Friday, January 15, 2010

BANGUN DITENGAH MALAM

yah aku bangun ditenga malam dan sangat berkeinginan untuk menulis di BLOGku Nikmatnyaiman ini. Aku bertanya apa iya kita ditentukan oleh persepsi orang atas diri kita ? Saya rasa kita adalah diri kita yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa dimana kita telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta melalui beberapa tahapan yaitu sebelum ditiupkan roh kedalam tubuh kita, setelah ditiupkan atau dimasukan roh kita kedalam tubuh kita kedalam rahim Ibu kita selama 9 bulan, dan jika dizinkan oleh ALLAH akan lahir dan keluar dari rahim Ibu kita menjadi seorang bayi dan mulai mengenal alam dunia ini.




SIAPA YANG MEMBUAT ROH KITA ?

Yang jelas bukan orang tua kita. Jika demikian siapa yang memasukan roh kita kedalam tubuh kita ? Hal ini tidak bisa dijawab oleh manusia karena tidak bisa diditeksi oleh alam pikiran kita. Dengan demikian informasi ini haruslah kita dapat dari Yang Menciptakan roh tersebut. Siapakah dan dimanakah informasi ini kita bisa peroleh? Karena aku dilahirkan dan dibesarkan oleh Ibu saya yang beragama Islam, maka sumber informasi yang saya peroleh haruslah dari data buku suci yang diyakini oleh Ibu dan Bapak saya, dimana karena kedua orang tua saya adalah mangnut agama Islam maka saya diajarkan untuk membaca  Kitab Suci umat Islam yaitu dari Al Quran.

Sebagaimana kita ketahui untuk mendapatkan informasi mengenai Al Quran,  kita  mesti  membaca isi  Al Quran. Saya sangat bersyukur kepada ALLAH karena roh saya dimasukan oleh ALLAH kedalam rahim Ibu saya yang beragama Islam,  sehingga hati saya dapat terbuka untuk mau membaca isi  kandungan Al Quran.

 Senang Menulis masalah Keimanan 

Aku sangat bersyukur bahwa dalam kehidupan saya, Ibu saya senang mengkaitkan kehidupan ini dengan Tuhan. Hal ini memberikan warna dan nuansa yang membuat saya untuk berusaha ingat kepada ALLAH. Saya dan kakak dan adik saya senantiasa diingatkan oleh Ibu saya untuk senantiasa ileng atau inget sama ALLAH. Yang Maha Kuasa.

Adapun Bapak saya memberikan pelajaran pentingnya kejujuran, hal mana sangat terasa membekas kepada diri saya didalam  malkukan pekerjaan saya.

Kombinasi atas rasa untuk senantiasa ingat kepada ALLAH dan berbuat jujur akan mewarnai kehidupan saya hingga saya kerja. Dalam melaksanakan pekerjaan, saya acapkali mengkaitkan masalah pekerjaan dengan masalah aspek keTuhanan. Hal ini saya lakukan karena segala "pekerjaan hanyalah bisa ada"  jika ada kehidupan. Adapun "Kehidupan" hanyalah ada jika ada Yang Menciptakan kehidupan itu. Berdasarkan pengalaman ini, jika ada niat untuk melakukan atau telah melakukan tindakan yang sebenarnya tidak disenangi bathin saya, maka ada rasa kegelisahan dan ketidak tenangan, sehingga dalam keadaan ini saya suka memaksakan diri saya untuk membaca AL Quran, dimana banyak nasehat dan petunjuk dari ALLAH yang kita peroleh antara lain  agar kita meminta perlindungan  kepada ALLAH dari segala godaan setan, karena setan adalah merupakan musuh nyata kita. Dengan demikian kita harus bersykukur adanya "hati" yang memberikan kita sinyal untuk kemabli kejalan yang benar dan diridhoi oleh ALLAH dengan segera membaca dan mendengarkan Al Quran.


Mental 

Dalam realitas kehidupan ini, ketahanan mental nampaknya juga sangat penting bagi kita sebagai manusia, karena jika tidak ada latihan ketahanan mental, kita acapkali menjadi tidak tahan banting karena mental kita tidak siap dengan cobaan dan tempaan yang kita hadapi dalam kehidupan nyata kita baik dirumah, lingkungan masyarakat, sekolah hingga dunia pekerjaan kita.

Nilai Kehidupan  

Manusia sangat perlu untuk diperkenalkan dengan nilai kehidupan agar manusia itu tidak sembarangan dalam menjalankan kehidupan ini. Dalam kehidupan kita sehari-hari jika kita tidak dibekali dengan nilai  kehidupan,   maka secara tidak sadar kita akan hidup sembarangan dan tidak akan menghormati maupun menjujung nilai kehidupan yaitu antara lain moral, etika dan kesopanan. Apakah ada kaitan antara agama dengan nilai kehidupan. Hal ini menarik untuk dibahas, karena nampaknya walaupun kita menyatakan diri kita beragama, namun  jika cara kita  menyampaikan tidak secara santun akan memberikan kesan yang memaksa padahal untuk membangun rasa keimanan tidaklah boleh dengan cara yang memaksa.

Senang Menulis

Kita haruslah bersyukur kepada ALLAH yang telah menciptakan kehidupan dunia ini, dimana dengan Otak serta Akal yang dibuat oleh ALLAH  sebagai kelengkapan yang melekat pada diri kita  untuk dapat bertahan hidup, manusia dapat menciptakan Komputer yang berkelanjutan dengan menciptakan Internet dan dunia maya serta Blog,  dimana kita sekarang dengan mudahnya dapat menulis di Blog mengenai masalah yang kita senangi yang langsung bisa kita terbitkan atau Publish dalam Blog kita  ini.

Sadar Senang Menulis

Setelah mencapai  mencapai umur 58 tahun aku sadar bahwa aku senang dan mempunyai hobby untuk menulis di beberapa Blogku  termasuk di Blog NikmatnyaIman ini. Dengan menulis diblog ini,  stress dan beban yang ada dibenak pikiran kita akan plong dan lepas,  sehingga tidak sadar dapat mengurangi rasa gundah gulah dan stress tersebut,  mungkin karena kita dapat mengeluarkan rasa kesumpekan dan kepusingan maupun kepenatan yang ada dalam diri kita.

Selanjutnya disebabkan aku senang membicarakan masalah Keimanan dan Ketuhanan,  mengingat masa kecil  dan dalam pertumbuhan sering diminta oleh Ibuku untuk senantiasa mengingat kepada ALLAH, serta ditekankan oleh Bapak saya untuk berlaku dan bertindak jujur dalam kehidupan, maka saya sangat bersyukur kepada ALLAH, bahwa aku  telah dilahirkan kedunia ini melalui Ibu saya yang bergama Islam  yang senantiasa senang mengingatkan kita untuk senantiasa mendekat kepada ALLAH  serta  mempunyai Bapak yang menekankan nilai kejujuran dalam kehidupan ini .

Dengan senang menulis maka tidak terasa jari jemari kita akan seringkali  menulis diatas Blog  dengan mengutarakan serta berbagi alam pikiran dan perasaan dalam Blogku ini. Hal ini tentunya tidak lepas dari karunia ALLAH yang telah memberikan kita pengetahuan, ilham serta  keinginan untuk menulis. Sekian dahulu tulisanku malam ini karena waktu sudah menunjukan jam 2.00 malam Hari Jumat Januari 2010  yang dilanjutkan pada pagi harinya hari Sabtu 16 Januari 2010
 

No comments:

Post a Comment