kita lakukan didunia ini, dan berusaha untuk memperbaiki kwalitas keimanan kita dengan berusaha memaksakan diri kita untuk membaca Kitab Suci Al Quran agar supaya kita bisa mendapatkan Petunjuk dari ALLAH yang disampaikan ALLAH  kepada kita melalui utusan dan Rasul ALLAH yaitu  Nabi dan Rasul Muhammad S.A.W. 
  • Tanpa kita mau membaca Al Quran terutama kandungan isinya dan mencoba menghayati pesan apa yang hendak disampaikan oleh ALLAH kepada kita, bagaimana bisa kita meningkatkan iman kita. Bagi kita yang dilahirkan sebagai orang muslim karena orang tua kita muslim, tidaklah cukup untuk bisa mengenal ALLAH, tanpa mendapatkan ilmu yang tertuang dalam Kitab Suci ALLAH,   karena untuk bisa mengenal ALLAH dan mengetahui apa yang diinginkan oleh ALLAH terhadap  kita,  hanyalah dengan  Ilmu dari ALLAH yang hanya bisa kita dapatkan jika kita  memaksakan diri kita untuk mau membaca Kitab Suci AL Quran. Memang segala sesuatu itu adalah melalui proses perjalanan kehidupan kita, tapi sampai berapa lama umur kita yang diberikan ALLAH kepada kita,  tidaklah bisa kita pastikan,  karena kitapun lahir di dunia ini, baik kapan maupun  dimana serta melalui orang tua yang berbangsa apa dan beragama apa,  bukan atas kehendak dari kita,  melainkan adalah semata-mata karena kehendak dan izin dari ALLAH Yang Maha Kuasa. 
Dunia itu memanglah penuh dengan kemisterian, namun begitu sekali kita dilahirkan diatas dunia ini, orang tua kitalah yang pertama kali menanamkan pendidikan baik ilmu kesopanan, etika, budi pekerti maupun pegangan yang dipegang oleh orang tua kita. Menurut pengalaman Penulis yang telah diberikan umur lebih dari 64 tahun hidup didunia oleh ALLAH, maka pendidikan dini atas pengenalan siapa Sang Pencipta kita oleh orang  tua kita adalah sangat membekas dan mewarnai kehidupan kita selanjutnya. 
  • Bekal dari orang tua kita khususnya apakah kita diperkenalkan dengan pengetahuan adanya Sang Maha Pencipta adalah sangat penting. Kalau dilingkungan keluarga kita tidak pernah diperkenalkan  mengenai adanya Sang Maha Pencipta dan hanya diperkenalkan masalah keduniawian tanpa dikaitkan dengan Zat yang menciptakan dunia ini, tentunya sang anak akan dibesarkan dengan keluarga yang model sekuler atau keduniawian saja. Maka kita harus bersyukur jika kita diberikan oleh ALLAH,  orang tua  yang memberikan bekal pengenalan akan Sang Pencipta dari kehidupan ini,  karena hal ini  bisa menanamkan keinginan lebih pada diri kita untuk mencari kebenaran akan adanya Sang Maha Pencipta dari kehidupan kita ini. 
Selanjutnya sekolah dimana kita disekolahkan oleh orang tua kita masing-masing,  secara dini jugalah banyak memainkan peranan didalam mewarnai kehidupan kita dalam masa perjalanan kehidupan kita.  Jika di sekolah kita diajarkan pengenalan akan adanya Sang Maha Pencipta,  tentunya juga berbekas dan berkesan bagi kita untuk lebih lanjutnya mengkaitkan kehidupan ini,  apakah hanya semata-mata keduniaan saja ataukah dikaitkan dengan adanya Sang Maha Pencipta yang menciptakan kita didunia ini. 
  • Lebih lanjut lingkungan rumah kita ikut berperanan mewarnai tingkah pola kelakuan kita didalam berperilaku, maupun mewarnai pembentukan  serta kebiasaan yang pada akhirnya membentuk karakter kita. Nah,  untuk mengenal adanya Sang Maha Pencipta yang menciptakan dunia semesta alam dan diri kita  ini,  tidaklah bisa kita hanya menduga-duga memakai angan-angan atau perkiraan kita khususnya mengenai siapa yang menciptakan kita, dimana kita sebelum kita dilahirkan maupun setelah nanti kita meninggalkan dunia ini, siapa yang menciptakan dunia semesta alam ini beserta seluruh isinya, matahari, bulan, bintang maupun tanaman dan binatang yang ada didunia ini. Banyak persoalan didunia ini yang nampaknya dalam perjalanan tidak kelihatan tuntas dengan pengertian apakah orang yang tidak jujur akan disamakan dengan orang yang tidak jujur setelah ia meninggalkan dunia ini. Bagaimana pertanggung jawaban dari setiap orang didunia yang sementara ini. Apakah kita hanya akan hilang begitu saja seperti debu tanpa adanya pertanggung jawaban apapun  ?
Untuk itulah kita rasakan perlu adanya tuntunan dari Sang Maha Pencipta, melalui informasi yang disampaikan kepada kita sebagai manusia, dimana pada  umumnya kita mengenal adanya  agama,  atau keyakinan kepercayaan yang bisa kita jadikan dasar informasi mengenai Sang Maha Pencipta tersebut.
  • Setelah kita berusaha mencari data atau informasi yang pada era jaman sekarang ini bisa kita peroleh dari berbagai sumber termasuk  melalui Media Internet maupun Google serta You Tube, maka kita bisa mendapatkan berbagai informasi dan sumber yang hendak kita cari khususnya terkait dengan agama serta aliran kepercayaan ini, disamping buku cetakan yang bisa peroleh dari Toko Buku yang tersedia.  Nah apapun sumber dan datanya untuk mendapatkan ilmu tersebut memang haruslah ada kemauan dari diri kita masing-masing untuk mencari kebenaran informasi mengenai siapa Sang Pencipta dari semua semesta alam ini termasuk dunia, diri kita, matahari, bulan, malam dan siang yang bergantian terjadinya silih berganti. Mengingat Penulis dilahirkan dari orang tua yang muslim, maka Penulis tentunya berangkat dari membaca dan mendalami isi Kitab Suci Al Quran, yang kadangkala dengan berlalunya umur kita kita senantiasa merasakan bahwa kita baru saja merasa beriman dan berkeinginan untuk mengenal lebih jauh mengenai ALLAH dimana banyak sekali ayat Al Quran yang menjelaskan sifat dari ALLAH  Sang Maha Pencipta ini. 
Dalam Kitab Suci Al Quran ini selain zamannya Nabi Muhammad S.A.W. juga banyak diceritakan pengenalan dan perintah untuk menyembah hanya kepada ALLAH Yang Maha Esa pada masa dari Para Rasul dan Nabi sebelum Nabi Muhammad S.A.W. yaitu masanya Nabi Musa, Nabi Saleh, Nabi Isa, Nabi Ismail, Nabi Luth dan nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad S.A.W berikut pengikut umatnya maupun kaum yang tidak mempercayai maupun mengingkari Para Rasul dan Nabi utusan ALLAH tersebut.    
  • Hal yang menarik adalah pada saat Nabi Muhammad berdakwah di Mekah maupun Medinah, dilokasi kota tersebut bukannya hampa atas suatu keyakinan, namun pada penduduknya sudah ada keyakinan keimanan baik dari keyakinan yang menyembah Berhala yaitu Para Musyrikin yang tentunya keyakinan itu adalah "sama sekali salah" karena Berhala saja dibuat oleh manusia bagaimana si berhala benda mati tadi bisa memberikan manfaat maupun mudharat  kepada kita; Selanjutnya  dilokasi Mekah dan Medinah ada  pengikut dari Ahli Kitab baik Taurat maupun Injil,  namun kita diinformasikan oleh ALLAH dalam Al Quran telah terjadinya penyimpangan maupun pengingkaran oleh para pengikut Nabi Musa maupun para pengikut Nabi Isa,  setelah Nabi Musa dan Nabi Isa meninggal atas ajaran yang diwahyukan oleh ALLAH kepada Nabi Musa maupun Nabi Isa untuk disampaikan kepada umat Nabi Musa dan Nabi Isa untuk hanya menyembah kepada ALLAH Yang Maha Tunggal. 
Dengan demikian diberitakan oleh ALLAH dalam AL Quran telah  terjadinya penyimpang atas Ajaran Pokok DASAR KETAUHIDAN  maupun Konsep Tidak adanya kebutuhan ALLAH untuk mempunyai anak atau keturunan, karena Zat ALLAH adalah Maha Tunggal Esa dan ALLAH tidak menggantungkan diri pada hal lain serta Zat ALLAH melainkan segala sesuatu adalah tergantung hanya kepada ALLAH yang Maha Kekal Abadi dan ALLAH sama sekali tidak membutuhkan adanya keturunan,   sesuai dengan isi dari Firman ALLAH didalam berbagai surat didalam Kitab Suci Al Quran  khususnya Surat Al Ikhlas. 
  • Penulis Copy dan Cut Paste dari  http://gagaje.blogspot.co.id/2013/05/surah-al-ikhlas.html
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
    Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).


    Translate:
    1). Say : He is Allah , the One!
    2). Allah , the eternally Besought of all!
    3). He begetteth not nor was begotten
    4). And there is none comparable unto Him


    Artinya:
    1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
    2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
    3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
    4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Jadi Konsep Ketauhidan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim yang telah menentang Bapaknya menyembah berhala adalah berdasarkan Wahyu dan Ilmu Pengetahuan Petunjuk Cahaya ALLAH yang diperoleh Nabi Ibrahim dan dilanjutkan dengan keturunan dari Nabi Ibrahim tersebut hingga kejalur Nabi Isa dan Muhammad S.A.W. sesuai dengan Firman ALLAH didalam Kitab Suci terakhir Al Quran dan Nabi terakhir Nabi Rasul Muhammad S.A.W.     
  • Satu2nya jawaban yang bisa menjawab mengenai siapa Pencipta ALLAH hanyalah dapat diperoleh dari ALLAH sendiri, dan tidak bisa kita karang-karang semau kita. Maka kita harus bersyukur kepada ALLAH jika kita dilahirkan melalui orang tua yang beriman yang memberikan kita pengenalan dini atas   adanya Zat yang menciptakan alam dunia ini termasuk diri kita. 
Kita tidak boleh sedikitpun sombong melainkan harus senantiasa bersyukur sehingga kita punya keinginan untuk terus menerus mencari kebenaran hakiki untuk mau mengenal Zat yang Menciptakan kita, dengan membaca Kitab Suci yang telah diturunkan oleh ALLAH kepada kita, karena banyak orang mualaf yang lebih beriman daripada kita yang lahirnya ber KTP sebagai muslim namun tidak dibekali untuk mau mengenal kenapa kita beragama Islam, dan memikirkan bahwa seolah-olah kita bisa otomatis mendapatkan ilmu Islam dan mengenal Zat Pencipta yang Maha Tunggal dengan benar,  tanpa diberikan Hidayah oleh ALLAH untuk mau membaca Kitab Suci Al Quran yang membenarkan Kitab Suci Taurat dan Injil sepanjang Konsep Ketauhidan sesuai dengan Patokan dalam Kitab Suci Al Quran, karena hanyalah ALLAH yang berkewenang untuk memberikan hidayah kepada kita sesuai dengan kehendak ALLAHl 
Jika kita telah mendapatkan Hidayah serta Taufik dari ALLAH  untuk mau memahami dan melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH, maka kita diwajibkan untuk berdakwah oleh Rasul kita Nabi Muhammad S.A.W. walaupun "hanya satu Ayat" untuk menyampaikan pesan ALLAH dan Para Rasul untuk hanya menyembah kepada ALLAH dan sama sekali  tidak boleh syirik menyembah selain ALLAH yang Maha Esa sebagai Konsep Ketauhidan yang sudah diwahyukan kepada Para Rasul dan Nabi sebelum Nabi Muhammad S.A.W. dimana Nabi Muhammad S.A.W adalah merupakan salah satu dari Para Rasul dan Nabi yang membenarkan Rasul dan Nabi terdahulu yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa yang pernah diutus oleh ALLAH kedunia,  dimana Kitab Suci Al Quran adalah sebagai Benchmark terakhir untuk dijadikan acuan kebenaran Ketauhidan - La Ilaha Ilallah  yaitu tidak ada Ilah yang kita sembah (worship)  melainkan hanya ALLAH, sesuai dengan isi Kitab Suci Al Quran dalam Surat permulaan Al Fatihah maupun Surat Al Baqarah.... semoga kita mendapatkan Hidayah dan Taufik untuk mau memahami ALLAH sesuai dengan ajaran Islam yang berarti Berserah diri hanya kepada ALLAH.....      
Jakarta 26 Maret 2016 Agung Supomo Suleiman Malam Minggu direvisi dini hari 27 Maret 2016.....

1 comment:

  1. Selamat siang

    ini adalah dasar dana global, kami memberikan pinjaman per pendanaan proyek tahunan 100% dengan pinjaman aman dan tidak aman yang tersedia kami dijamin dalam memberikan layanan keuangan untuk banyak klien kami dengan paket pinjaman fleksibel kami pinjaman dapat diproses dan dana ditransfer ke peminjam dalam waktu sesingkat mungkin kita beroperasi di bawah persyaratan yang jelas dan mudah dipahami dan kami menawarkan pinjaman kepada semua jenis untuk tertarik klien perusahaan perusahaan dan semua jenis organisasi bisnis, individu swasta dan investor real estate hanya menghubungi kami dengan nama di bawah Jika Anda sedang melihat bagaimana mendapatkan pinjaman hubungi kami kami dapat membantu Anda keluar EMAIL: globalfundfoundation9@gmail.com
    BBM: D8633B93

    ReplyDelete