Sunday, June 19, 2016

KETAUHIDAN _ MONOTHEISME

Penulis sedang membaca Kitab Suci AL Quran Surat Ali Imran dimana pada ayat 95 Allah berfirman (terjemahan bahasa Indonesia) : Katakanlah : Benarlah (apa yang difirmankan oleh) ALLAH, maka ikutilah agama Ibrahim  yang  lurus, dan dia bukanlah termasuk orang - orang yang musyrik. Selanjutnya dalam ayat ke 96 ALLAH berfirman terjemahan bahasa Indonesianya
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat Ibadat) manusia, ialah Baitullah yang ada di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi (manusia) semesta alam..
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim dan barangsiapa memasuki (Baitullah) merasa amanlah dia, mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap ALLAH (yaitu bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (terhadap kewajiban haji), maka sesuangguhnya ALLAH Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu dari semesta alam (Ayat 97  Surat Ali Imran Kitab Suci Al Quran).

 Kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa seluruh Rasul dan Nabi yang telah diutus oleh ALLAH ditugaskan untuk melakukan dakwah kepada masing-masing umatnya untuk "Hanya Menyembah Kepada ALLAH Yang Maha Esa  dan Maha Tunggal". 
Maka merupakan kewajiban dari pada kita semua untuk meneruskan dakwah KETAHUIDAN  kepada semua umat manusia didunia ini, sesuai perintah ALLAH S.W.T. melalui Rasul dan Nabi termasuk Nabi Nuh, Nabi Ibrahim A.S,  Nabi Ismail A.S, Nabi Ishak A.S., Nabi Yacob A.S, Nabi Yusuf A.S, Nabi Musa A.S, Nabi Isa A.S dan penutupnya Nabi Muhammad S.A.W. Salah satu yang harus kita imani   adalah percaya kepada yang Gaib yaitu  ALLAH yang kita tidak bisa melihat, maupun para Malaikat dan Syaitan serta Jin,  Hari Kiamat, Surga,  Neraka.
Adapun data mengenai hal keyakinan dan Agama Ibrahim dapatlah kita baca dari  Kitab Suci yang telah diturunkan ALLAH melalui para utusan Rasul dan Nabi. Maka kita ketahui bahwa faktor  penting terkait dengan keyakinan ini  adalah Faktor Iman dimana pemahaman atas  Iman ini haruslah melalui keterbukaan Qalbu kita untuk mendapatkan kebenaran mengenai Siapa Pencipta dari seluruh semesta Alam ini dengan segala isinya baik dilangit maupun dibumi.
Dengan kita mau memaksakan diri  membuka Qalbu kita untuk membaca Kitab Suci dari ALLAH tersebut, serta mendengarkan ceramah dan dakwah dari Para Dai yang dapat kita temukan di media sosial termasuk You Tube dan media sosial lainnya di Internet, maka Insya ALLAH kita bisa memperoleh banyak data untuk mendapatkan informasi kebenaran Petunjuk Cahaya Nur dari ALLAH. Tentunya kita harus berpegang kepada Al Quran dan Hadist sesuai dengan dakwah yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W.
ALLAH juga berfirman didalam Surat Al Baqarah ayat 256 setelah ayat Kursi yang terjemahan bahasa Indonesianya  berbunyi :
Tidak ada paksaan untuk (memeluk) agama (Islam). Sesungguhnya  telah  jelas  jalan      yang benar daripada jalan yang sesat karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut (berhala) dan beriman kepada ALLAH, maka sesungguhnya "ia telah berpegang kepada tali yang teguh yang tidak akan putus". Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
 Selanjutnya  ayat 257 dari Surat Al Baqarah  terjemahannya bahasa Indonesia :
ALLAH Pelindung orang-orang yang beriman.  Dia mengeluarkan   mereka   dari  Kegelapan    (Kekafiran) kepada Cahaya (Iman). Dan orang - orang kafir, pelindung mereka adalah syaitan, syaitan (Thogut)  mengeluarkan  mereka  dari pada    Cahaya     menuju kepada Kegelapan         ( Kekafiran) mereka itu adalah penghiuni Neraka.   

Berdasarkan Dasar Fundamental Pokok Ketauhidan diatas,  maka kita sebagai kaum muslim haruslah pandai bersyukur, dan seringkali berinteraksi dan membaca Kitab Suci Al Quran,  serta memahaminya  dan juga menyampaikan pesan dakwah "Konsep Ketauhidan - Monotheisme" diatas, walaupun hanya satu ayat untuk dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat manusia. Nanti urusan pemberian Petunjuk dan Hidayah adalah dari ALLAH. 

Sekian dahulu tulisan Penulis sore hari ini
Agung Supomo Suleiman
19 Juni 2016
Bulan Suci Ramadhan  

No comments:

Post a Comment