Wednesday, September 2, 2015

JANGAN LUPA BERDOA minta Perlindungan kepada ALLAH dari Syaitan

Ternyata kita harus senantiasa mendengarkan atau membaca Kitab Suci Al Quran, dimana banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil didalamnya termasuk untuk senantiasa minta perlindungan ALLAH dari godaan, gangguan dan bisikan syaitan yang merupakan musuh nyata kita, yang harus kita lawan dan cegah dengan senantiasa minta perlindungan kepada ALLAH Yang Maha Kuasa.
  • Tingkatan Isterinya Imran yang telah melahirkan Mariam memberikan contoh doa minta perlindungan kepada ALLAH dari Syaitan yang terkutuk; Doa ini  bisa kita baca dan temukan  didalam Surat AL Imran (Surat 3 dari Al Quran : ayat 36) yang terjemahan bahasa Indonesianya di Digital AL Quran berbunyi : 
  • Maka takala isterinya Imran melahirkan anaknya diapun berkata : Ya TUHAN - ku  sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan dan ALLAH lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu,
    dan anak laki2 tidak seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak2 keturunanya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan terkutuk.
    Jelas disini kita bisa mengambil contoh yang bisa ikuti terkait dengan godaan serta bisikan syaitan ini yaitu dengan berdoa kepada ALLAH dan minta perlindungan  untuk diri kita isteri kita serta anak dan turunan kita kepada (pemeliharaan) ALLAH daripada syaitan terkutuk.

    Hal ini penting karena jika lupa untuk berdoa kepada ALLAH untuk meminta perlindungan kepada ALLAH, kita seringkali lupa mengingat ALLAH dalam kehidupan kita sehari2 khususnya jika kita sedang sibuk dengan urusan dunia. 
http://3.bp.blogspot.com/-xlNbg2iXbec/T4yntPAY6rI/AAAAAAAAAWw/IwGivZ55zis/s1600/iblis.jpgSehingga tidak sadar elemen hawa nafsu dunia kita ini bisa terbelokan secara tidak sadar karena memang Syaitan, menurut ALLAH didalam Kitab Suci ALLAH  yaitu AL Quran,   akan senantiasa menggoda dari depan, belakang, kanan kiri kita, dimana misi atau obsesi  syaitan adalah membuktikan bahwa level tingkatan Syaitan  lebih senior dan  materinya terbuat dari Api, sedangkan  manusia  terbuat dari elemen materi Tanah, sehingga  oleh Syaitan,  manusia dianggap lebih rendah dari syaitan, sehingga syaitan menolak perintah ALLAH untuk tunduk kepada Manusia yang akan dijadikan Khalifah di dunia ini oleh ALLAH.   

Terkait dengan hal ini ada baiknya kita perhatikan, amati, dan mengingat secara cermat atas  Dialog yang terjadi antara ALLAH dengan Iblis terkait dengan Obsesi Iblis ini didalam dalam Surat AL Araaf  Surat 7 dari Al Quran) yang dimulai dengan ayat 11 dimana disebutkan : terjemahannya :
"Dan sungguh telah KAMI ciptakan kamu ( Adam) kemudian Kami bentuk tubuhmu,  Kemudian (saat itu) Kami berfirman kepada para malaikat "Bersudjudlah kamu kepada  kepada Adam. Maka mereka bersujud kecuali iblis. Dia tidaklah termasuk mereka yang sujud.
Ayat 12  dari Surat 7 Al Araaf ini  ALLAH berfirman: Apakah yang menghalangi kamu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu AKU menyuruhmu.  Menjawab Iblis : "Saya lebih baik daripadanya.Engkau ciptakan saya dari api. Sedangkan dia ENGKAU ciptakan dari tanah.  
Allah berfirman dalam Ayat 13 : turunlah kamu dari Surga karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk mereka yang hina.
  • Ayat 14: Iblis menjawab : Beri tangguhlah saya sampai  waktu mereka dibangkitkan. 
ayat 15 ALLAH berfirman : Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh. 
  • ayat 16: Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan(menghalan-halangi) mereka dari jalan ENGKAU lurus.
ayat 17 :  Kemudian saya akan menghalangi mereka dari muka dan belakang mereka dari kanan dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapat "kebanyakan" mereka bersyukur (ta'at)
  • ayat 18 : ALLAH berfirman: 
Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka mengikuti kamu benar-benar AKU akan mengisi Neraka Jahanam dengan kamu semuanya.   
Mengingat Penulis berprofesi sebagai Konsultan Hukum / Independent Business Lawyer,  maka Penulis  akan mencoba mengamati  Dialog antara ALLAH dengan Iblis terkait dengan kesombongan Iblis yang tidak mau tunduk kepada manusia yang bernama Adam, karena Iblis  merasa dirinya lebih Senior dan terbuat dari Materi Api,  dari aspek Perjanjian antara Iblis dan ALLAH;
Dalam Dialog yang tersirat adanya sifat perjanjian, Iblis minta ditangguhkan sampai manusia (Adam ) dibangkitkan hari Kebangkitan, dan  karena Iblis sudah dihukum tersesat, terhina dan terusir dari Surga untuk dimasukan kedalam Neraka Jahanam,  maka  Iblis menyatakan kepada ALLAH bahwa Iblis akan menghalangi manusia dari Jalan ALLAH yang lurus baik dari muka dan belakang dari kanan dan kiri manusia sebagaimana terurai diatas. 

  • Dari dialog tersebut diatas, terlihat bahwa  ALLAH mengabulkan permintaan Iblis untuk ditangguhkan, dimana ALLAH juga menyatakan :  Sesungguhnya siapa diantara manusia yang mengikuti Iblis benar-benar ALLAH akan mengisi Neraka Jahanam dengan semua yang mengikuti Iblis.

Berdasarkan hal diatas, maka kita sebagai manusia jangan pernah lengah bahkan mengira bahwa dengan selesai  misalnya melakukan Ibadah Puasa selama 1 Bulan, dibulan Ramadhan, kita secara otomatis kuat untuk bertaqwa, padahal ketakwaan itu, dalam praktek pengalaman kita,   bukanlah bentuk "Barang Jadi",  melainkan suatu proses keimanan, dimana  bisa naik dan turun, dan pada setiap saat Iblis akan senantiasa mencari celah baik dari muka, belakang, kanan dan kiri kita sampai hari Kebangkitan untuk menghalangi kita manusia dari Jalan Lurus yang ditentukan ALLAH didalam Kitab Suci ALLAH.
  •  Setiap manusia mempunyai kelemahan dan kekurangan maupun seringkali tergoda dengan hawa nafsu baik terkait harta bisa berupa kuda (kini kendaraan), tahta, pangkat, kedudukan, kekuasaan, uang, perhiasan, wanita, dan keinginan serta kesenangan dunia lainnya, dimana jika manusia mengikuti hawa nafsu serta terjebak kedalam keserakahan maka tentunya hal ini merupakan entry point bagi syaitan untuk menggoda dengan berbagai cara, yang kita tidak sadari karena manusia memang diilhamkan oleh ALLAH dengan sifat kecenderungan fujuroha atau negatif  maupun kebaikan. ..".wa alhama fujuroha wa taqwaha .....".
 Maka untuk  kita bisa menahan diri serta mengendalikan diri kita yang secara kita tidak sadar seringkali  bisa terjebak kedalam perbuatan dan langkah yang tidak disukai oleh ALLAH, hal mana bisa dimulai dengan   terjadinya  perang bathin antara  mengikuti hawa nafsu serta berusaha untuk mengendalikan diri kita. Disinilah jika kita tidak mengingat ALLAH maka Syaitan akan masuk dengan terindikasi hawa nafsu kita tidak bisa kita kendalikan.           
  •  Oleh karenanya, kita tidak boleh sombong sudah merasa kuat dalam ke taqwaan kita, karena melalui pintu sombong tadi celah syaitan bisa masuk; 
Kejenuhan juga kadangkala menjadi entry point untuk  berkhayal dan berfikir yang tidak2, sehingga, cara yang bagus adalah kita  mencari kesibukan yang tidak rutin, namun bermanfaat, jika kita merasa sumpek dan jenuh, seperti, misalnya  membersihkan halaman dengan sapu lidi, menyiram tanaman, sehingga bisa terisi kehidupan kita dengan hal yang bermanfaat bagi kesehatan pikiran maupun kesehatan phisik kita.
  • Hal yang penting kita tidak boleh lupa membaca serta mendengarkan Kitab Suci Al Quran meskipun hanya satu ayat 1 hari, dan untuk Pria paksaan diri kita untuk sholat berjamah di Mesdjid, Insya ALLAH membawa berkah serta bisa meluruskan niat kita didalam berkarya atau beramal saleh karena mencari Ridho ALLAH.
Kita harus  bergantung  hanya kepada ALLAH dan setelah kita berusaha  tekun untuk menjaga keimanan kita, serta amal saleh kita untuk bisa mencari karunia ALLAH, maka Insya ALLAH, kita  diberikan jalan keluar atas masalah yang kita hadapi oleh ALLAH dari jalan yang kita tidak duga2 sebelumnya. Jangan Lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH dan berusahalah untuk menghindarkan  dan menjauhkan diri dari Kufur Nikmat....
  • Namanya manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, sehingga jika kita terjatuh dalam gelimang dosa, segera mohon ampun kepada ALLAH dan mohon kepada ALLAH perlindungan dari godaan syaitan. Karena pada diri kita ada rasa penyesalan, dimana terdapat Firman ALLAH terkait penyesalan ini :( Penulis Cut Paste dari http://jummyacmmi.blogspot.co.id/2010/08/menghadapi-godaan-syetan-hawa-nafsu-dan.html
  • (Mulai Salinan Cut Pastenya:

    Nafsul Lawwamah Allah SWT berfirman, "Aku bersumpah demi hari kiamat, Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri),"(Al-Qiyamah: 1-2).
     Mujahid menafsirkan ayat di atas, "Ia adalah jiwa yang menyesali dirinya sendiri atas kejahatan, mengapa ia lakukan dan menyesali kebaikan, mengapa ia tidak banyak mengerjakannya. Dan ia senantiasa menyesali meski telah bersungguh-sungguh dalam melakukan keta'atan."

    Al-Farra' berkata, "Tiada jiwa yang baik ataupun yang fajir itu melainkan ia menyesali dirinya, jika ia mengerjakan kebaikan, ia mengatakan, 'Mengapa engkau tidak menambahnya lebih banyak?' Dan jika ia melakukan perbuatan buruk, ia mengatakan, 'Duhai kiranya aku tidak mengerjakannya!' Jadi bisa dikata bahwa ia merupakan sanjungan bagi jiwa." ( Selesai Cut Paste nya)

  • Kita sebagai  manusia seringkali  mengulang lagi kesalahan didalam melakukan perbuatan dosa yang sama lagi. Untuk hal mana kita harus senantisa berusaha memaksa diri kita untuk mau  ingat bahwa "Kematian adalah pasti",  namun kapan waktunya dan dimana, adalah "Rahasia dari ALLAH", sehingga janganlah kita lupa untuk senantiasa ingat akan kematian yang bisa datang kapan saja, dan ingat kepada Firman ALLAH dalam Surat 3 ALI Imran ayat 102  : (terjemahannya) :
SURAT ALI IMRAN ayat 102 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ



Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. 
  • pemahamannya menurut pandangan Penulis adalah antara lain mudah2 kita wafat dalam keadaan sedang tobat, mohon ampun kepada ALLAH, memperbaiki diri untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita, dimana kita sedang berada di jalan ALLAH yang lurus dan bertaqwa kepada ALLAH Yang telah Memberikan kita Kehidupan baik didunia maupun di Akhirat. 
Jadi kita haruslah "memaksa diri kita sendiri" untuk mau  :
  • membaca Kitab Suci ALLAH yang bagi umat muslim adalah Al Quran dan 
  • bergaulah dengan orang yang berusaha dekat dengan ALLAH antara lain para Ustadz, hadirilah Tausyiah, 
  • hindari zona maksiat atau pikiran2 maksiat, berfoya2 berlebihan, hubud dunia berlebihan, terlalu konsumeris, materialis, dan kita harus berusaha gaya  hidup yang sedang2 atau berada ditengah2, senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan ALLAH kepada kita, dan kita harus  seringkali bertobat dan mohon ampun kepada ALLAH Yang Maha Pengampun dan Penerima Taubat,  serta kuatkan tekad  untuk hidjrah ke jalan yang benar dan lurus yang di Ridhoi ALLAH sesuai tuntunan ALLAH dalam Kitab Suci ALLAH dan Sunnah Nabi, agar kita terhindar dari pengaruh godaan Syaitan yang mempunyai obsesi untuk membuktikan bahwa Syaitan lebih tinggi derajatnya dari manusia, karena syaitan sifatnya Sombong -  merasa dirinya lebih senior dan  merasa lebih tinggi derajatnya karena merasa  diciptakan ALLAH  dari bahan dasar "api" yang lebih mulia dari tanah, sedangkan disisi lain manusia turunan Adam yang diciptakan ALLAH dari Tanah seringkali "lemah didalam kemauan" untuk menangkal godaan bisikan dari syaitan,  karena manusia memang juga dibekali dengan Hawa Nafsu, dimana "hawa nafsu" ini "senantiasa cenderung" membawa kita kepada :
kepada Ketamakan, Rakus, Serakah, terlalu Egois, Ngiri, Dengki, Hasad, sombong, merasa lebih hebat dari orang lain,  kecuali hawa nafsu yang dirahmati oleh ALLAH sesuai dengan Firman ALLAH dalam Surat Yusuf ayat 53  dari Al Quran yang terjemahannya berbunyi :
"Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"(Yusuf: 53). Catatan : Nafsu ini disebut  Ulama sebagai Nafsul Ammaarah bis Suu' sesuai sumber
dari http://jummyacmmi.blogspot.co.id/2010/08/menghadapi-godaan-syetan-hawa-nafsu-dan.html )

Maka kita sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan haruslah senantiasa meminta perlindungan kepada ALLAH untuk menguatkan keimanan dan kekuatan kita untuk mau bertaqwa kepada ALLAH,  dengan mengikuti perintah ALLAH dan menjauhkan dari larangan ALLAH yang tercantum dalam Kitab Suci dari ALLAH yang telah diturunkan ALLAH kepada manusia melalui Rasul dan para Nabi yang dipilih oleh ALLAH agar kita mendapatkan Petunjuk  kenapa kita berada didunia dan kenapa ada kehidupan, kematian dan kebangkitan, pembalasan di hari Akhirat.
  • Untuk pengetahuan mana kita tidak bisa mengarang-ngarang dengan versi kita sendiri, melainkan harus berdasarkan Informasi dari ALLAH sebagai Dzat yang menciptakan Kehidupan, kematian, kebangkitan serta Hari Pembalasan, dimana ALLAH itu MAHA ADIL dan sangat teliti didalam memutuskan siapa yang Masuk Syurga dan Siapa yang masuk ke Neraka. Jadi selain kita meminta perlindungan kepada ALLAH kita juga juga harus berusaha untuk memperkuat diri kita untuk berusaha "sadar Diri" dengan senatiasa  Ingat kepada ALLAH dengan bersyukur, sabar dan bertobat serta mau memperbaiki diri kita dengan meminta pertolongan kepada ALLAH Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang  dan Maha Penolong.            

Mungkin cukup sekian dahulu tulisan dari Penulis ini
Agung S.Suleiman
Jakarta 2 /Sept/2015 -  dan direvisi Hari Jumat 11 September 2015         
 

 

No comments:

Post a Comment