Saturday, March 12, 2016

Membaca Kitab Suci AL QURAN Untuk Mendapatkan ILMU DARI ALLAH

Jika kita membaca dan mendengarkan Ceramah maupun Tausyiah melalui You Tube di Era Komunikasi Global ini, maka terekam adanya beberapa cara dan persyaratan untuk dapat menunaikan dan mempertahankan  kwalitas keimanan kita yang memang berpotensi untuk naik dan turun. 
  • Yang ditekankan oleh para ahli pemberi Tausyiah adalah kita harus berpatokan kepada Kitab Suci Al Quran,  yang membenarkan Kitab2 Suci terdahulu yang diturunkan kepada para Rasul dan Nabi terdahulu, dimana kita harus mempunyai Ilmu yang datangnya dari ALLAH untuk dapat melaksanakan pemahaman kita tentang ketaqwaan, ketauhidan terhadap ALLAH Yang Maha Tunggal. 
Permulaan untuk mendapatkan Ilmu dari ALLAH ini  haruslah berpatokan kepada Firman ALLAH didalam Kitab Suci Al Quran yaitu dengan mau "MEMBACA"  Petunjuk dari ALLAH yang telah diturunkan oleh ALLAH melalui Wahyu yang disampaikan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad S.A.W. melalui Malaikat Jibril sebagaimana kita baca dalam Surat  Al Alaq ayat 1 hingga 5.

https://rumaysho.com/3505-tafsir-surat-iqro-1-bacalah-dan-bacalah.html
Surat Al Alaq ayat 1 hingga ayat 5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

 Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5  

  • Surat Al Alaq ini diturunkan di Gua Hira dan merupakan surat yang pertama kali diturunkan oleh ALLAH melalui Malaikat Jibril kepada Muhammad dimana diperintahkan kepada Beliau  untuk membaca : Bacalah !  dengan (menyebut) Nama Rabbmu Yang Menciptakan, DIA telah menciptakan manusia dari segumpal darah . Bacalah ! dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam ( Pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. 
 Jadi pada pokoknya Muhammad ( guna disampaikan kepada Manusia)  diperintahkan oleh ALLAH untuk :
  1. membaca dengan menyebut Nama Rabbmu Yang Menciptakan, dimana dengan membaca dengan ( menyebut ) ALLAH Yang Menciptakan, selanjutnya 
  2. ALLAH memberitahukan bahwa ALLAH menciptakan manusia dari Segumpal Darah
  3. Selanjutnya kita diminta sekali lagi untuk membaca Bacalah !  dengan nama Rabbmu  Yang Maha Pemurah, dan
  4. diberitahu kita oleh ALLAH dalam Surat Al Alaq ini bahwa ALLAH yang mengajarkan kita manusia dengan perantaraan (Pena), dan 
  5. kemudian dengan membaca Surat Al Alaq ini kita diberitahukan bahwa ALLAH yang mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya
Dengan diturunkan Surat AL Alaq ayat 1 - 5 kepada Muhammad yang memang sedang dalam proses mencari kebenaran,  dimana Beliau pergi ke Gua Hira untuk merenung dan memisahkan diri dari keramaian yang diketahui oleh isteri Beliau yaitu Khadijah, maka dengan diturunkan Surat Al Alaq kepada Muhammad,  dimulailah "Zaman Pencerahan"  kepada penduduk Bangsa Arab - Umat manusia -  untuk meluruskan kembali "Mindset" dari manusia atas masalah  Siapa Yang Menciptakan manusia,  dengan membaca Surat Al Alaq ini;   
Muhammad diminta untuk "MEMBACA" dimana bahasa Arab sebagai Bahasa Nabi Muhammad S.A.W. berada di daerah Mekkah adalah "IQRA" dengan Menyebut ALLAH - Rabbmu  Yang Maha Pemurah.  Ke- Maha Pemurahan ALLAH adalah dengan mengajarkan manusia melalui Qolam (Pena) untuk mengajarkan Manusia apa yang tidak diketahuinya....
Dengan membaca ini kita bisa memperoleh Ilmu...dari ALLAH yang semula manusia tidak mengetahui ...apa yang akan diajarkan ALLAH melalui Qalam (Pena) ini.
Pada kenyataan fakta yang kita alami, jika kita terapkan pada masa kekinian dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk untuk diri kita sendiri, dan lingkungan kita berada, ternyata untuk mau memulai Membaca Kitab Suci yang bernama Al Quran yang telah membenarkan Kitab Suci sebelumnya, adalah "seringkali sulit" untuk memulainya dan harus "kita paksakan pada diri kita" masing-masing, untuk mau mulai membacanya.
  • Hal ini mungkin karena menyangkut faktor Keimanan, khususnya Keimanan kepada ALLAH Yang Maha Tunggal -  dimana nampaknya dibutuhkan adanya kehadiran dan keterbukaan "Qolbu" kita untuk mau "Membaca" - IQRA -  Firman - Kalimat atau KalumuLLAH, yang diturunkan kurang lebih 1500 tahun yang lalu melalui Wahyu kepada  Muhammad melalui Malaikat Djibril, yang pada saat itu Muhammad belum diutus sebagai Rasul atau Nabi, namun Muhammad barulah seorang  manusia yang berusaha untuk mencari lebih dalam pengertian akan hakekat kebenaran yang hakiki dalam kehidupan didunia ini, dengan mengasingkan diri dari keramaian pergi ke GUA HIRA, dan pada akhirnya mendapatkan wahyu pertama kali dari ALLAH melalui Malaikat Djibril yang memerintahkan Muhammad untuk Membaca Surat Al Al Alaq ini. 
Bagi kita dalam masa kekinian,  kita tidak perlu lagi mengasingkan diri ke Gua karena, Petunjuk ALLAH sudah ada di Kitab Suci AL Quran, yang telah diturunkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Djibril, untuk kita baca. Nah, dalam proses kita untuk mencari tahu Siapa Pencipta kita sebagai manusia, keinginan tahuan ini  adalah masuk  dalam kategori  "Keimanan", sehingga  merupakan masalah "Hidayah" dari ALLAH,  yang diberikan kepada manusia, sesuai kehendaki ALLAH, untuk mau tergerak membaca Kitab Suci Al Quran, yang pada asal muasalnya, kita sebagai manusia memang berniat dan berkeinginan untuk benar-benar mencari "Kebenaran Hakiki"  mengenai Hakekat Kehidupan yang Mendasar  antara lain :
    http://nikmatnyaiman.blogspot.co.id/
  • Mengapa kita sebagai manusia berada dan hidup di Dunia ini ?  
  • Siapa yang Menciptakan kita sebagai manusia ini  ?
  • Siapa yang menciptakan dan Mengatur semua Kehidupan di Alam Semesta ini ?  
  • Kenapa setelah kita terlahir kedunia kita banyak mengalami Cobaan dan Tantangan serta Kegagalan dan Kekecewaan dalam Hidup ini ? 
  • Kenapa ada manusia yang miskin dan ada manusia yang berkelimpahan harta ?
  • kenapa kita sebagai manusia  harus mengalami masa Penuaan setelah dengan susah payah kita bekerja keras didalam profesi, kerjaan dan usaha kita masing-masing, yang dimulai dari perjalanan hidup kita lahir, aqil balik,  tumbuh menjadi dewasa, sekolah, kuliah, bekerja, pensiun, menua dan  pada akhirnya mengalami kematian yang dimulai dengan melemahnya setiap bagian dari anggota tubuh kita ini ?
  • dari mana asal kita dan kemana pula jika kita sudah meninggalkan  dunia ini  ?
Jawaban atas berbagai pertanyaan mendasar diatas, nampaknya tidak dapat  kita "karang-karang" dan duga-duga sendiri, melainkan harus mendapatkan Informasi dari "Yang Menciptakan Kehidupan dan Kematian ini".
  • Guna bisa mendapatkan jawaban diatas, mulai berproseslah kita untuk mencari Jawabannya, baik dengan merenungi fenonema alam, tumbuhan, batu-batuan, binatang, pergantian malam dan siang, adanya matahari, bumi dan bulan serta bintang, yang pada akhirnya kita membutuhkan data yang bisa kita baca, pelajari, hayati dan renungkan; 
Dalam fakta cerita manusia banyak sekali pencarian akan hakekat kebenaran dan misteri kehidupan ini yang dipelajari oleh manusia, yang pada ujungnya jika menyangkut Penciptaan dari Alam Semesta ini manusia akan  mencari data bacaan, dimana banyak manusia yang telah berganti-ganti  buku bacaan untuk mencari jawaban yang dapat memuaskan bathin, hati nurani serta akal pikirannya.
  • Kalau bagi Penulis sendiri karena Orang Tua Penulis adalah Muslim maka Penulis berusaha  membaca dari Kitab Suci AL Quran maupun Hadist serta buku bacaan karangan yang ahli  terkait hal kepercayaan dan keimanan ini.  Namun ada kalanya Penulis sibuk dengan hal yang lain sehingga kadangkala lupa untuk membaca Kitab Suci tersebut,  karena Iman bisa naik dan turun menurut keterangan Para Ahli Tausyiah dan ahli agama. 
Pada kenyataannya bagi manusia  umumnya,  semua  tergantung kepada banyak faktor yang mengelilinginya dan membentuk cara dia berpikir dan berkepercayaan, yaitu antara lain  dimana manusia tersebut  dilahirkan, siapa orang tua manusia  tersebut,  kepercayaan apa yang dipegang oleh Orang Tua yang melahirkan dan membesarkan diri serta mendidik kita,  termasuk siapa yang menanamkan rasa kepercayaan dan keyakinan untuk dapat menjawab pertanyaan- pertanyaan diatas tersebut;
  • Berdasarkan uraian diatas maka,  guna memperoleh  jawaban atas pertanyaan tersebut, kita harus mencari dengan "Ilmu keyakinan"  yang membicarakan Kebenaran Siapa Pencipta dari Alam Semesta ini ? Hal mana sepenuhnya tergantung pada situasi dikalangan mana kita dibesarkan serta lingkungan apa yang mengitari perjalanan kehidupan kita ini dari kecil, akil  baliq, remaja, dewasa, hingga kita menjadi tua. Memang setiap manusia mempunyai pandangan berbeda-beda tergantung dari lingkungan adat, sosial, taraf pendidikan, budaya, adat, lingkungan sosial disekeliling kita. 
Yang seringkali muncul kepermukaan adalah Apakah semua Agama dan Kepercayaan sama ? Dari manakah sumber cikal bakal dari Agama maupun kepercayaan yang dianut oleh manusia tersebut ? Apakah penting dan perlu untuk mengetahui kemana setelah kita meninggalkan Dunia ini ? Kemanakah Orang Tua kita yang telah meninggal Dunia ? Kemana Kakek- dan Nenek kita terdahulu ? Apakah ada Kehidupan lain setelah Kehidupan yang kita alami didunia ini ? Kenapa harus ada proses kematian ? Makin banyak pertanyaan yang bersifat diluar jangkauan kita ini untuk dapat menjawabnya, maka  pada ujungnya kita berkesimpulan bahwa Jawaban atas Pertanyaan Kemanakah setelah kita mati atau Orang Tua serta Kakek Nenek kita meninggal,  perlulah kita mendapatkan jawaban yang tepat dan benar serta tidak membingungkan bahkan menyesatkan. 
  • Untuk hal inilah diperlukan adanya Informasi yang datangnya dari Pencipta dari Kehidupan dan kematian ini. Maka diperlukan adanya "Keimanan" dan "Keyakinan" yang bisa kita pegang agar hidup kita bisa terarah dan tidak terombang-ambing tidak menentu. Disinilah perlunya "Bantuan dari ALLAH" untuk dapat menuntun kita untuk mau mendapatkan jawaban yang tepat dan benar, dimana jika kita mau membaca Kitab Suci yang ada tentunya kita dapat memperoleh jawabannya.  
Mengingat Penulis dilahirkan dari Orang Tua yang menganut Agama Islam, maka Penulis dari semenjak kecil memang sering membaca Kitab Suci  Al Quran, Hadist maupun bacaan Buku yang menceritakan  mengenai masalah Keimanan Islam ini, Dalam perjalanan menjelang Senja ini, Penulis berkeinginan untuk benar-benar secara sungguh-sunggh membaca berulang-ulang Isi Kandungan Kitab Suci Al Quran guna dapat memperoleh  Jawaban atas pertanyaan yang terurai  diatas, untuk hal mana memang ajaib sekali yang dapat dirasakan oleh Qalbu kita yang membaca Kandungan dari Al Quran, dimana kita bisa mendapatkan informasi bahwa ada hati yang tertutup dan ditutup oleh ALLAH karena mengingkari ALLAH serta ayat-ayat ALLAH, meskipun diberi peringatan atau tidak sama saja,   ada Hati (Qolbu)  yang berpenyakit (Fi Qulubihi Maradun) terus ditambah penyakitnya oleh ALLAH, karena memang manusia tersebut berdusta terus menerus;
  • Kita juga memperoleh informasi bahwa dalam memulai membaca Kitab Suci Al Quran kita diminta untuk mohon Perlindungan kepada ALLAH dari Godaan Syaitan agar pemahaman kita tidak dibelokin oleh pemikiran dan pemahaman  yang salah dari Syaitan ini. 
Dalam Kitab Suci Al Quran kita juga temukan bahwa kita haruslah banyak Bertobat atas kesalahan yang telah kita perbuat, karena ALLAH adalah Maha Pengampun, untuk hal mana kita haruslah mengakui kesalahan kita dan Mohon Taubat kepada ALLAH, dan mohon kepada ALLAH agar kita senantiasa mau membaca Kitab Suci Al Quran untuk Insya ALLAH,  mendapatkan Hikmah dan Pemahaman atas pesan ALLAH yang hendak disampaikan kepada kita manusia yang bersifat banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan ini, melalui AL Quran ini. 
  • Jangan sampai kita menyesal di Hari Kiamat, jika kesempatan untuk berobat telah diberikan ALLAH didunia ini, namun kita menyia-nyiakan waktu yang masih diberikan kepada kita, sebelum nyawa berada di Kerongkongan karena hendak dicabut oleh Malaikat Maut sebagai utusan dan petugas dari ALLAH untuk mencabut  Nyawa kita dari Tubuh kita. 
Pengalaman Penulis untuk mendapatkan Pemahaman, atas Kitab Suci Al Quran,  kita haruslah bertaqwa dengan pengertian kita menjauhkan larangan ALLAH dan kita menjalankan perintah ALLAH. Dengan kita berusaha untuk menjauhi larangan ALLAH dengan terlebih dahulu memohon Taubat kepada ALLAH atas dosa-dosa yang kita lakukan, dan mengadakan perbaikan untuk tidak mengulangi tindakan dosa-dosa tersebut; 
  • Selanjutnya kita juga harus sholat Tobat dan Sholat Malam dengan sungguh - sungguh mau mengerjakan Sholat malam dan mohon untuk senantiasa di jaga ALLAH untuk mau mentaati ALLAH dan kita harus paksakan diri kita untuk membaca dan mendengarkan ayat Suci ALLAH dari Kitab Suci Al Quran atau dari Gigital Al Quran,  serta mendengarkan Tausyiah baik di Mesjid dekat rumah kita maupun melalui You Tube yang sekarang banyak sekali Tausyiah di You Tube untuk bisa mendapatkan pencerahan dari Para Ahli Agama   dengan berbagai Tema.   
  • Nanti tidak terasa kita akan merasakan perbedaan dalam perasaan termasuk Qolbu kita akan adanya ketenangan, kenikmatan serta pemahaman dan keinginan lebih jauh untuk memperdalam pembacaan Kitab Suci - Al Quran dengan pemahaman dan penghayatan Insya ALLAH diberkahi ALLAH.    
Mungkin sekian dahulu tulisan Penulis malam Sabtu ini, tanggal  12 Maret 2016 direvisi 13 Maret 2015 Minggu jelang siang hari.
Jakarta, 12 Maret 2016
Agung Supomo Suleiman                                                   

    

No comments:

Post a Comment