Tuesday, November 10, 2015

DISAAT UMUR SENJA HARUS LEBIH TAKUT HILANG IMAN DARIPADA HILANG REJEKI

Setelah Penulis diizinkan ALLAH  berumur lebih dari 64 tahun, Penulis merasakan bahwa keadaan tubuh kita seringkali terasa lelah dan ngantuk padahal kita baru bangun tidur. Apapun alasan rasionalisasinya yang jelas kita sebagai manusia merasa "powerless" dan berusaha untuk mengambil hikmahnya bahwa semua yang ada pada diri kita akan kembali kepada ALLAH termasuk diambil- oleh - NYA sedikit2 kekuatan badan phisik kita,
Maka terasa sekali bahwa kita sebagai manusia tidaklah abadi kekuatan tubuh kita,  dimana konsekwensinya kita akan merasakan produktifitas berkarya  juga berkurang atau terganggu, hal mana tentu bisa menimbulkan rasa  khawatiran akan kelanjutan kita untuk dapat bertahan sebagai manusia yang harus melanjutkan hidup bersama isteri dan keluarga.  
  • Bersyukur kedua anak Penulis sudah bekerja dan mencari nafkah karunia ALLAH, sehingga Penulis harus memikirkan kelanjutan hidup Penulis dan isteri Penulis. Dengan perjalanan umur kita yang cukup lama diberikan oleh ALLAH kepada kita, maka timbul kesadaran keyakinan bahwa setiap tahapan kehidupan kita khususnya stamina phisik kita secara alamiah makin lemah, termasuk sendi-sendi lutut kita, nafas kita, sehingga kita haruslah pandai mendeteksi dan mengevaluasi keadaan phisik kita dengan mencek ke Laboratorium guna mengetahui  kadar darah kita yang dapat menunjukan berbagai tanda-tanda atau indikator kadar kolesterol, lemak  kita dll. untuk bisa mengetahui keadaan phisik stamina kita, serta berusaha untuk mengelola dan me-manage agar kita bisa mengurangi rasa cape tersebut dengan berolahraga ringan misalnya jalan kaki selama 40 Menit dipagi hari, banyak makan buah papaya dan pisang, minum air putih yang banyak dan juga istirahat tidur yang cukup serta harus berusaha untuk memelihara ibadah kita.Terkait dengan keadaan tubuh phisik kita,  maka Penulis sebagai penganut muslim haruslah mengacu kepada Kitab Suci ALLAH yang telah menciptakan kita sebagai manusia, dan kita sebaiknya tidak  mengarang-ngarang atau menebak-nebak, kenapa dan mengapa manusia pada akhirnya akan merasa lemah dan mulai hilang daya kekuatan stamina tubuhnya. Untuk hal ini Penulis telah meng- Copy dan Cut Paste dari Website http://www.fadhilza.com/2009/03/renungan/menghadapi-hari-tua.html sebelah, 

"Salin"
  • dimana ALLAH berfirman ( terjemahannya)   :
  • dalam Surat Ar Ruum 54- Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ( Ar Ruum 54)"Selesai Salin
  • "Selesai salin"
  •  Dengan membaca informasi dari ALLAH tersebut diatas, kita harus sadar bahwa ALLAH adalah sangat baik dan sangat sayang kepada kita sebagai manusia, karena jika kita sudah mulai merasakan adanya rasa lemah dan berkurangnya  kekuatan phisik badan kita, maka kita akan sadar bahwa semua adalah kepunyaan ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH melalui proses penuaan atau "aging",  dimana ALLAH sebenarnya "telah memberikan sinyal" kepada kita bahwa waktu serta "Jarak" kita dengan bau tanah sudah mendekat,  sehingga kita harus hati2 jangan sampai kita mati dalam keadaan iman kita menurun atau hilang.       
Maka, sebagai orang  yang diciptakan oleh ALLAH, kita  harus lebih "Takut"  bukan ketakutan kehilangan Rejeki disaat kita sudah mulai berumur,  melainkan yang "Harus Lebih kita takutkan" sebagai Makhluk yang diciptakan oleh ALLAH,  adalah "Jangan Sampai  Iman" kita makin berkurang atau bahkan Hilang disaat kita dipanggil oleh ALLAH dari dunia ini.
  • Dengan demikian kita malah harus bersyukur kepada ALLAH  bahwa selama ini,  kita telah di-Cukupkan dengan segala Nikmat selama kita berada didunia ini sehingga bisa diberi kesempatan oleh ALLAH untuk dapat mencapai umur lebih dari 64 Tahun hidup didunia ini, dan ALLAH telah memberikan pesan kepada kita melalui keadaan stamina phisik tubuh kita, bahwa hidup didunia ini hanya bersifat sementara karena "Wadah Infrastruktur Tubuh" kita sebagai manusia sudah mulai melemah yang semula sewaktu lahir kedunia juga lemah kemudian kuat dan kemudian lemah lagi seusai dengan Firman ALLAH dalam Surat 54 Ar Ruum dari Kitab Suci Al Quran diatas.

  • Nah, untuk bisa mempertahankan adanya Iman dalam diri kita, maka sesuai dengan Firman ALLAH dalam Kitab Suci AL Quran serta Hadist yang disampaikan kepada kita oleh Para Rasul termasuk Rasul Nabi Muhammad S.A.W., kita sebaiknya berusaha dan memaksakan diri kita  untuk mau  : Membaca dan mendengarkan Al Quran guna mendapatkan "Ilmu" mengenai Kehidupan dunia, kematian serta Akhirat, Hakekat Hidup, kenapa kita dihidupkan dan dimatikan oleh ALLAH, dan kemana kita setelah kita meninggalkan dunia ini.....
Memang dengan gemerlapan dunia termasuk Indonesia, dimana di kota Jakarta, pada saat ini  terlihat banyak sekali pembangunan Gedung2 tinggi, sehingga  seringkali menimbulkan angan2 kepada kita bahwa kita akan hidup kekal dan terus menerus langgeng, serta senantiasa tidak merasa puas dengan apa yang telah kita peroleh,  padahal, umur manusia pada kenyataan tidak kekal, dan rata2 manusia Indonesia antara  60 - 70 tahunan dan tidak lebih dari 80 tahun kalaupun panjang umurnya akan menjadi lemah, rentan dan tidak berdaya. 
  • Memang hidup setiap manusia serta umat adalah bergantian seperti siklus kehidupan, dimana generasi muda sedang meniti karier dan generasi tua sudah mencapai masa pensiunnya, serta ada bayi yang baru lahir, maupun banyak pasangan muda yang baru menikah. Begitulah siklus kehidupan yang diciptakan oleh ALLAH yang Maha Pencipta, Maha Pemelihara, Maha Menjaga dan Melihat serta Maha Mengawasi.
Apapun keadaan kita, dikala kita sudah diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk hidup lebih dari 64 tahun, maka kita harus campkan dalam hati kita bahwa Kita Harus berusaha Menjaga Iman kita, sebagai suatu elemen yang sangat berharga yang diberikan oleh ALLAH kepada kita untuk kita jaga jangan sampai hilang khususnya jika saatnya malaikat pencabut nyawa akan melaksanakan tugas yang diemban oleh ALLAH untuk mengambil dan mencabut  nyawa kita, karena Nabi dan Para Rasul telah diturunkan kedunia oleh ALLAH untuk memberikan kita peringatan akan datangnya kematian serta akan adanya Hari Kebangkitan dan Pembalasan sesuai dengan Firman ALLAH didalam Kitab2 Suci yang diturunkan oleh ALLAH melalui para Rasul dan Nabi2 Utusan ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang.

Nah terkait dengan hal ini, aku barusan mendapatkan masukan dari kawanku Ichwan yang membuat  WA Kafah-Komunitas Al Fatihah,  adanya Surat Al Imran ayat 102 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ



Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. 
Firman ALLAH diatas, merupakan peringatan kepada kita yang beriman  untuk kita baca, hayati,   dan ingat dan harus kita hafal supaya Insya ALLAH kita senantiasa ingat dimanapun kita berada, disebabkan  kita tidak tahu kapan dan dimana nyawa kita akan dicabut oleh malaikat pencabut nyawa sebagai petugas dan melaksanakan perintah dari ALLAH Yang Maha Kuasa.  Yang jelas kematian itu adalah sesuatu yang pasti dan akan terjadi dan akan dialami oleh setiap manusia yang diciptakan oleh ALLAH S.W.T. sesuai dengan Surat 3 ayat 185 dari Al Quran

Salin : 
 Surat Ali 'Imran [3] ayat 185

 kullu nafsin dzaa-iqatul maut.....  

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.



 Selesai salin

Namun kita sebagai manusia,  tidak akan mengetahui  dimana dan kapan ALLAH akan mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawa kita.

  • Penulis sangat bersyukur mempunyai teman yang perduli untuk mengingatkan kita untuk mau membaca memahami AL Quran khususnya dengan niat ikhlas dari Ichwan untuk membuat WA KAFAH Komunitas Al-Fatihah, untuk dapat menjadi wadah bagi teman-teman saudara muslim,  untuk memberikan pencerahan dan memperkaya pengertian, pemahaman dan kemauan serta pengalaman kita atas Kitab Suci Al Quran yang merupakan Pedoman Peringatan dan Kabar Gembira serta Petunjuk bagi semua manusia yang berada didunia ini supaya Insya ALLAH selamat hidup didunia dan di Akhirat. Aamiin Ya Robil Al Amin.          

Sekian dahulu tulisan Penulis pada kesempatan ini
Jakarta, 11 November 2015
Agung S.Suleiman jam 1. 21 PM Siang Hari Rabu  - DiRevisi Hari Jumat Malam, 11 Maret 2016 untuk dapat memasukan  masukan dari Ichwan kawanku yang sama2 dahulu di SMP Sumbangsih.       
           

No comments:

Post a Comment