Friday, February 22, 2013

RASAKAN SECARA SADAR JANJI ALLAH BENAR



  • Yah, sesuai dengan firman ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran, kita harus membangun kesadaran pada diri kita bahwa janji ALLAH adalah benar; Nah untuk bisa dapat merasakan secara sadar akan wujud bahwa  Janji ALLAH adalah benar, tentunya kita sebagai manusia haruslah terlebih dahulu membangun keyakinan adanya ALLAH dan berusaha untuk dapat secara sadar  mengenal ALLAH  melalui perjalanan hidup kita masing-masing. 
Dalam perjalanan hidup kita, tentunya ada jatuh dan bangunnya, gagal dan bangkit untuk bangun kembali, tidak boleh berputus asa atas Rahmat ALLAH dan Pertolongan ALLAH. 
  •   Mungkin kalau orang bisa tahan banting dalam kehidupan ini, karena dia mau membangun ketangguhan maupun kepercayaan dirinya, bisa saja orang tersebut juga sukses, tanpa mengkaitkan dengan adanya kekuatan yang Maha Besar diluar dirinya; 
Namun bagi kita yang dilatar belakangi mempunyai orang tua yang beriman, dan mempunyai karakter dan sikap kejujuran dalam menjalani kehidupan, tentunya pengaruh contoh orang tua kita tersebut sangat kental mewarnai perjalanan hidup serta sikap bagaimana untuk dapat menghadapi segala tantangan yang ada didunia ini
Faktor mental, adalah salah satu faktor yang penting untuk dapat bertahan hidup maupun menghadapi kegagalan atau kejatuhan  pada satu saat snapshot dari kehidupan kita, untuk kemudian belajar membangun dan bangkit kembali serta mau belajar dari pengalaman masa lalu kita.
  • Namun, jika kita mempunyai suatu pegangan apalagi kalau pegangan itu adalah ALLAH yang Maha Gaib  dan tidak dapat kita lihat secara kasat mata, yang bersumber informasinya kita peroleh dari  Kitab Suci yang diturunkan melalui utusan Para Rasul dan Nabi - NYA maupun bukti-bukti nyata fenomena alam yang tersebar luas didunia ini yang dapat menunjukan tanda-tanda kebesaran ALLAH, tentunya kacamata atau paradigma kita berpikir atau bertahan akan jauh berbeda dengan pihak lain yang hanya semata-mata mengandalkan pada kekuatan dirinya sendiri serta belajar dari alam namun tidak mengkaitkannya kepada Yang Menciptakan fenomena alam tersebut,
Dalam proses perjalanan hidup kita, jika kita sabar dalam menghadapi setiap persoalan dan benar-benar menyadari dosa dan kesalahan kita baik terhadap manusia maupun kepada ALLAH, maka kita harus bertobat dan tekad untuk tidak mengulang lagi dosa dan kesalahan kita serta berusaha untuk mengikuti perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH, serta beryukur kepada segala nikmat yang telah diberikan ALLAH kepada kita,    
  • Sebagai penganut Islam, jika ibadah Ritual kita lakukan yaitu : sholat 5 waktu, kalau bisa diusahakan berjamaah di Musholah lingkunagn kantor kita atau Mesjid, membangun kesadaran untuk mencintai mendengarkan dan membaca Kitab Suci Al Quran, menghayati maknanya, sholat tahajud pada malam hari, menghadiri, pengajian untuk mendapatkan ilmu agama dari Para Ustad yang ahli dalam bidangnya masing2;
Dalam kehidupan pencarian Karunia ALLAH, kita harus secara sungguh2 mempelajari secara tekun ilmu bidang kita masing-masing,  sesuai dengan kemampuan kita, dan  sesuai dengan umur serta takaran rejeki kita, dengan sungguh2 dan diniatkan beribadah karena ALLAH untuk memberikan manfaat kepada sesama manusia sekeliling kita;

  • Jika kita membuka usaha atau wadah baik usaha jasa konsultan atau managemen atau konsultant hukum, atau jasa keuangan; atau membangun usaha produk barang baik secara investasi, manufaktur maupun dagang suatu produk komoditi tertentu, atau apapun bidang usaha yang hendak digeluti, maka kita juga haruslah membangun keahlian bertahan serta keahlian memanage organisasi, keahlian memasarkan produk, keahlian mempertahankan quality dan mutu produk;
Kelebihan atau nilai tambah dari orang yang beriman adalah bahwa, didalam menjalankan usahanya tersebut, kita senantiasa mengkaitkan kepada ALLAH Yang Menciptakan Bumi serta lautan dan air serta langit yang mengandung segala elemen bahan mentah dari komoditi yang kita jual atau naikan nilai tambahnya dari sesuatu  yang mentah menjadi suatu barang yang diolah atau dibuat dari bahan dasar mentah yang tersedia di alam bumi ini  sehingga dapat memberikan manfaat kepada manusia maupun makluk lain didunia ini.
  • Memang manusia diberikan kebebasan untuk memilih apakah mau mengkaitkan segala kegiatan tersebut dengan Sang Maha Pencipta atau sama sekali tidak mengkaitkan dengan Zat yang menciptakan dirinya maupun segala bahan dasar atau mentah komoditi yang dibuat dan dirasakan manfaatnmya oleh manuisa tersebut, mulai dari sepatu yang dipakai, baju yang dipakai, maupun kendaraan yang digunakannya.
Nah, jika kita berusaha untuk beriman dan mau berusaha untuk mengenal lebih jauh dari mana kita berada dan siapa yang menciptakan kehidupan maupun kematian ini, tentunya kita memerlukan sumber informasi yang tepat dan benar agar kita tidak hanya menggunakan khayalan, menduga-duga  atau daya pikir kita semata2, melainkan memasukan unsur "Keimanan" dan "Ketaqwaan" yang besumber dari ilmu agama yang diajarkan oleh ALLAH kepada kita melalui wahyu yang diturunkan ALLAH melalui pada Rasul dan Nabinya berupa Kitab Suci mulai dari Kitab Suci Zabur, Taurat, Injil dan penutupnya Kitab Suci AL Quran;  
  • Jadi kita yang tadinya tidak tahu serta tidak mendapatkan pengetahuan setelah kita mau membaca Kitab Suci tersebut diatas, kita akan memperoleh Petunjuk, Peringatan, Kabar Gembira dari ALLAH Sang Maha Pencipta dimana ALLAH menyatakan banyak sekali didalam ayat dan firman ALLAH dalam Kitab Suci tersebut bahwa Janji ALLAH adalah benar sedengkan Janjinya Syetan adalah Palsu dan tidak benar; 
Contoh nyata yang dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah bahwa jika sabar didalam menghadapi cobaan dan Ujuian didunia dan berusaha keras dan sungguh2 untuk mengambil hikmah dari cobaan tersebut, dimana jika kita sebagai orang yang beriman memakai landasan dan alat Sholat dan Sabar dan yakin akan adanya pertolongan ALLAH atas segala masalah yang kita hadapi, maka seringkali kita rasakan ada saja jalan keluar dari setiap masalah dari jalan atau sumber yang kita tidak menduga -duga sebelumnya; 
  • Jika hal ini kita alami berulang kali, maka kita pada akhirnya Insya ALLAH dapat mengambil hikmah dan pelajaran bagaimana caranya untuk dapat merasakan wujud nyata dari firman ALLAH yang menyatakan bahwa jika kita bisa menepati janji kita kepada ALLAH dengan benar, yaitu doa, berusaha,, sabar, tekun sholat 5 waktu, bangun malam untuk sholat tahajud dan membaca ayat Suci Al  Quran, meniatkan melakukan pekerjaan kita dengan Niat hidup dan mati kita karena ALLAH semata-mata untuk mencari rahmat dan Ridhonya, 
maka Insya ALLAH kita dapat merasakan secara sadar akan kebenara bahwa Janji ALLAH adalah benar, sehingga kita harus pandai bersyukur atas segala nikmat ALLAH yang telah diberikan kepada kita dan menjauhkan dari Kufur Nikmat atau mengingkari atau tidak mengakui segala Nikmat yang telah  ALLAH secara nyata telah berikan kepada kita untuk melanjutkan kehidupan nyata  kita didunia.
Sekian tulisan ku sore ini,
Jumat, tanggal 22 Februari 2013
Agung S.Suleiman      
      

No comments:

Post a Comment