Saturday, January 12, 2013

TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK (memeluk) Agama Islam

ALLAH berfirman dalam Surat 2 AL Baqarah ayat 256 :yang bahasa Indonesianya) sebagai berikut:
 "Kutip/Quote" :
  • Tidak ada paksaan untuk (memeluk) agama ( Islam).

  • Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.
  •  karena itu barangasipa yang ingkar kepada Thaghut ( berhala) dan beriman kepada ALLAH,

  • maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada " buhul tali yang amat kuat " yang "tidak akan putus."

  • Dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Unquote/selesai dikutip.

Berdasarkan firman ALLAH tersebut,  maka kita mendapatkan informasi dan data dari ALLAH yang memberitahukan kepada kita bahwa tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam (arti Islam adalah  penyerahan 100% kepada ALLAH), karena sudah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat, sehingga barangsiapa yang mengingkari Thaghut ( berhala), dan beriman kepada ALLAH, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada: 


  •  buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. 
Menurut pemahaman Penulis informasi ini adalah sangat penting kepada kita manusia, karena sebagaimana kita ketahui, didunia ini tidak ada buhultali yang tidak bisa putus

Namun ALLAH menyatakan dalam ayat Surat Al Baqarah ayat 256, "ternyata ada Tali Buhul Yang Amat Kuat dan Tidak Putus".

Tali apa yang begitu kuat dan tidak bisa putus, 
nah menurut ALLAH, TALI Yang sangat Kuat dan tidak bisa putus 
adalah jika kita sebagai mahluk yang diciptakan ALLAH dari tanah :

(a) ingkar (tidak mau menyembah) Taghut( berhala) dan (b)  beriman  kepada ALLAH


maka  ALLAH  mengumpakan bahwa kita telah memegang Buhul Tali yang AMAT kuat dan tidak akan putus;
  • Komentar dan Pemahaman Penulis  atas  Thaghut ("Berhala") ..
dalam jaman modern era informasi ini,  kita seringkali merasakan bahwa Berhala itu  bisa  berbentuk berbagai ragam macam "Berhala Baru" yang dibuat oleh Manusia dan seringkali disembah semata2 hanya  mengikuti Hawa Nafsu dan Serakah  : 
  • bisa Simbol berupa :  Jabatan, Kursi  di DPR/ Kursi Jabatan  Kekuasaan di Eksekutif / Pemegang Kekuasaan Sebagai Pemutus Penentu di Lembaga Yudikatif, Uang, Kekuasaan, Pangkat, baik di Organisasi Pemerintah maupun Swasta, Rumah Megah dan segala macam atribut yang banyak sekali dibuat oleh  manusia dan dijadikan Simbol yang dianggap bisa merubah Nasib orang atau kelompok manusia tersebut . 
sehingga mengorbankan dan mendzalimi Hak2 orang lain secara "dzalim dn serakah",  demi dan guna mendapatkan simbol "Keduniaan tersebut"; 

  • Maka seringkali kita lihat bahwa Simbol2 tersebut dijadikan "Berhala Baru"  yang disembah, dan bukan lagi sarana untuk beribadah kepada ALLAH untuk menjalankan amanah, dan bermanfaat bagi sesama manusia;
Dengan demikian,  kalau kita semata2 hanya mengikuti Hawa Nafsu yang tidak diberkahi ALLAH, dapat secara potential menyebabkan kita menuhankan Hawa Nafsu,   yang tentunya menjadi pintu masuk Syaitan untuk mendompleng kepada keinginan keserakahan dari manusia tersebut;
  • Salah satu jalan untuk menahan Hawa Nafsu yang serakah, yang memang juga dimasukan oleh ALLAH kepada kita manusia  adalah dengan berusaha keras untuk mau membuka hati dan qalbu kita untuk mau membaca Kitab Suci ALLAH dimana untuk Penulis sebagai penganut Islam berpatokan kepada Kitab Suci Al Quran. 
 Didalam Al Quran, kita dapat menemukan banyak cerita informasi mengenai keserakahan seperti Firaun (Haus dan Rakus atas kekuasaan , Karun ( Haus dan rakus pada Harta Kekayaan Emas). 
  •  Dengan kita  memaksakan diri untuk mau membaca, memahami  Kitab Suci, kita diminta  ALLAH untuk  banyak dzikiruLLAH dan Tasbih   yang membesarkan ALLAH, dimana ALLAH telah  memperkenalkan kepada kita Atribut dan Lambang Kebesaran ALLAH, sebagai :
Maha Pencipta ( menciptakan Bumi Langit dan segala sesuatu yang ada diantara keduanya antara lain Makluk  Manusia, segala jenis binatang didarat, Laut, segala macam jenis batuan, logam, minyak, gas, segala macam jenis tanaman baik didarat dan dilaut), Maha Pemelihara, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Pemberi Rejeki, Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Perkasa, Yang Menguasai Hari Kiamat.  
ALLAH juga banyak sekali di al Quran meminta kita untuk menggunakan Akal kita dan memperhatikan segala macam  ciptaan ALLAH sebagai tanda2 kebesaran ALLAH;

Kita diminta ALLAH  juga untuk bertebaran didunia dan berjalan keberbagai tempat dan melihat "akibat" dari manusia yang membuat kerusakan dibumi ini; 


 Dengan kita rajin mendengarkan Digital AL Quran dan mendengarkan Firman ALLAH, Insya ALLAH, hati kita yang tadinya kasar, jika dikendaki ALLAH akan menjadi lembut, dan terbuka untuk mendapatkan hikmah pengertian dan mulai mengenal ALLAH dari Tanda2 Kebesaran ALLAH yang dapat kita lihat dari Ciptaannya
Biasakan diri untuk bangun Malam dan Shalat tobat, Tahajud serta Membaca Kitab Suci Al Quran;
Insya ALLAH  bisa mendapatkan kejernihan untuk melihat segala sesuatu dengan lebih tenang dan jelas.

Contoh : Kekuasaan yang diridhoi dan diberkahi oleh ALLAH adalah : 
  • Nabi Yusuf yang menjadi Kepala Logistik/Atau Perbendaharaan Negara dalam Pangan disaat Mesir menghadapi Paceklik 7 musim Makmur dan 7 Tahun musim Paceklik, sedangkan Nabi Jusuf adalah seraca etnis berasal dari Bani Israel dan bukan orang Arab Mesir; 

Yusuf adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya, maupun dapat membaca atau menafsirkna  mimpi Raja yang bermimpi  tujuh sapi kurus dan gendut, serta tujuh tanaman gandum basah dan kering, dimana Yusuf menyatakan arti mimpi itu  adalah bahwa Mesir akan mengalami Masa Subur 7 Tahun, dan 7 Tahun Paceklik, sehingga jangan dihabiskan Persedian Pangan Baik Daging serta Gandum pada saat 7 Musim Subur, guna disimpan disaat 7 Tahun Musim Kering atau Peceklik.
  • Dengan demikian Pimpinan dari Logistik atau Pangan serta Hewan harus dipimpin Pucuk Pimpinan Yang Dapat Menjaga Amanah untuk kemasalahatan manusia yang tinggal di Mesir saat itu; Nabi Yusuf yang ber-etnik Bani Israel adalah tentunya Exptriate bagi orang Mesir yang dapat dipercaya karena Jujur dan dapat melaksanakan amanah;    

Simbol Kekuasaan dan Pemegang Perbendaharaan Logistik tidak dijadikan Simbol yang disembah oleh Nabi Yusuf, melainkan sebagai Sarana untuk melaksanakan Amanah untuk menjaga kemakmuran dan keberlangsungan ketersediaan pangan rakyat Mesir pada saat itu.

Mudah2an kita bisa mengambil Hikmah dari   cerita diatas khususnya pimpinan2 yang saat ini memegang kekuasaan....
Semoga    


Jakarta, Minggu Pagi 13 Januari 2013
Agung S.Suleiman
 maka

No comments:

Post a Comment